Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Wisuda Weni


__ADS_3

Hari ini, hari yang mereka tunggu yaitu hari Wisuda Weni.


Semua sudah berkumpul sejak semalam di mansion Angga.


Bahkan mereka dengan kompak nya memakai baju seragam.


"Mom, Dadd, dan Angga saja duluan yang nemenin Mbak Weni. Sisa nya kita nunggu di luar saja buat photo-photo" ucap Hana


"Bener apa kata Hana, kalian saja yang masuk" timpal Paman Herman.


"Baiklah kalau begitu, ayo semua nya kita berangkat" ucap Daddy Paris.


Daddy dan Angga sudah mewanti-wanti agar tidak ada media yang masuk ke dalam gedung tempat Wisuda tersebut.


Mereka tidak ingin keberadaan Weni diketahui oleh Surya dan yang lainnya.


"Kenapa harus cantik banget sih" gerutu Angga dengan merangkul Weni.


"Kamu yang milihin semua nya sayang, bahkan sampai MUA, sepatu dan yang melekat di badan aku kamu yang milih" ucap Weni terkekeh.


"Iyaa, tapi kenapa malah makin cantik" balas Angga dengan menggerutu.


"Jadi kemarin-kemarin biasa saja gitu" ucap Weni dengan lebih dulu masuk ke dalam mobil.


"Hayoh loh ngambek" olok Daddy dengan tersenyum.


"Udah ah ayo pergi" ucap Mom Yunita.


Angga langsung saja masuk ke dalam setelah Rega membuka kan pintu untuk nya.


"Sayang" panggil Angga


Weni hanya diam saja, ia melihat ponsel nya yang sudah banyak notif dari teman nya.


Angga langsung mengambil ponsel tersebut dan menyimpannya di saku celana.


"Kembalikan, Mas" ucap Weni dengan malas.


"No, kamu nyuekin aku" balas Angga memeluk tubuh Weni dengan gerakan cepat.


"Jangan ngambek dong" ucap Angga dengan memelas.


"Ck, males banget muka nya" sinis Weni dengan menahan tawa nya.


"Sayang , gak boleh ngambek ya" bujuk Angga kembali.


"Nanti kita liburan deh" bujuk nya kembali.


Weni langsung tersenyum dengan wajah berbinar nya.

__ADS_1


"Benar ya liburan?" tanya Weni dengan wajah bahagia nya.


"Iyaa sayang, aku akan membawa mu liburan sekalian bulan madu" jawab Angga tersenyum.


"Ahhhh makasih, tau aja kalau aku mau liburan" ucap Weni bahagia.


Angga tersenyum senang saat melihat wajah bahagia Weni, ia bahkan sampai mengecup bi*ir Weni sekilas.


"Sudah sampai, Tuan" ucap Rega dengan sopan.


"Hmmmm" balas Angga.


Lalu Rega membuka kan pintu untuk Tuan dan Nona muda nya.


"Kamu tunggu saja dengan Paman Herman, Ga" ucap Angga


"Baik Tuan dan saya sudah menempatkan beberapa anak buah di dalam" balas Rega dengan menundukan kepala.


Angga hanya berdehem saja, lalu ia berjalan dengan sejajar bersama Weni.


Angga dan Orangtua nya memang donatur tetap di universitas tersebut.


Bahkan Angga sendiri yang mengancam pimpinan universitas tersebut agar tidak ada media.


Angga dan Weni berjalan ke tempat masing-masing, mereka seperti orang yang tidak saling kenal.


Weni duduk bersama Seni, dia adalah teman pertama disana, bahkan Seni juga yang selalu ada bersama Weni.


"Kamu cantik banget, Wen" puji Seni dengan tersenyum.


"Biasa saja kali, Sen" ucap Weni dengan malu.


Lalu acara demi acara pun di mulai, semua menyaksikan dan menikmati acara tersebut.


Dan tibalah acara pengumuman untuk nilai tertinggi tahun ini.


Semua orang menanti kan nya dengan penuh penasaran, berbeda dengan Seni ia sudah bisa menebak siapa yang akan mendapatkan nilai paling tinggi.


"Kita pasti menunggu siapa orang dengan Nilai paling tinggi tahun sekarang bukan?


Dan ini lah dia Weni Widjadja, dengan nilai paling tinggi dan seorang mahasiswi yang jenius.


Kepada saudari Weni silahkan naik ke atas panggung" ucap Mc tersebut.


Riuh tepuk tangan dengan meriah saat Weni berjalan ke arah panggung.


Seni memberikan acungan jempol pada Weni.


"Kami persilahkan Tuan Muda Anggara Tamara untuk memberikan penghargaan pada saudari Weni Widjadja" ucap Mc kembali.

__ADS_1


Angga bangkit dari duduk nya, ia berjalan dengan sangat penuh wibawa dengan wajah tampan tapi dingin dan datar.


"Selamat sayang" bisik Angga saat mengalungkan medali di leher Weni.


Weni hanya membalas dengan senyum yang sangat manis dan cantik tetapi hanya untuk sesaat saja.


Setelah itu, Angga memberikan selamat dan sepatah dua patah kata.


Begitupun dengan Weni, ia hanya memberikan sepatah dua patah kata untuk semuanya.


Lalu ia turun dan tersenyum bahagia pada Mom dan Daddy Angga.


Ia merasa sangat bahagia dengan semua pencapaian ini.


"Ayah, Bunda, aku berhasil menjadi yang kalian inginkan, bahkan aku bisa membuat kalian bangga disana.


Aku merindukan kalian" batin Weni sendu.


Seni memeluk Weni dengan bahagia, ia mengucapkan selamat dengan sangat antusias.


"Aku sangat bangga mempunyai sahabat seperti mu, Wen" ucap Seni dengan tersenyum.


"Terimakasih, aku pun bangga punya sahabat seperti mu" balas Weni dengan memeluk Seni.


Hingga acara demi acara telah selesai semua, Weni pergi lebih dulu ke mobil yang sudah ada Rega disana.


"Selamat Nona Muda" ucap Rega dengan sopan.


"Terimakasih, Rega" balas Weni terssnyum.


Weni langaung masuk karena sudah banyak para mahasiswa yang lainnya yang masuk ke area parkir khusus.


Weni dan Rega menunggu Angga dengan sabar, hingga tak terasa Weni sampai tertidur karena lelah dan lama menunggu Angga.


"Silahkan Tuan" ucap Rega.


Angga hanya mengangguk dan masuk, ia merasa bersalah saat melihat Weni yang sudah terlelap dengan wajah lelah nya.


Lalu Angga menutup tirai penghalang nya, ia membawa Weni kepelukannya dan memindahkannya ke pangkuan Angga.


"Maaf lama, ya" gumam Angga mengusap lembut kepala Weni.


Lalu Angga memeluk Weni dengan sayang, dan itu membuat Weni semakin lelap dalam tidur nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2