
Reva pun merasa canggung namun pada akhirnya dia tersenyum..
"Aku berharap kamu bisa menyimpannya sebagai tanda persahabatan kita. Lihatlah aku sangat menyukai jam tangan yang kamu berikan terima kasih untuk ini.."ucap Raffa sembari memberikan cincin itu kembali pada Reva...
Reva pun tersenyum sembari menatap wajah tampan Raffa.
"Terima kasih Mas,aku akan menyimpan ini sebagai kenangan."ucap Reva penuh dengan kebahagiaan...
Tak lama setelah itu mereka pun sampai di sebuah hotel tempat mereka akan menikmati makan siang bersama...
"Ini adalah restoran favorit aku. Aku suka banget makan disini.."Raffa pun terlihat jauh lebih santai dan juga lebih banyak tersenyum dari biasanya..
Reva pun tersenyum sembari menatap ke sekeliling tempat itu. Tempatnya cukup nyaman dan juga memiliki privasi tersendiri sehingga tak semua orang bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
"Tempatnya sangat nyaman ya Mas."ucap Reva dengan nada suara yang lembut...
Raffa pun tersenyum dan kembali menatap wajah Reva.
"Iya itu alasannya kenapa aku suka sama tempat ini. Ya sudah kamu mau pesan makanan apa?"tanya Raffa lirih.
"Apa aja terserah Mas aja..."ucap Reva lirih...
Raffa pun langsung memesan beberapa jenis makanan dan tak lama mereka menunggu akhirnya makanannya pun datang..
Raffa sesekali mencuri pandang terhadap Reva namun Reva tak menyadarinya..
Raffa pun memberanikan diri untuk meminta kontak Reva. entah kenapa perasaannya begitu menggebu terhadap Reva.
"Rev,,bolehkan aku meminta kontak kamu. emm aku hanya ingin berteman sama kamu itupun kalau kamu boleh."ucap Raffa lirih.
Reva pun tersenyum kemudian mengangguk..
Reva langsung memberikan nomer kontaknya dan setelah itu Raffa pun tersenyum menatap wajah cantik Reva.
"Terima kasih..."ucap Raffa dengan penuh kebahagiaan...
__ADS_1
Setelah itu keduanya pun melanjutkan untuk berjalan jalan.. Raffa sendiri merasa sangat senang hari ini bahkan kejadian di pagi hari itu pun dia lupakan dalam sekejap..
Raffa pun tak pernah membayangkan akan bisa merasakan jatuh cinta lagi namun Raffa bertekad untuk menunggu waktu yang tepat terlebih dahulu sebelum dia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya pada Reva.
Reva pun menatap kearah Raffa sesekali dia pun mencuri pandang. Reva tetap gak mau memperlihatkan bahwa dirinya juga memiliki rasa terhadap Raffa pada pandangan pertama dulu..
"Kenapa kamu terlihat begitu tampan Mas sehingga membuat aku merasakan sesuatu yang berbeda. Namun aku takut jika nanti perasaan aku akan membuatmu merasa tak nyaman."Reva pun berbicara pada hatinya sendiri.
...****************...
Setelah selesai makan siang bersama dan kemudian mereka memutuskan untuk berjalan jalan sekejap..
"Bagaimana kalau kita jalan jalan dulu. Sebagai teman aku ingin..."Raffa pun mengehentikan ucapannya...
Reva pun mengangguk tanpa berfikir panjang lagi dia pun menerima ajakan Raffa untuk berjalan jalan...
Raffa nampak bahagia sekali karena saat ini Reva mau jalan bersamanya...
Reva dan Raffa pun berjalan jalan ke suatu pusat perbelanjaan. setalah cukup lama berkeliling dan berjalan keduanya pun memutuskan untuk nonton bioskop..
Jam menunjukan pukul delapan malam tak terasa Raffa dan Reva menghabiskan hari bersama.. Raffa nampak senang hari ini karena bisa menghabiskan waktu dengan Reva wanita yang mungkin kini sudah ada di dalam lubuk hatinya...
