Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Ke Khawatiran Angga


__ADS_3

Setelah beberapa saat akhir nya mereka sampai juga di mansion Angga.


Mereka dari Bandara sudah berpisah dengan yang lainnya, Angga langsung saja membawa Weni ke kamar yang berada di lantai bawah.


"Tolong panggilkan Dokter pribadi ku" ucap Angga pada Rega.


"Baik Tuan Muda'' balas Rega patuh.


Rega lalu menghubungi Dokter pribadi Angga, lalu ia menyuruh kepala pelayan untuk menunggu nya di depan.


Weni saat ini hanya bisa pasrah dan memejamkan mata saja, karena sejak turun dari pesawat ia terus saja memuntahkan isi perut nya.


"Tuan Muda" ucap Rega dengan menundukan kepala.


Angga langsung menatap Asisten nya dengan wajah yang datar.


"Bicarakan saja" jawab Angga dengan terus saja mengusap pucuk kepala Weni yang ada di pelukannya.


"Tuan Aldi dan Surya sudah kembali mencari Nyonya muda, bahkan Tuan Bram dan Istri nya berpisah karena Bram sudah tidak mau lagi mengikuti kemauan Surya" lapor Rega dengan sopan.


"Maksud nya gimana?" tanya Weni bingung.


"Tuan Aldi semakin membenci anda Nyonya, karena ia menyalahkan anda atas kematian Putra nya yang baru lahir" jawab Rega


Weni langsung menajamkan mata nya, ia ingin sekali bertanya kembali tetapi Dokter sudah datang.


"Periksa dulu ya, nanti kita dengarkan penjelasan dari Rega" ucap Angga dengan lembut

__ADS_1


"Iya Mas" balas Weni patuh.


Lalu kepala pelayan membawa Dokter tersebut masuk.


"Cepat periksa' ucap Angga datar.


Sang Dokter hanya berdecak saja, dan kebetulan memang Dokter nya teman dari Angga dan Rega.


Dokter tersebut langsung memeriksa dengan sangat teliti, ia tidak ingin jadi amukan dari singa jantan ini.


"Sebaik nya besok pagi Istri mu di bawa ke Rumah sakit saja, karena dia terlalu lelah dan aku takut janin nya kenapa-napa" jelas Dokter Tara.


"Nanti Istri mu akan di tangani langsung oleh Wulan Istri ku" lanjut Dokter Tara kembali.


Angga langsung mengangguk dan menyuruh kepala pelayan mengantarkan Dokter Tara.


"Rega, kau juga bisa keluar dulu" ucap Angga tegas.


Weni merentangkan tangan pada Angga saat Rega sudah keluar dari kamar mereka.


"Aku gak papa kok, jangan khawatir begitu" ucap Weni menenangkan Angga.


Angga langsung memeluk Weni dengan erat, ia bahkan menghela nafas dengan sangat kasar.


"Kita sekarang saja ke Rumah sakit nya , gimana?" tanya Angga dengan gusar.


Weni melepaskan pelukannya, lalu ia menangkup wajah sang suami dengan lembut.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, Mas. Kita besok saja ke Rumah sakit nya dan sekarang kita tidur saja ya" bujuk Weni dengan lembut.


'Aku ngantuk banget" ucap Weni kembali.


Angga hanya bisa menganggukan kepala saja, ia sebenarnya masih khawatir tetapi ia juga tidak mau memaksakan kehendaknya.


Mereka lalu berbaring dengan Weni yang terus saja memeluk Angga.


"Mas, coba ceritakan apa yang di maksud oleh Rega tadi" ucap Weni dengan lembut.


Lalu Angga menceritakan semua nya tentang Aldi dan keluarga nya.


Weni hanya diam dan terus saja mendengarkan semua nya, ia bahkan sempat di buat geram dengan kelakuan Aldi


Setelah itu, Angga mengecup kepala Weni dengan lembut.


"Jadi, aku mohon jangan terlalu keluar mansion jika tidak bersama-ku ataupun yang penting" mohon Angga dengan wajah khawatir.


"Aku khawatir mereka akan menemukan mu sebelum semua masalah perusahaan pusat beres" ucap Angga kembali.


Weni mendongkak dan mengecup bibir Angga dengan lembut.


"Mas, aku ini wanita kuat dan aku juga mempunyai kalian yang selalu menjaga ku, jadi kamu jangan khawatir berlebihan ya" ucap Weni dengan lembut.


Angga mengecup kening Weni dengan lembut dan dalam, ia sangat khawatir dengan kesehatan dan keselamatan sang Istri


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2