Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kabar Bahagia


__ADS_3

Siang hari nya, Weni dan Angga keluar dari kamar. Angga langsung membawa Weni ke tempat yang sudah di tentukan oleh Keluarga nya.


"Mas, mau kemana lagi?" tanya Weni bingung.


"Kamu ikut saja, ya" jawab Angga tersenyum.


Weni hanya mengangguk walaupun penasaran, lalu mereka sampai di pinggir pantai.


"Selamat Ulang Tahun" teriak Hana, Dise , Vio dan yang lainnya


Weni menatap mereka dengan wajah kaget dan terharu nya.


"Kalian ikut?" tanya Weni dengan polos nya


"Iya sayang, kami juga ingin memberikan kejutan untuk-mu" jawab Mom Yunita sambil melangkah ke hadapan Weni.


"Terimakasih semua nya" ucap Weni dengan mata berkaca-kaca nya.


"Ayo sekarang kita makan siang bersama" ajak Daddy


"Lets Go" balas Diki dan Amar.


Weni tersenyum dan menggelayut manja kembali pada Angga. Ia tidak ingin jauh dari tubuh Angga dan entah kenapa kalau jauh Weni selalu merasa gelisah.


"Mau makan sama apa?" tanya Angga yang melihat banyak nya menu makanan disana.


Weni melihat satu persatu dan hingga mata nya berbinar melihat Ayam bakar dengan sambal mentah nya.


"Mas, aku mau Ayam bakar sambal mentah" jawab Weni dengan cepat.


"Mbak, tapi itu punya Istri Paman Herman" ucap Zidan dengan lirih.


Weni langsung menatap istri dari Herman, yang bahkan sudah ia anggap seperti Ibu nya, ia langsung menunduk dan meminta Angga mengambil makanan lainnya.


Hesti, istri dari Paman Herman pun memberikan piring yang berisi Ayam bakar tersebut.


"Tidak apa, makanlah jika kamu mau, Nak" ucap Hesti


"Beneran ya, Bu?" tanya Weni dengan antusias.


"Iyaa, Nak. Makanlah" jawab Hesti tersenyum.


"Makasih ya, Bu" ucap Weni dengan memeluk Hesti sebentar.


Angga tersenyum dan mengambil piring tersebut, lalu dengan sangat lahap Weni langsung memakan makanan tersebut.


Hingga Mom Yunita terheran dengan porsi makan Weni, ia akan selalu makan dengan porsi nya yang tidak banyak.


"Biarkan saja Mom, dia belum makan dari tadi" bisik Angga dengan lirih


Setelah selesai, mereka bermain di pantai tersebut, bahkan Weni merengek agar Angga ikut berenang bersama nya.

__ADS_1


Hingga pada akhir nya tidak bisa menolak dan ikut berenang bersama Weni.


Setelah puas, Angga mengajak Weni untuk kembali ke Villa karena sudah terlalu lama main air.


"Ehemmmm" dehem Weni dengan tangan yang sudah agak gemetar.


Angga langsung menatap dan menghentikan langkah nya.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Angga khawatir.


"Gak apa, Mas. Ayo cepat aku udah kedinginan" jawab Weni cepat.


Angga langsung menggendong Weni ke kamar nya dan membawa ke kamar mandi.


"Pake air hangat ya" ucap Angga lembut.


Weni hanya mengangguk patuh, lalu dengan cepat Weni langsung mandi karena memang sudah merasa pusing.


Begitu pun dengan Angga, ia juga langsung membersihkan tubuh nya dengan cepat.


Setelah selesai, Angga langsung mengambil pakaian untuk Weni.


"Sayang , kamu baik-baik saja?" tanya Angga yang sudah selesai berpakian begitupun dengan Weni.


"Mas, kok pusing sih" lirih Weni.


Lalu Angga langsung memeluk dan membawa nya ke tempat tidur.


Weni hanya diam dan terus memijit kepala nya, Angga lalu menelpon Diki agar membawa Dokter ke Villa.


"Sayang" panggil Weni lirih.


Angga langsung menyimpan ponsel nya dan mendekat ke arah Weni.


"Kenapa sayang?" tanya Angga.


"Minum" jawab Weni


Angga langsung memberikan air minum pada Weni, bahkan Angga juga membantu nya agar tidak tersedak.


"Tiduran saja, sebentar lagi Dokter nya sampai" ucap Angga.


Weni mengangguk dan memejamkan mata nya, ia merasa sangat pusing dan agak mual.


Brak.


"Nak, siapa yang sakit?" tanya Mom Yunita dengan wajah panik dan nafas ngos-ngos san.


"Mom, bisa pelan-pelan" lirih Angga dengan wajah datar nya


Tak lama kemudian yang lainnya pun juga hadir disana, wajah mereka pun sama panik nya seperti Mom Yunita

__ADS_1


Sedangkan Mom Yunita, ia menghampiri Weni dan memegang kening Weni lembut, dan hal tersebut membuat Weni membuka mata nya.


"Mom" ucap Weni lirih.


"Kenapa sayang? Wajah kamu pucet banget" tanya Mom Yunita lembut.


"Pusing, Mom" jawab Weni dengan memejamkan mata nya kembali.


"Ya ampun kenapa Diki lama sekali" gerutu Angga dengan menatap ke arah pintu lagi


Hingga tak lama kemudian Diki datang bersama dengan Dokter keluarga Tamara yang memang Angga ajak berlibur.


"Tuan, maaf jalanan macet" ucap Dokter cepat.


"Cepat periksa istri saya" ucap Angga datar.


Yang lainnya langsung menghindar dan memberikan sang Dokter ruang.


Dokter tersebut langsung memeriksa Weni, ia mengeryit kemudian tersenyum.


"Tuan, Nona muda harus di infus karena dia sangat lemah" ucap Dokter dengan tersenyum.


"Cepat lakukan dan kenapa kau malah tersenyum hah" kesal Angga dengan nada tinggi.


Mom Yunita langsung mengusap lembut bahu Putra nya , ia juga bingung dengan reaksi sang Dokter.


"Maaf Tuan, dan ada kabar bahagia yang akan anda dapatkan" ucap Dokter dengan agak takut.


"Apa itu, Dok?" tanya Daddy Paris penasaran.


"Perkiraan saya, Nona Muda saat ini sedang mengandung" jawab Dokter dengan tersenyum.


Hana, Herman dan yang lainnya langsung tersenyum bahagia, mereka sangat tidak menyangka bahwa Weni sedang hamil.


"Me mengandung, Dok?" tanya Angga tak percaya.


"Benar Tuan, selamat anda akan menjadi Daddy" jawab Dokter.


Angga langsung menghampiri Weni dan memeluk nya dengan wajah berbinar bahagia.


"Saya sarankan agar anda membawa Nona muda ke Dokter kandungan" ucap Dokter kembali.


" Terimakasih, Dok. Diki antarkan kembali Dokter" ucap Angga


Mom Yunita dan Dadd Paris tersenyum senang saat mendengar bahwa ia akan menjadi Oma dan Oppa.


Begitu pun dengan yang lainnya, mereka bahagia dan tersenyum senang dengan berita kebahagian ini.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2