
Weni dengan santai nya duduk di pangkual Angga dan memeluk tubuh Angga dengan manja.
"Kau dasar wanita tidak tahu diri, Tuan Muda kenapa anda diam saja" ucap wanita tersebut dengan geram.
"Jangan banyak bicara Gia, sopanlah pada Tuan Muda dan Nyonya Muda" bentak klien Angga yang lain.
Wanita yang bernama Gia tersebut malah tersenyum sinis saat mendengar ucapan rekan bisnis Ayah nya.
"Hei siapa yang kau maksud Nyonya muda? Dia?" tanya Gia dengan menunjuk ke arah Weni.
"Ya, memang dia adalah Nyonya kami" jawab Sekertaris Angga tegas.
"Hei dia itu hanya wanita biasa bahkan mungkin saja dia itu wanita m***han" celetuk Gia dengan tatapan jijik nya.
Wajah Angga sudah merah padam bahkan tangannya sudah mengepal sangat kuat di bawah sana.
Orang-orang disana langsung saja menelan ludah kasar saat situasi yang menjadi tegang.
"Kalau memang iya kenapa? Tapi aku bisa melakukan sesuatu pada Angga dengan leluasa, sedangkan kamu? Hanya berkoar tanpa bisa menyentuh nya sama sekali" ledek Weni dengan penuh tantangan.
"Kau itu wanita cantik dan berpendidikan, tapi sayang semua nya jadi minus karena sifat dan sikap mu yang sangat sombong dan arogant" lanjut Weni dengan penuh penekanan.
"Jaga bicara mu, aku bisa melakukan apapun pada-mu" teriak Gia dengan penuh emosi.
__ADS_1
Brakk.
"Diam" bentak Angga dengan wajah penuh emosi.
Gia tersenyum saat Angga membuka suara nya, ia kira Angga akan memarahi Weni untuk nya.
"Tuan muda, dia sudah jahat padaku" rengek Gia dengan manja.
Angga langsung mengeraskan rahang nya dan langsung menyeret Weni ke pelukannya.
"Kau yang harus nya diam, dan kau sudah berani menghina istri ku" geram Angga dengan menunjuk wajah Gia.
"A-apa" kaget Gia dengan mengerjapkan mata nya.
"Rega, putuskan semua kerja sama dengan perusahaan dia dan seret dia keluar dari perusahaan ini" ucap Angga dengan tegas dan dingin.
"Aku akan membalas semua nya pada kalian" teriak Gia saat tangannya di seret paksa oleh Rega.
Sedangkan Angga, ia membubarkan dulu acara meeting nya, ia lalu membawa Weni ke ruangan nya.
"Sayang, apa kamu tidak apa-apa?' tanya Angga dengan khawatir.
"Aku baik-baik saja, Mas" jawab Weni lembut.
__ADS_1
Angga mendudukan Weni di pangkuan nya, lalu ia mengusap lembut perut Weni dan memeluknya dengan sayang.
"Aku akan baik-baik selama berada di dekat mu, Mas" ucap Weni mengusap lembut punggung suami nya.
"Dan dia itu siapa sih, Mas?" tanya Weni penasaran.
Angga melepaskan pelukannya dan menghela nafas kasar.
"Dia adalah Giani, Putri dari Tuan X yang menginginkan aku sebagai menantu nya. Aku sudah menolak nya dengan cara halus dan keras, tetapi mereka tetap saja tidak mengindahkan semua nya" jawab Angga dengan penuh emosi.
"Dia bahkan sampai pernah ingin menjebak ku, dan saat itulah aku mulai tidak suka pada mereka. Ayah, Bunda dan Putri nya itu sama-sama gi** nya" racau Angga kembali dengan raut wajah marah, kesal dan emosi.
Weni mengusap lembut pipi Angga, lalu ia menyenderkan kepala nya di dada bidang sang Suami.
"Jangan emosi begini, aku tidak suka sayang" lirih Weni dengan lembut.
"Maaf sayang" ucap Angga dengan helaan nafas.
Weni menganggukan kepala dan memeluk erat tubuh suami nya.
Sedangkan Angga hanya bisa menahan emosi pada wanita tadi, ia bahkan akan melakukan apapun kalau menyangkut dengan keluarga dan istri nya.
.
__ADS_1
.
.