
Angga , Dadd Paris dan Paman Herman sangat terkejut saat mendengar laporan dari anak buah Rega.
Saat ini, mereka sedang berkumpul di ruang kerja Angga di perusahaan.
"Rega, apa kau yakin?" tanya Paman Herman serius.
"Saya yakin Paman, karena anak buah saya yang bertugas mematai Tuan Surya mengatakan bahwa dia mendengar bahwa Tuan Surya dan Lauren akan ke negara ini" jawab Rega dengan tegas.
"Aku akan pergi membawa mereka dengan alasan bisnis, jadi Surya dan putri nya tidak akan curiga. Dan aku akan berangkat esok pagi" ucap Angga
"Ya kau benar Ga, kau harus segera menyembunyikan Weni. Belum saat nya Surya bertemu dengan dia, meskipun bisa saja mereka berpas'an di jalan" balas Herman dengan menghela nafas.
"Itu yang aku takutkan, apalagi saat ini Weni sedang mengandung" ucap Daddy Paris.
"Yasudah aku akan pulang dulu, aku akan menyuruh Istri dan Putri ku untuk pulang ke mansion terlebih dulu karena aku yakin Surya akan datang padaku" ucap Herman dengan bangkit dari duduk nya.
Daddy Paris dan Angga pun ikut bangun, mereka juga akan pulang ke mansion untuk memberitahu semua nya pada keluarga mereka.
***
Sedangkan di Mansion TR, Weni dan sang Mommy mertua tengah membuat beberapa camilan dan makana siang untuk suami mereka.
Sedangkan yang lainnya jarang pulang untuk makan siang, Weni menata beberapa hasil masakannya di atas meja makan.
"Mommy" panggil Weni dengan tersenyum.
"Kenapa sayang?" tanya Mom Yunita
"Aku mau salad buah nya ya" jawab Weni dengan tatapan menggemaskan.
Mom Yunita terkekeh lalu mengambil satu cup salad buah yang sudah ia buat tadi.
__ADS_1
"Makanlah sayang, apa kamu sudah lapar, Nak?" tanya Mom Yunita meneliksik.
Weni menerima cup salad tersebut dan menatap Mertua nya dengan tersenyum malu.
Seketika Mom Yunita menghele nafas nya, ia lalu mengajak dang menantu untuk duduk di ruang makan.
"Kamu makan duluan saja, Nak. Angga juga tidak akan marah kok" ucap Mom Yunita lembut.
"Tidak usah Mom, aku akan tetap menunggu Mas Angga" balas Weni tersenyum.
"Aku juga kan sedang makan salad Mom" ucap Weni kembali.
Mom Yunita hanya bisa menganggukan kepala dengan pasrah, ia tidak akan mungkin memaksa sang menantu.
Hingga tak lama kemudian salad yang Weni makan habis tanpa tersisa.
Weni lalu tersenyum pada Mommy nya, ia lalu beranjak untuk ke dapur.
"Ada apa, Mom?" tanya Daddy Paris bingung.
"Kenapa kalian lama sekali pulang nya? Menantu ku sudah kelaparan menunggu kalian berdua. Bahkan aku sudah menyuruh nya makan duluan tetapi dia tidak mau karena menunggu kau Angga" omel Mom Yunita dengan perasaan kesal.
Deg.
Angga langsung terbelak dan bangkit dari duduk nya. Ia langsung menuju ke dapur untuk mencari istri nya.
Mom Yunita hanya diam dan mengambilkan makanan untuk suami nya.
Sedangkan Angga, ia merasa sangat sakit dan bersalah pada sang Istri.
Saat ini, Weni bahkan sedang memakan cake dengan bergumam kecil.
__ADS_1
"Tunggu dulu ya, Nak. Nanti setelah Daddy dan Oppa pulang kita akan makan enak buatan Mom dan Oma" lirih Weni dengan mengusap lembut perut buncit nya.
Angga meringis dan langsung saja menghampiri sang Istri.
"Sayang, sedang apa?" tanya Angga dengan lembut.
Weni terlonjak kaget dan membalikan tubuh nya, ia tersenyum dengan kehadiran sang Suami.
"Mas" pekik Weni dengan bahagia.
Angga tersenyum dan langsung saja memeluk Weni dengan hangat.
"Ayo makan" ajak Angga.
Weni menganggukan kepala dengan berbinar, lalu mereka melangkahkan kaki nya keluar dari dapur.
***
Sedangkan di Bandara, Surya baru saja tiba dengan putri nya, Lauren.
Mereka langsung saja menuju ke Hotel untuk beristirahat terlebih dulu.
"Ayo kita ke Hotel dulu, sebelum nanti kita akan menemui anak itu" ucap Surya dengan datar.
"Iya Ayah, aku sudah sangat ingin menerkam nya" balas Lauren dengan wajah kesal.
Lalu mereka naik ke mobil yang sudah di siapkan oleh anak buah nya, setelah itu sang Ayah melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata-rata.
.
.
__ADS_1
.