Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kebencian Aldi


__ADS_3

Bu Mia dan Aldi langsung pulang ke Rumah Aldi, mereka akan membersihkan diri terlebih dulu sebelum ke Rumah sakit lagi.


Aldi memang sangat kecewa pada Lauren, tetapi dia tidak bisa jauh dari nya karena dia sangat mencintai Lauren.


"Tenangkan diri mu terlebih dulu, baru setelah itu kamu pergi ke Rumah sakit" ucap Bu Mia sebelum pergi ke kamar nya.


"Iyaa Bun , Bunda kalau mau kesana ajak saja sopir" balas Aldi yang langsung pergi menaiki tangga untuk ke kamar nya.


Bu Mia menghela nafas saat melihat wajah kekecewaan yang ada di Putra nya, bahkan ia seperti tak memiliki arah lagi.


***


Setelah siap, Bu Mia langsung pergi ke Rumah sakit bersama sopir keluarga Aldi.


Ia membawa banyak makanan untuk menantu dan besan nya.


"Maafkan aku Ayah, karena aku lebih memilih bersama Putra kita daripada bersama mu" gumam Bu Mia dengan menatap keluar jendela mobil.


Sedangkan sang sopir, ia hanya melirik sekilas dan kembali lagi fokus ke jalan.


Hingga tidak lama kemudian, mereka sampai juga di rumah sakit.


"Kamu pulang saja, karena saya akan lama disini dan mungkin akan menginap" ucap Bu Mia pada sopir.


"Baik Nyonya" balas Sopir tersebut.


Bu Mia melangkahkan kaki nya untuk menuju ke ruangan rawat Lauren.


Dan sesampai nya disana, ia langsung masuk kedalam.


"Bun, dimana Mas Aldi?" tanya Lauren dengan mata melirik ke arah pintu.


"Biarkan Aldi menenangkan diri dulu ya, Nak. Nanti juga dia akan kesini, dia hanya sedang merasa kecewa saja" jawab Bunda Mia tersenyum.


Lauren kembali murung dan menundukan kepala nya, ia kembali terisak dan memilih merebahkan tubuh nya.


"Mbak, saya titip Lauren ya. Saya akan pulang dulu nanti malam kesini lagi" ucap Bunda Lauren.


"Pergilah, aku akan menjaga Lauren" balas Bu Mia.


Lalu Bunda Lauren mengecup kening Lauren dan setelah itu ia pergi dari sana.

__ADS_1


"Nak, makan dulu yuk. Nanti Aldi juga akan kesini" bujuk Bu Mia dengan lembut.


"Bun, ini salahku yang teledor dan bahkan aku sangat menyesal. Aku tahu bahwa Aldi sangat mengharap kan anak ini tetapi dengan bodoh nya malah aku bunuh" ucap Lauren dengan penuh sesal.


"Sayang, setiap manusia pasti pernah khilaf dan kamu juga sama. Nanti kita bicara sama Aldi sama-sama ya, dia hanya butuh ketenangan saja" balas Bu Mia lembut.


Lauren akhirnya mau makan dengan segala bujukan sang Mertua, ia akan meminta maaf pada Aldi.


"Minum dulu obat nya" ucap Bu Mia.


Lauren menganggukan kepala dan menerima obat dari mertua nya, setelah itu dia langsung merebahkan diri nya kembali.


"Sebenar nya kamu baik, Nak. Tetapi kamu hanya takut kehilangan saja" batin Bu Mia dengan mengelus lembut kepala Lauren.


Bu Mia memilih duduk di sofa dengan menonton televisi agar tidak bosan.


**


Sedangkan Aldi, dia sedang duduk di balkon kamar nya.


Ia menatap langit yang sedang menampakan ke indahan sore hari.


"Aku kecewa pada-mu, Lauren. Tetapi aku juga tidak bisa pergi ataupun benci padamu. Mungkin ini juga salahku" gumam nya lagi


"Tidak, ini semua salah Weni, bahkan Ayah dan Bunda pisah gara-gara Weni. Aku akan membalas semua nya, Wen" ucap Aldi dengan penuh kebencian.


Lalu ia bangkit dari duduk nya, ia akan pergi ke Rumah sakit untuk menemani sang Istri.


Setelah bersiap-siap, dia langsung melajukan mobil nya ke arah Rumah sakit.


Dan sesampai nya disana, ia langsung menuju ke ruangan Lauren.


Dia sudah tidak sabar ingin melihat kondisi Istri nya.


Ceklek.


Aldi masuk dengan perlahan, ia melihat sang Bunda yang terlelap di atas sofa kamar.


Dan ia melihat Lauren yang sedang terlelap juga.


Aldi langsung menutup pintu nya dengan pelan, ia menghampiri sang istri dan duduk di samping nya.

__ADS_1


"Maafkan aku yang malah pergi begitu saja" ucap Aldi lirih, lalu ia mengecup kening Lauren dengan lembut.


Hingga Aldi mengalihkan tatapan nya karena pintu terbuka.


"Selamat sore, Ayah, Bunda" sapa Aldi dengan menyalami Surya dan istri nya.


"Eum" lenguh Bu Mia dan ia membuka mata nya perlahan.


"Ehh maaf" ucap Bu Mia tak enak.


"Tidak apa, Mbak" balas Bunda Lauren.


Surya langsung mendekati Aldi dan Lauren, ia mengelus lembut kepala Lauren.


Hingga akhir nya Lauren membuka mata nya.


"Emm Ayah, Mass" ucap Lauren dengan berbinar saat melihat ke dua lelaki yang sangat di sayangi nya.


Aldi mendekat dan memeluk Lauren, ia mengecup kening Lauren berkali-kali.


"Jangan tinggalkan aku, Mas" lirih Lauren dengan sendu.


"Tidak akan, sayang" balas Aldi lembut.


"Nak, Ayah ingin bicara dulu pada suami mu" ucap Surya


Lauren melepaskan pelukan nya dan menganggukan kepala.


Aldi dan Surya langsung keluar dan duduk di tempat yang sepi.


"Semua ini gara-gara wanita yang bernama Weni, jika bukan karena dia yang memenjarakan aku sudah pasti Lauren tidak akan begini" ucap Aldi dengan penuh kebencian.


"Bahkan dia juga mengakibatkan Ayah dan Bunda ku berpisah, aku akan membalas nya lihat saja" ucap Aldi kembali dengan menggebu.


"Bagus, tanpa aku minta kau sudah membenci dan akan membalas pada Weni. Aku hanya akan memantau saja" batin Surya dengan tersenyum miring.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2