Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kehancuran Keluarga Wijaya


__ADS_3

Sedangkan di tanah air, keluarga Aldi dan Lauren saat ini sedang berada di Rumah sakit.


Sejak semalam mereka sudah disana karena Lauren yang terjatuh di kamar mandi dan langsung mengalami pendarahan.


"Kenapa mereka lama sekali" gerutu Bunda Lauren dengan wajah khawatir nya.


Sedangkan Ayah dan Bunda Aldi, mereka duduk dengan tenang di kursi yang ada di sana.


Untuk Aldi sendiri, dia sudah di dalam sejak semalam.


"Kenapa kalian terlihat biasa saja?" tanya Surya penuh dengan selidik.


"Terus kami harus bagaimana Tuan?, kami juga khawatir tapi kami bersikap biasa saja agar Putra dan Menantu kami tidak tegang di dalam sana" jawab Bu Mia dengan menghela nafas.


"Bun" tegur Ayah Bram dengan menggeleng kan kepala nya.


Bu Mia hanya menganggukan kepala dan kembali diam.


"Maafkan Istri saya, Tuan" ucap Ayah Bram.


"Hmmmm" balas Surya dengan ketus.


Lalu mereka kembali duduk dengan tenang agar tidak menganggu ketenangan yang lainnya.


Hingga akhir nya pintu terbuka dan munculah Aldi dengan wajah lesu dan sembab.


"Nak, bagaimana Istri dan Anak mu?" tanya Bunda Lauren


"Lauren baik-baik saja, Bu. Tapi Putra kita meninggal karena benturan yang keras dan Lauren pernah meminum minuman alkohol dan entah kapan itu terjadi nya" jawab Aldi menundukan kepala nya.


"Nak" panggil Bu Mia.


Aldi lalu memeluk Bu Mia dan memeluk nya dengan air mata yang terus keluar.


"Apa saat Lauren tahu kamu di penjara? Karena dia pergi keluar dan pulang-pulang tengah malam" ucap Bunda Lauren dengan tiba-tiba.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu ceroboh, Bun" bentak Surya dengan kesal.


"Sudahlah Yah, semua nya juga sudah terjadi" lirih Aldi dengan menghapus air mata nya.


"Ayah, tolong makam kan Putra ku ya. Aku akan menemani Lauren di dalam" ucap Aldi pada Bram.


Aldi lalu masuk kembali saat suster memanggil nya, sedangkan Ayah dan Bunda Aldi langsung membawa Cucu mereka pulang untuk di makam kan.


Sedangkan Orangtua Lauren, dia ikut masuk ke dalam ruangan bersama dengan Aldi.


"Lauren" panggil Surya dengan menahan emosi.


Sedangkan Lauren, ia langsung memeluk sang Bunda yang sudah ada di samping nya.


Aldi hanya bisa diam dengan wajah yang menahan amarah, ia ingin rasa nya memarahi sang Istri karena teledor.


"Kapan kau meminum alkohol? Ayah tau kau tidak akan sampai membahayakan bayi mu jika itu hanya satu kali" bentak Surya kembali.


"Kau tahu Lauren, dia adalah penerus ku, anak yang selalu aku tunggu dan aku sudah berpesan agar kau menjaga nya dengan baik-baik" ucap Aldi dengan lirih


"Maafkan aku, saat itu aku khilaf saat mendengar Aldi dan Ayah di penjara dan aku menerima ajakan dari teman ku untuk nongkrong di C*ub" cerita Lauren dengan pelan.


"Hingga aku akhir nya meminum beberapa kali disana dan aku juga sempat mengalami pendarahan kecil tapi aku hanya diam karena takut, dan puncak nya kemarin saat aku bertemu dengan temanku di Caffe , mereka memberikan aku minuman itu lagi dan aku aku" ucap Lauren terputus karena melihat tangan Aldi yang sudah terkepal erat.


"Dan kau minum kembali begitu? sampai berapa gelas? sampai kau jatuh di kamar mandi dan membunuh anak kita, begitu?" tanya Aldi dengan penuh emosi.


"Aku kecewa dengan mu, Lau" ucap Aldi kembali dan pergi dari sana dengan membanting pintu.


"Mass maafkana aku, hiks" teriak Lauren dengan histeris.


"Ayah , aku mohon susul Mas Aldi" pinta Lauren dengan tatapan memelas.


"Biarkan saja dia pergi, dia pantas marah dan benci padamu karena kebodohan mu, anak yang dia impikan mati" ucap Surya dengan tegas.


Lalu Surya pun ikut pergi dari sana, ia sama kecewa nya dengan Aldi.

__ADS_1


Meskipun dia selalu memanjakan Lauren, tetapi dia tidak pernah mengajarkan hal bodoh pada nya


***


Disini lah Aldi berada, di makam Putra nya yang baru saja selesai di makam kan oleh Ayah dan Bunda nya.


"Nak, maafkan Ayah yang gagal menjaga mu" ucap Aldi dengan lirih.


Ia menangis dalam diam di depan makan Putra nya, bahkan Ayah dan Bunda Aldi hanya bisa mengelus pundak sang Putra


"Sabar Nak, ini ujian untuk kita" ucap Bu Mia dengan menahan air mata nya.


"Lebih tepat nya ini teguran" ucap Ayah Bram dengan wajah datar nya


"Ayah dan Bunda akan pergi bersama Paman dan Bibi mu, uruslah semua nya disini oleh mu. Ayah sudah sangat lelah dan Ayah juga ingin sekali meminta maaf pada Weni" ucap Ayah Bram tegas.


Aldi langsung menatap Ayah nya dengan tatapan tak percaya, lalu ia bangkit dan menatap Ayah nya dengan bingung.


"Apa segitu penting nya Weni bagi Ayah? Dia itu hanya wanita yang tidak bisa apa-apa selain menumpang pada kita, dulu. Buat apa Ayah meminta maaf pada dia, dia yang harus nya meminta maaf pada kita karena sudah memenjarakan Aku dan Ayah serta mertua ku" balas Aldi dengan lantang


"Terserah padamu, jika Bunda ingin ikut mari ikut dan jika tidak mau maka tinggalah disini bersama Putra mu" putus Ayah Bram dengan bulat.


Lalu Ayah Bram pergi dari sana, di luar pemakaman para Adik dan Adik ipar nya sudah menunggu.


"Aku akan bersama dengan Putra kita, dan aku akan menunggu surat cerai dari mu, Bram" teriak Bu Mia dengan yakin.


Bram langsung menghentikan langkah nya dan menatap tak percaya pada sang Istri.


"Baiklah" balas Bram tegas.


Lalu Bram melangkahkan kaki nya pergi dari sana, ia akan pergi dengan adik-adik nya tanpa harta Wijaya sedikitpun.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2