"Terima kasih untuk hari ini ya Rev.."ucap Raffa lirih. Bagaimana kalau aku yang mengantarkan kamu pulang saja?"ucap Raffa kemudian.
Reva pun menganggukkan kepalanya mendoakan bahwa dirinya tak keberatan di antarkan oleh Raffa.
"Baiklah Mas tapi maaf rumahku tak mewah Mas jangan kaget nantinya."ucap Reva merendah...
Tak lama setelah itu Raffa pun mengantarkan Reva pulang kerumahnya..
Sesampainya di sebuah kompleks yang cukup mewah Raffa melihat seseorang yang sangat femiliar untuknya.
"Ini rumahku Mas mari silahkan mampir dulu.."ucap Reva sembari turun dari mobil mewah milik Raffa.
Raffa pun ikut turun dia ingin menjadi laki laki yang baik yang mengantarkan anak gadis orang hingga pulang ke rumah orang tuanya. Tak lama setelah itu ada seorang laki laki yang femiliar untuknya keluar untuk membuatkan pintu. .
__ADS_1
"Assalamualaikum Ayah.."ucap Reva sembari mencium punggung tangan Pak Andi..
Pak Andi pun tersenyum melihat Reva pulang,namun Pak Andi sangat terkejut karena Reva pulang di antarkan oleh bosnya sendiri...
"Pak Raffa.."ucap Pak Andi lirih.
Raffa sangat terkejut melihat orang kepercayaannya di kantor adalah Ayah dari wanita yang kini telah mengisi hatinya.
"Pak Andi,maaf aku mengantarkan Reva pulang agak telat mohon Bapak jangan marahin dia karena ini salah aku.."ucap Raffa lirih.
Raffa tiba tiba saja berubah menjadi laki laki yang begitu lembut sangat berbeda dari biasanya yang dia lihat di kantor.
Pak Andi pun tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"Pak Raffa bisa saja. Pak mari silahkan masuk mampir dulu di gubuk saya."Pak Andi pun masih bersikap begitu lembut dan juga formal..
Raffa pun tersenyum dan kemudian dia menatap kearah Reva yang sedang bingung melihat dua laki laki itu..
"Pak Andi kalau sedang tak di kantor jangan panggil Bapak,panggil aja Raffa karena ini di luar jam kerja."ucap Raffa sembari tersenyum membuat suasana kembali mencair..
Raffa pun masuk kedalam rumah Pak Andi,sedangkan Reva merasa bingung kenapa sang Ayah terlihat begitu dekat dengan Raffa.
"Reva,,ini adalah Bos Ayah di kantor. Kamu hutang penjelasan sama Ayah.."ucapan Pak Andi membuat Raffa tersenyum..
Raffa pun melirik kearah Reva dan tersenyum kepadanya membuat jantung Reva berdetak jauh lebih kencang. Kanapa bisa seorang Raffa membuat hatinya menjadi salah tingkah..
"Rev,buatkan Mas Raffa minuman kenapa malah kamu bengong di sana?"ucap Pak Andi membuat Reva langsung bergegas pergi kedapur..
Raffa pun tertawa dalam hatinya melihat sikap Reva yang sepetinya salah tingkah menghadapi sang Ayah. Hal itu membuat Pak Andi melihat ada tatapan yang berbeda di mata Raffa membuatnya sempat berfikir apakah mereka berdua memiliki hubungan yang tak di ketahui ya.
Pak Andi dan Raffa terlihat begitu akrab.
Jam menunjukan telah pukul 10 malam membuat Raffa harus segera berpamitan untuk pulang. Setelah Raffa pulang pak Andi langsung memberikan pertanyaan tentang hubungan Reva dengan Raffa.
Reva pun hanya menundukkan kepalanya dan kemudian tersenyum..
__ADS_1
"Kamu hanya berteman saja Ayah gak ada yang lebih daripada itu."ucap Reva dengan malu malu membaut Pak Andi mengerti dan lebih memilih untuk tak memperdulikannya....