WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU

WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU
Capture 10


__ADS_3

Setalah Reva pergi Iskandar menatap kearah Raffa yang masih nampak sedikit canggung.


"Dia itu sepupunya Intan. Dan dia adalah seorang wanita yang pintar dan juga apa adanya. Dia juga seorang disainer namun kalau di Jakarta dia hanya bekerja sebagai office girl di salah satu mall di Jakarta entah apa alasannya."Iskandar pun menjalankan hal yang sama sekali tak perlu Raffa dengar.


Raffa pun tersenyum sembari menatap kearah dua sahabatnya itu..


Setalah merasa cukup lama berbincang Raffa pun akhirnya memutuskan untuk berpamitan pulang ke hotel tempat dia menginap..


Dalam perjalanan Raffa ke hotel,Raffa mampir dulu ke sebuah mall untuk membeli sesuatu dan disana ada sebuah acara fashion weeks dan Raffa melihat sosok yang baru saja di kenalkan padanya yaitu Reva.


Reva nampak sangat cantik mengenakan celana jeans panjang yang di padukan dengan t'shirt berwarna putih membuat Reva telihat sangat cantik..


Raffa pun hanya menatapnya sekilas dan dia langsung pergi untuk membeli makanan dan kemudian kembali ke hotel.


Setelah sampai di dalam kamar hotel Raffa pun langsung melepaskan jasnya dan kemudian membersihkan diri..


Setelah selesai Raffa pun langsung makan dan beristirahat..


Tiba tiba saja bayangan wajah Reva melintas di benaknya namun rasa sakit yang pernah dia rasakan kembali menghampiri sehingga dia tak akan mudah untuk mengenal wanita apalagi wanita seperti Reva.


"Raffa ayo bangun semua wanita itu sama saja. Tak ada wanita yang baik kecuali Bunda dan selebihnya hanyalah wanita munafik yang berkedok wanita baik baik.."hal yang telah di alaminya dari Arumi membuat Raffa sangat membenci wanita...


Raffa pun memilih untuk merebahkan tubuhnya dan kemudian beristirahat..


Raffa tak ingin memikirkan apapun dia hanya ingin fokus dalam bekerja dan juga fokus dalam berkarir..


Pada pagi harinya...

__ADS_1


Raffa pun bangun pagi pagi sekali dia pun langsung pergi ke bandara untuk segera kembali ke Indonesia.


Tanpa di sadari Raffa kembali ke Indonesia satu pesawat dengan Reva mungkin itu adalah sebuah jodoh atau sebuah kebetulan entahlah.


Raffa pun duduk di kursinya yang tanpa sengaja berdekatan dengan Reva. Reva pun tersenyum sembari membungkukkan kepalanya..


Raffa pun hanya tersenyum sembari mengangguk dia mengira bahwa itu hanyalah mimpi namun nyatanya Reva benar benar ada di sampingnya...


Reva pun diam saja dia duduk dengan santai bahkan Reva memilih untuk tidur. Raffa pun curi curi pandang menatap wajah Reva yang terlelap,terlihat cantik alami tanpa make up..


"Cantik.."gumamnya dalam hati..


Raffa pun langsung mengalihkan pandangannya dan lebih memilih untuk memejamkan matanya.


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya keduanya pun sampai di Jakarta. Reva pun langsung pergi menggunakan taksi dan sikap Reva membuat Raffa terdiam menatapnya..


Wanita cuek dan juga angkuh dengan orang yang baru dia kenal dan sikapnya membuatnya sedikit kagum.


Setelah melihat Reva pergi, Raffa pun langsung naik ke mobilnya dan kemudian dia pulang kerumahnya untuk bertemu dengan sang Bunda wanita yang paling dia sayangi selama hidupnya...


Sesampainya di rumahnya,Raffa langsung di sambut hangat oleh sang Bunda.


"Assalamualaikum,,Bunda.."ucap Raffa memberikan salam pada sang Bunda...


Ibu Maurel yang sedang berada di ruang tamu pun langsung menyambut putranya dengan senyuman yang begitu manis.


"Waalaikumsalam salam. Raffa akhirnya kamu sampai juga. Bunda sangat merindukanmu. Bagaimana pekerjaan kamu di sana apa sudah selesai?"tanya sang Bunda sembari memberikan secangkir teh untuk sang putra.

__ADS_1


Raffa pun tersenyum dan kemudian mengangguk..


"Alhamdulillah sudah Bunda,oh iya gimana Bunda di tinggal sendiri gak apa apa kan? oh iya Bunda laki laki itu gak menghubungi Bunda lagi kan?"Raffa pun bertanya mengenai sang Ayah..


Ibu Maurel pun tersenyum dan kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok Raffa,kamu gak perlu khawatir dia gak akan berani ganggu Bunda lagi. Raffa ini sudah satu tahun lamanya apa gak sebaiknya kamu memulai hidup baru kamu lagi kamu harus mencari seorang pendamping untuk menemanimu."ucapan sang Bunda membuat Raffa langsung menatapnya.


Raffa pun tersenyum kecut,terlihat masih ada luka di dalam dirinya yang tak mudah untuk di sembuhkan..


"Raffa masih belum memikirkan itu Bunda,lagipula Raffa sudah gak percaya sama wanita lain selain Bunda."jawaban Raffa membuat sang Bunda merasa sedikit kecewa.


Ibu Maurel pun kembali menatap sang putra dan menyakinkan bahwa gak semua wanita itu sama dan dimana pun orang baik pasti akan selalu bertemu dengan orang yang baik juga...


Hal itu pun langsung membuat Raffa menatap sang Bunda. Dia tak kuasa untuk membuat hati sang Bunda merasa sedih dan juga kecewa.


"Bunda doakan saja supaya Raffa bisa bertemu dengan orang yang tepat. Tapi untuk saat ini Raffa masih ingin berkarir Bunda.."Raffa kamu memegang tangan sang Bunda dan kemudian menyakinkannya.


"Raffa pasti akan menemukannya tapi gak sekarang Bunda,maaf rasa sakit kemarin masih begitu membekas di dalam hati Raffa dan jujur Raffa sudah tak percaya lagi pada wanita. Tapi demi Bunda Raffa pasti akan mencari wanita yang tepat.."ucapan Raffa pun berhasil membuat hati Ibu Maurel merasa tenang...


...****************...


Di lain tempat...


Setelah perceraiannya satu tahun yang lalu kini kehidupan Pak Arga benar benar kacau,dia tinggal di rumah yang besar namun hidupnya terasa hampa. Apa yang di lakukan olehnya benar benar dia sesali..


Jika saja dia tak mengikuti nafsunya tentu saja dia tak akan kehilangan anak dan istrinya. Orang orang yang sudah menemaninya sejak nol namun kini di saat usianya sudah tak muda lagi dia justru sendiri.

__ADS_1


"Bunda,Raffa maafkan Ayah. Ayah tahu jika Ayah sudah mengecewakan kalian tapi Ayah benar benar menyesalinya dan Ayah juga merasa sangat bersalah atas apa yang telah terjadi. Raffa harus dengan cara apa Ayah meminta maaf padamu."Pak Arga pun menitikan airmatanya sembari menatap foto anak dan istrinya...


Rasa kecewa dan penyesalan terlihat jelas di mata laki laki tua itu namun semuanya gak semudah itu. Bahkan jika dia meminta maaf ribuan kali tak akan pernah bisa membuat hati anak dan istrinya kembali membaik bahkan jika dia harus membayarnya dengan nyawanya mungkin itu baru sepadan dengan apa yang telah dia lakukan pada anak dan istrinya selama ini...


__ADS_2