Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kedatangan Surya 3


__ADS_3

Surya langsung saja bangun dengan penuh emosi, ia memandang Herman dengan penuh emosi.


"Aku tahu kau bohong Herman, perusahaan Cokro masih ada bahkan yang di berikan padaku hanya seperempat juga tidak" bentak Surya dengan menggebu.


"Dan saat ini kau berpura-pura miskin di hadapan ku? Kau ingin menguasai harta itu dengan menggunakan keponakan ku, bukan" ucap Surya kembali


"Yang Ayah bilang itu benar, kau menyembunyikan Weni agar harta nya aman kan?" tuding Lauren dengan menunjuk wajah Herman.


"Terserah apa kata kalian, aku sudah lepas tanggung jawab atas semua urusan Tuan Cokro dan sekarang Nona Weni juga entah dimana aku tidak tahu" bentak Herman dengan geram.


"Kalau kalian tidak percaya silahkan geledah, anak buah Ayah mu juga pasti memberi laporan setiap kegiatan ku, bukan?" tanya Herman dengan terkekeh.


"Herman ingat ini, jika kau terbukti tahu semua tentang ini maka aku membuat mu menyesal" ancam Surya dengan penuh emosi.


Lalu Surya pergi dari Apartemen Herman dengan wajah yang di penuhi emosi.


Lauren hanya mengikuti sang Ayah saja.


Setelah kepergian Surya dan Putri nya, Herman bernafas lega dan menghempaskan diri di sofa ruang tamu.


"Bagaimana kelanjutan nya lagi?" tanya Herman pada Joko.


"Belum tahu, Tuan. Saya rasa dia akan datang ke perusahaan tetapi semua sudah di urus oleh Tuan Paris" jawab Joko


"Hmmm, pantau terus mereka Jo. Aku yakin dia akan terus mencari Nona Weni" ucap Herman menghela nafas kasar.

__ADS_1


***


Sedangkan Surya, dia langsung saja pergi ke perusahaan yang di katakan oleh anak buah nya.


"Kau pulang saja dulu, Nak" ucap Surya pada Lauren.


"Baik Ayah, aku akan langsung ke Bandara karena Mas Aldi meminta ku untuk pulang" balas Lauren.


"Yasudah , hati-hati" ucap Surya lembut.


Lauren memeluk sang Ayah sebentar lalu melepaskannya kembali, ia lalu langsung saja ke Bandara bersama anak buah sang Ayah.


Sedangkan Surya, dia langsung menyuruh anak buah nya langsung ke perusahaan WN-Group.


"Lihat saja Weni, aku akan merebut kembali perusahaan itu" gumam Surya dengan penuh keyakinan.


Sesampai nya di sana, Surya langsung turun dengan begitu angkuh nya.


"Apakah benar ini perusahaan Widjadja Group?" tanya Surya.


"Maaf Tuan anda salah, ini bukan Widjadja Group" jawab Resepsionis dengan sopan.


Brakkk.


"Kau jangan berbohong" bentak Surya penuh emosi.

__ADS_1


"Mohon jangan membuat keributan disini, Tuan" tegas Resepsionis


Surya hanya memandang saja lalu ia pergi masuk ke dalam perusahaan tersebut.


"Tuan tunggu, jangan membuat keributan" ucap Resepsionis mengikuti Surya.


Surya langsung membalikan tubuh nya dan menatap Resepsionis tersebut dengan tajam.


"Kalau begitu panggilkan pemimpin perusahaan ini" ucap Surya


"Beliau sedang meeting di luar, jika anda ingin menemui nya besok pagi saja" balas Resepsionis tersebut.


"Kau jangan berbohong, Weni pasti ada di dalam kan" ucap Surya dengan suara lantang.


Para karyawan disana hanya memandang sinis dan berlalu begitu saja.


"Weni, siapa Weni?" tanya Resepsionis dengan bingung.


"Pemilik perusahaan ini nama nya Weni kan, dia adalah keponakan saya" ucap Surya menahan emosi.


"Maaf Tuan, disini tidak ada yang bernama Weni dan perusahaan ini milik Tuan Angga Tamara" balas Resepsionis dengan tegas.


Surya membelakan mata nya, ia tidak mungkin salah dan anak buah nya juga tidak mungkin menipu diri nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2