Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kekecewaan Surya


__ADS_3

Weni hanya bisa menghela nafas kasar saat mendengar bahwa Bibi nya sudah di tahan karena menabrak Paman Herman dengan motiv sengaja.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Angga lembut.


"Aku tidak apa, Mas. Apa sudah selesai semua nya?" tanya Weni balik.


"Sudah, besok kita ke perusahaan dan mengenalkan kamu sebagai CEO disana" jawab Angga tersenyum.


"Iya mengenalkan saja, karena yang akan bekerja nya tetap kamu Mas" kekeh Weni dengan memeluk Angga manja.


"Ya iya sayang, karena sampai kapanpun aku tidak akan menyetujui jika kau bekerja. Buat apa aku bekerja jika bukan kamu dan anak-anak yang menikmati nya" ucap Angga tersenyum.


Weni mengangguk setuju, ia sudah tidak akan sembunyi-sembunyi lagi , dia akan menikmati kehidupan nya yang bebas kembali.


"Ah rasa nya aku sudah sangat ingin belanja bersama Mommy" pekik Weni dengan senang.


"Tapi ingat dengan Baby kita, sayang" tegur Angga dengan mencubit gemas hidung Weni.


Weni hanya cengengesan saja , lalu ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang size.


Angga pun ikut merebahkan tubuh nya di samping Weni.


"Peluk" rengek Weni dengan menyelusupkan kepala nya di ceruk leher Angga.


Angga langsung saja terkekeh dengan tingkah laku Weni, ia memang akan sangat manja jika akan tidur.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, Weni akhir nya terlelap dengan tenang.


Karena memang merasa lelah, akhir nya Angga pun ikut serta memejamkan mata nya sambil memeluk tubuh Weni.


***


Lauren menatap wajah Ayah nya yang di penuhi dengan rasa kecewa.


Mereka sudah sampai di tanah air sejak tadi malam dan Lauren juga sudah tahu bahwa Bunda nya di penjara karena ingin menyelakai Herman.


"Ayah" panggil Lauren dengan lembut


Surya mengalihkan tatapan nya pada asal suara, ia tersenyum saat melihat sang Putri.


Lauren menghampiri Ayah nya dan langsung duduk di samping sang Ayah.


"Lau tahu Ayah sedang kecewa, tapi Lau mohon Ayah jangan sampai mengurung begini" mohon Lauren dengan lirih.


"Ayah perlu waktu sendiri sayang, semua ini seperti mimpi buruk bagi Ayah. Bunda mu mengkhianati Ayah sejak awal dan Ayah sendiri tidak tahu akan hal itu" balas Surya dengan menatap kosong keluar jendela.


Lauren memeluk Ayah nya dengan erat, ia bahkan meneteskan air mata nya.


"Kau tahu Lau, Ayah itu sangat mencintai Bunda mu bahkan Ayah rela hidup susah demi bersama Bunda mu, tetapi apa yang Bunda mu lakukan? Dia membohongi Ayah, Lauren" lirih Surya dengan wajah sendu.


Lauren hanya diam saja, ia bahkan mengeratkan pelukannya pada sang Ayah yang rapuh.

__ADS_1


Surya menguatkan diri nya agar tidak menangis di hadapan Putri nya, ia akan berusaha tetap tegar dengan semua ini.


"Dimana suami kamu?" tanya Surya dengan tersenyum.


Lauren melepaskan pelukan nya pada sang Ayah, ia menatap Ayah nya dengan menghela nafas kasar.


"Mas Aldi sedang ke perusahaan Ayah" jawab Lauren.


"Maafkan Ayah ya, seperti nya Ayah tidak akan ke perusahaan dalam waktu dekat ini" ucap Surya dengan lembut.


"Tidak apa Ayah, emang nya Ayah mau kemana?" tanya Lauren.


Surya hanya membalas nya dengan senyuman saja, ia tidak akan memberitahukan apapun pada sang Putri.


"Apa Ayah akan pergi?" tanya Lauren lagi.


"Iyaa, Nak" jawab Surya dengan tersenyum.


Lauren menatap Ayah nya dengan penuh pertanyaan, tetapi Surya hanya membalas nya dengan senyuman saja.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2