Wanita Tangguh-Ku

Wanita Tangguh-Ku
Kemarahan Surya


__ADS_3

Angga baru bisa bernafas lega saat semua nya baik-baik saja, tetapi ia juga harus menjaga extra sang istri agar tidak terlalu lelah.


"Mas, kita di mansion Mommy saja yuk" ajak Weni dengan tersenyum.


"Iya sayang, Mas juga tidak akan tenang jika kamu di tinggal sendiri" balas Angga memeluk tubuh sang istri.


"Yeay jadi aku ada temannya" ucap Weni dengan bahagia


Angga terkekeh dan terus saja memeluk tubuh sang istri.


Sesuai rencana nya, besok dia akan pindah kembali ke mansion utama demi keselamatan dan kebaikan Weni.


"Sayang" panggil Angga lembut.


"Kenapa, Mas?" tanya Weni dengan menatap nya bingung.


"Semua perusahaan dan aset sudah atas nama mu dan ada dalam nauangan ku. Tetapi ada yang membocorkannya pada Paman mu Surya, jadi otomatis dia sudah tahu bahwa Ayah mu memiliki perusahaan lain" jawab Angga dengan menghela nafas kasar.


Weni lalu melepaskan pelukannya, dia lalu menatap wajah suami nya yang banyak sekali pikiran.


"Siapa orang itu, Mas?" tanya Weni serius.


"Aku tidak tau, tetapi dia tidak tahu bahwa kita sudah menikah dan dia juga sudah di lindungi Surya" jawab Angga.


"Maafkan aku yang sudah lalai" ucap Angga lirih.

__ADS_1


Weni menggelengkan kepala dan memeluk sang suami dengan hangat.


"Tidak Mas, kamu itu tidak salah bahkan kita juga tidak tahu bahwa akan adanya pengkhianatan. Kita hanya harus menjadikan nya pelajaran saja" balas Weni tegas.


"Aku yakin kok, kita semua pasti akan bisa melawan Paman Surya" ucap nya lagi dengan yakin.


Angga tersenyum dan ia juga mengecup kepala Weni dengan lembut, ia merasa bangga dengan sikap sang Istri yang sangat tegas dan bijak.


"Aku sangat beruntung sekali, mendapatkan istri yang baik, cerdas, cantik lagi. Aku akan selalu berada di samping-mu untuk senang dan duka, kita akan berjuang bersama-sama" balas Angga lembut.


Weni menganggukan kepala dan kembali memeluk suami nya.


Lalu mereka memutuskan untuk merebahkan tubuh nya dan tidur.


***


Berbeda dengan Surya, saat ini dia sedang mengamuk karena merasa di bohongi oleh Kakak tiri nya.


Bahkan anak buah nya sampai menunduk takut karena melihat wajah sang Bos yang menyeramkan.


"Arrgghh sial" maki nya dengan sangat keras.


Surya lalu menghamburkan beberapa berkas yang ada di meja kerja nya.


"Berani sekali dia membohongi ku, aku kira hanya perusahaan ini saja yang dia punya" gerutu nya lagi dengan wajah memerah menahan kesal.

__ADS_1


Surya lalu mendekati anak buah nya yang membawa informasi.


"Apa kau tahu dimana anak itu berada?" tanya Surya


"Aku tidak tau, Tuan. Aku hanya tahu bahwa dia masih hidup dan berada di Negara P. Bahkan semua aset nya di pindahkan atas nama dia dan yang lebih aneh nya Pak Herman meminta naungan pada keluarga TR" jawab anak buah nya dengan menundukan kepala.


Surya langsung menggebrak meja dengan kesal, ia lalu berlalu ke arah kursi nya.


"Ahh sial kau Hermann" teriak Surya penuh emosi.


"Kalian, cari anak itu sampai ketemu dan bawa kehadapan ku secepat nya" perintah Surya dengan penuh emosi yang memuncak.


"Cari di Negara P dan cari sampai ke liang semut jika perlu' titah nya lagi dengan mengepalkan tangan.


"Baik Tuan" patuh anak buah nya.


Lalu anak buah nya bergegas pergi dari sana, ia tidak ingin mendapatkan amukan kembali dari sang Tuan.


"Pantas saja aku tidak dapat menemukan nya, ternyata dia pergi ke Negara P" gumam Surya dengan menatap jauh keluar jendela.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2