
Keluarga Surya masih di landa emosi dan perdebatan, Bunda Lauren tetap menyangkal bahwa Lauren adalah Putri dari Surya Widjadja sedangkan Surya? Dia sudah tidak percaya lagi.
"Gita, jujurlah padaku sekarang" ucap Surya dengan nada pelan.
"Apa semua ini kau lakukan saat aku sakit parah dan juga tidak mau mengambil pemberian dari Ayah Widjadja?" tanya Surya dengan tatapan yang penuh emosi, kecewa dan sedih.
Lauren melepaskan pelukan dari Aldi, dia mendekati sang Ayah yang sedang menahan kecewa dan emosi nya.
"Ayah" panggil Lauren sendu.
Surya menatap Lauren dengan tatapan lembut dan hangat, dia tidak akan melepaskan Putri nya yang sudah ia nantikan sejak dulu bahkan ia rawat sejak lahir, terserah walaupun Lauren bukan Putri kandung nya.
"Kau akan tetap menjadi Putri Ayah, walaupun ternyata kebenaran itu menunjukan Bunda mu mengkhianati Ayah" ucap Surya dengan tegas tetapi lembut.
Lauren lalu memeluk Ayah nya dengan sangat erat, ia menangis terisak di pelukan sang Ayah.
Setelah puas memeluk sang Ayah, Lauren lalu menatap sang Bunda dengan penuh kecewa.
"Bun, katakan yang sejujur nya sekarang" ucap Lauren dengan tegas.
"Apa yang harus Bunda katakan Nak? Kau memang Putri kandung Bunda dan Ayah" balas Bunda Lauren dengan yakin.
__ADS_1
"Bunda tidak usah berbohong lagi pada ku dan Ayah, jujurlah Bun selagi kami bisa sabar dan menerima nya" ucap Lauren kembali.
Bunda Lauren langsung bangun dari duduk nya dan mendekati Putri dan Suami nya.
"Baiklah jika kalian tetap memaksa, ya kau bukan Putri Surya Lauren" ucap Bunda Lauren dengan lantang dan tegas.
"A apa" kaget Lauren dengan air mata yang kembali menetes.
"Memang ini kenyataan nya, dia bukan Ayah kandung mu. Ayah kandungmu sudah mati karena di bunuh oleh Ayahku dan pada saat Bunda dan Ayah Surya menikah , saat itu Bunda sudah hamil" jelas Bunda Lauren dengan sorot mata yang sulit di mengerti.
Surya langsung menundukan kepala dan mengepalkan tangan nya dengan kuat.
"Ke kenapa semua ini terjadi, hiks hiks" lirih Lauren dengan lemah.
Aldi langsung saja menahan tubuh Lauren agar tidak terjatuh ke lantai.
"Bawa dia ke kamar kalian, Al" ucap Surya dengan datar.
"Baik Ayah" balas Aldi dengan patuh.
Setelah kepergian Putri dan menantu nya, Surya menatap sang Istri dengan penuh emosi.
__ADS_1
"Lancang sekali kau membohongi ku, aku sudah sangat mencintai mu sampai saat ini, bahkan aku juga berusaha membuat kehidupan kita di atas demi mu dan Lauren. Tetapi, dengan enteng nya kau membodohi ku" ucap Surya dengan datar.
"Mas, maafkan aku , sungguh aku minta maaf" mohon Bunda Lauren dengan bersujud di kaki Surya.
"Pergilah dari hadapan ku, jangan muncul lagi di kehidupan ku dan Lauren" tegas Surya dengan pergi dari sana.
"Masss aku mohon jangan ceraikan aku hiks" pekik Bunda Lauren dengan terisak.
Tetapi semua nya sia-sia, Surya sudah pergi jauh bahkan dia tidak menoleh ke arah Bunda Lauren.
"Semua nya gara-gara kau Herman, kalau kau tidak membuka masalalu ku semua nya tidak akan begini" gumam Bunda Layla dengan penuh emosi.
Lalu Bunda Layla bangun dan berjalan pergi dari sana, ia akan membalas kan dendam nya pada Herman saat ini juga.
Bahkan Bunda Layla tidak memikirkan resiko dari semua nya.
.
.
.
__ADS_1