Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Berbaikan


__ADS_3

Weni langsung memeluk Angga dengan erat, ia merasa sangat bersalah pada Suami nya.


"Mas, maafkan aku" lirih Weni dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu tidak salah sayang, Mas saja yang terlalu khawatir dengan keadaan kamu" balas Angga dengan memeluk tubuh Istri nya.


"Tapi izinkan kita pergi besok ya, karena Mas tidak ingin kau kenapa-napa karena belum ada persiapan apapun" ucap Angga lembut.


"Iyaa Mas, maaf ya. Entah kenapa emosi ku tidak stabil" balas Weni terisak.


"Mas mengerti sayang" ucap Angga dengan tetap memeluk Weni lembut.


"Sudah jangan nangis, kita tidur ya" ajak Angga dengan lembut.


Weni mengangguk patuh, tetapi ia menatap wajah suami nya dengan tatapan yang sulit di mengerti.


"Apa tidak tidak mau jenguk Baby" lirih Weni dengan pelan.


Angga seketika langsung terbelak, ia lalu paham kemana arah tujuan Weni.


Dan Angga juga tahu bahwa ia sudah beberapa hari ini terlalu sibuk, dan mungkin karena inilah emosi sang Istri naik.


Semenjak hamil, Weni memang lebih agak manja dan selalu ber*airah agak tinggi dan itu malah membuat Angga bahagia.


Angga tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia langsung saja menerkam sang Istri dengan sangat lembut.


Mereka beradu kekuatan hingga tengah malam baru selesai, bahkan Weni terlihat baik-baik saja dan tidak kelelahan.


Lalu mereka langsung saja memejamkan mata nya untuk istirahat.

__ADS_1


***


Pagi hari nya, semua orang sudah berkumpul dan bersiap untuk pergi berlibur ke luar Kota.


"Ayo" ajak Angga pada Weni yang abru saja selesai dengan bersiap.


"Oke" balas Weni ceria.


Angga langsung saja merangkul pinggang sang Istri, ia mengusap lembut perut sang Istri dengan sayang.


"Sehat-sehat ya Nak, sehat juga Mommy nya" ucap Angga dengan bahagia.


Weni mengelus kepala sang Suami saat sedang mengecup perut nya.


"Terimakasih sudah selalu sabar dengan tingkah aku yang kadang membuat mu pusing, Mas" ucap Weni lirih.


Lalu mereka turun dengan sangat hati-hati, di bawah seluruh keluarga sudah menunggu kedatangan mereka ber 2.


"Syukurlah" gumam Mom Yunita saat melihat Putra dan menantu nya sudah akur kembali. Bahkan wajah menantu nya sudah kembali berseri.


"Ayo sarapan dulu sayang" ajak Mom Yunita.


"Emm Momm a aku ingin makan di jalan" ucap Weni dengan menundukan kepala tak enak.


Mom Yunita dan Daddy Paris terkekeh, mereka mengingat saat Mom Yunita dulu saat mengandung Angga.


"Yasudah tidak apa, Nak" balas Mom Yunita lembut.


"Mom sudah menyiapkan bekal makanan, salad dan beberapa makanan lain untuk menemani mu di perjalanan" ucap Mom Yunita tersenyum.

__ADS_1


Weni langsung berbinar, ia sudah sangat bahagia memikirkan banyak nya makanan untuk menemani di perjalanan yang akan sangat membosankan.


"Giliran makanan, langsung tersenyum" kekeh Hana dengan gemas.


"Ish gak papa" cebik Weni dengan kesal.


"Yasudah ayo berangkat" ajak Angga dengan tersenyum.


"Lets Go" pekik Hana, Vio dan Dise.


"Ya ampun" kesal para lelaki dengan wajah masam.


Mommy dan Daddy hanya tersenyum melihat kelakuan mereka yang sangat menghibur.


"Kalian hati-hati" ucap Daddy


"Oke Dadd" balas mereka serempak.


Lalu mereka naik ke dalam mobil yang sudah di sediakan Angga. Khusus Angga dan Weni, mereka akan di sopiri oleh Rega.


Perlahan tapi pasti, mobil yang mereka tumpangi meninggalkan pekarangan mansion megah tersebut.


Mereka akan pergi ke Villa keluarga Angga yang ada di pedalaman Negara P.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2