
Hari-hari berlalu dengan cepat, usia kandungan Weni sudah 3 bulan bahkan perut nya sudah terlihat buncit.
Angga selalu saja di buat gemas dengan tingkah laku istri nya, kadang mood nya bagus, jelek dan banyak lagi drama-drama lainnya.
Seperti saat ini, entah kenapa Weni merengek ingin ikut ke kantor padahal biasa nya jarang mau, walaupun di kantor udah pada tahu bahwa Weni adalah istri sang CEO.
"Mass, gak papa ya?" tanya Weni kembali.
"Iya sayang, tapi jangan kesana-kemari agar tidak lelah" jawab Angga lembut.
Weni langsung memeluk Angga karena bahagia, lalu ia segera bersiap.
Setelah bersiap, Weni dan Angga pun langsung saja melangkah keluar dari kamar nya.
Semua orang sudah menunggu nya di meja makan untuk sarapan.
"Selamat pagi semua" sapa Weni dengan tersenyum.
"Pagi sayang, mau kemana udah rapih?" tanya Mom Yunita
Angga menyuruh Weni duduk terlebih dulu, lalu di susul oleh diri nya.
"Mau ikut sama Mas Angga, Mom" jawab Weni dengan lembut.
"Ohh yasudah" balas Mom Yunita.
"Mbak, hari ini Hana, Dise dan Vio akan ke luar Kota untuk meninjau perusahaan cabang" izin Hana dengan tersenyum.
__ADS_1
"Iya Han, Mbak sudah tahu dari Mas Angga, kalian hati-hati dan terus sama-sama" balas Weni lembut.
Mereka hanya menganggukan kepala saja, lalu setelah itu mereka memulai sarapan pagi nya.
**
Semua karyawan TR menunduk dan menyapa pada Weni dengan sangat sopan.
Mereka selalu terkagum saat melihat ke ramahan sang Nyonya Bos nya.
"Kembali lah bekerja" ucap Weni dengan tersenyum.
Para karyawan hanya menganggukan kepala dengan sopan.
Lalu Angga membawa Weni masuk ke dalam ruangannya, ia hari ini akan meeting dengan beberapa klien penting, tetapi Weni juga akan ikut hadir disana.
"Rega, apa klien nya sudah datang?" tanya Angga langsung.
"Sudah Tuan, tapi Tuan X tidak bisa hadir dan di gantikan dengan Putri nya" jawab Rega.
Angga menganggukan kepala dan langsung saja menuju ke ruang meeting dengan merangkul pinggang ramping sang Istri.
"Silahkan Tuan" ucap Rega saat membuka kan pintu nya.
Angga langsung duduk di kursi kebesarannya dan Weni duduk di samping Angga.
Sedangkan Rega, ia masih menunggu salah satu tamu nya.
__ADS_1
"Kita mulai saja sambil menunggu utusan dari perusahaan X" ucap Angga dingin.
Lalu semua orang yang ada disana langsung mengalihkan pandangan saat pintu terbuka.
Masuklah Rega dengan seorang wanita yang sangat sexy dan menggoda.
"Maaf saya terlambat" ucap wanita tersebut.
Mereka hanya menganggukan kepala dan kembali fokus ke berkas nya.
"Maaf anda siapa ya? Saya ingin duduk disini bersama dengan calon suami saya" ucap wanita tersebut dengan sinis.
Weni mengeryit dan menatap nya dengan tajam, ia bahkan membuat kode supaya Rega diam saja.
Bahkan semua tamu meeting disana bungkam dan menunduk karena takut dengan wajah Angga yang sudah menahan emosi.
"Apa kamu wanita penggoda yang ingin menggoda calon suami ku?" tanya Wanita tersebut penuh dengan penekanan.
Weni bangun dari duduk nya dan otomatis perut nya terlihat buncit karena memakai dress yang pas di tubuh nya.
"Aku bukan wanita penggoda, hanya saja aku sedang meminta pertanggung jawaban pada Tuan Angga karena dia menghamili ku" jawab Weni dengan wajah datar nya.
Wanita tersebut langsung mengepalkan tangannya karena mendengar ucapan Weni.
Sedangkan Weni, ia tersenyum sinis sambil duduk di pangkuan Angga dan hal tersebut memancing emosi wanita tersebut.
.
__ADS_1
.