
Mata Reva menjadi berkaca kaca setelah mendengar apa yang di katakan oleh Pak Arga. Kini Reva sangat menyesali apa yang telah di lakukan..
"Reva,Om sangat yakin bahwa Raffa benar benar mencintaimu dan Om sangat berharap bahwa kalian akan bisa kembali bersama seperti dahulu."ucapan Pak Arga membuat Reva langsung tersentak dari lamunannya..
Reva pun kembali menatap laki laki yang kini ada di hadapannya itu.
"Maksud Om?"tanya Reva lirih.
"Kembalilah dengan Raffa dia adalah laki laki yang baik dan juga bertanggung jawab. Om tahu kalau kalian saling mencintai dan Om juga yakin bahwa kamu dan Raffa juga merasakan hal yang sama jangan kalian siksa perasaan kalian sendiri. Reva dengarkan Om,Om hanya ingin menjelaskan apa yang harus kamu ketahui bahwa Raffa meninggalkan hari pernikahan kalian itu karena Om jadi Om mohon jangan hukum Raffa karena kesalahan Om."Pak Arga pun memohon laki laki paruh baya itu pun berlutut di hadapan Reva untuk putranya.
Reva pun kaget melihat Pak Arga yang tiba tiba saja berlutut di hadapannya. Reva tak pernah menyangka bahwa seorang laki laki berwibawa seperti Pak Arga akan melakukan hal semacam itu..
"Om jangan seperti ini Reva mohon.."Reva pun langsung duduk di hadapan Pak Arga dan dia juga telihat sedih..
Reva pun memegang tangan laki laki paruh baya itu..
"Om gak usah khawatir Reva janji Reva akan menemui Mas Raffa untuk meminta maaf dan jujur Reva juga terkejut mendengarnya tapi Reva juga yakin bahwa Om pasti sangat menyayangi Mas Raffa. Om sekarang bangun jangan seperti ini Reva menjadi gak enak hati melihatnya."Reva pun mengajak Pak Arga untuk berdiri.
...****************...
Setalah pertemuannya dengan Pak Arga,Reva pun telihat menjadi murung dia tahu bahwa tak seharusnya di meninggikan Mas Raffa begitu saja. Pak Andi yang melihat itu pun langsung bertanya pada Reva.
"Sayang kamu kenapa kok murung? Apa ada hal yang sedang kamu pikirkan Nak?"tanya Pak Andi lirih.
Reva pun menatap kearah sang Ayah dan kemudian memeluknya..
"Ayah tadi Pak Arga datang menemui Reva dia menjelaskan semuanya. Menjalankan tentang alasan Mas Raffa meninggalkan tempat pernikahan kami. Ayah apakah Reva keterlaluan jika sekarang Reva justru meninggalkan Mas Raffa."Reva pun kini menitikan airmata..
Pak Andi pun hanya tersenyum hampir sembilan bulan sudah mereka bersembunyi dari pandangan Raffa namun Pak Andi selalu tahu apapun yang terjadi.
__ADS_1
"Ayah sudah tahu sayang karena beberapa hari yang lalu Pak Arga juga menemui Ayah dan dia juga menjelaskan semuanya. Reva semua terserah padamu itu kenapa tadi Ayah bertanya padamu tentang perasaanmu. Reva jika kamu masih mencintai Raffa pergilah susul dia dan luruskan semuanya Ayah akan selalu mendukung apapun keputusan yang kamu ambil.."Pak Andi pun tersenyum sembari menatap wajah sang putri.
Reva kini terdiam dia tak tahu lagi harus bagaimana untuk menjelaskan semuanya pada Raffa,Reva masih belum bisa melupakan kejadian itu namun perasaan cintanya pada Raffa sangat besar sehingga dia juga tak bisa melupakan Raffa begitu saja..
"Iya Ayah terima kasih jujur dalam hati kecil Reva,Reva masih sangat mencintai Mas Raffa dan tak mudah untuk Reva bisa berpaling darinya."Reva pun pada akhirnya mengakui tentang perasaan di dalam hatinya bahwa dia juga masih sangat mencintai Raffa.
Pak Andi pun senang setelah mendengar apa yang di katakan oleh putrinya itu..
"Untuk itu kejarlah cintamu jangan biarkan dia menunggu terlalu lama dan jangan sampai kamu menyesalinya nanti.."Pak Andi pun menyarankan hal yang terbaik untuk putri kesayangannya itu.
Reva pun tersenyum dan mengangguk Reva sangat bersyukur karena memiliki Ayah yang begitu baik dan juga sangat pengertian hal itu yang membuat Reva selalu bangga bisa memiliki orang tua seperti Pak Andi.
"Iya Ayah secepatnya Reva akan kembali ke Jakarta untuk menemui Mas Raffa."Reva pun kembali memeluk Ayahnya dengan erat...
...****************...
Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahan Alaska..
"Mas Raffa aku merindukanmu.."ucapnya sembari memeluk Raffa dengan erat..
Mata Raffa pun langsung menatap kearah Arumi. Dengan penuh amarah Raffa pun mendorong tubuh Arumi menjauh darinya.
"Apa yang kamu lakukan Rumi apa kamu tak tahu malu ini kantor.."ucap Raffa dengan tegas.
Dan ada perlu apa lagi kamu menemui aku. Kita sudah tak punya hubungan apa apa lagi jadi aku mohon pergilah jangan pernah lagi muncul di hadapanku karena aku tak akan pernah mau untuk melihatmu lagi.."Raffa pun terlihat begitu emosi..
Raffa berharap yang datang menemuinya adalah Reva bukan Arumi wanita yang pernah membuatnya begitu terluka..
Mata Arumi pun langsung membulat mendengar apa yang di katakan oleh Raffa dia tak bisa terima dengan apapun yang di katakan oleh Raffa.
__ADS_1
"Tapi Mas aku masih sangat mencintaimu dan aku ingin memperbaiki semuanya."Arumi pun masih memohon tanpa tahu malu.
Raffa pun tersenyum dan kemudian menatap Arumi sinis..
"Arumi apa kamu lupa apa yang pernah kamu lakukan bersama Pak Arga waktu itu. Kalian berdua layaknya bintang yang tak tahu malu melakukan itu di depan mataku apa masih pantas kamu bilang kamu mencintaiku dan lagi pula aku gak akan pernah mengambil bekas dari Arga Alaska.."ucapan Raffa kali ini benar benar membuat Arumi merasa kesal dan kemudian pergi...
Sementara itu kini Reva pun sudah berada di Jakarta lagi..
Reva sengaja datang untuk menemui Raffa dan Reva ingin meminta maaf pada Raffa karena tak mau mendengarkan penjelasannya waktu itu..
Reva pun samapi di perusahan Alaska.
Dengan langkah penuh semangat Reva pun melangkahkan kakinya menuju lobby perusahaan milik calon suaminya itu dan semua karyawan pun tersenyum kearahnya.
Reva pun langsung meminta izin untuk memenuhi Raffa yang berada di lantai delapan..
Sesampainya di depan pintu ruangan milik Raffa,Reva nampak kikuk dia tak tahu harus bagaimana saat ini untuk memulai pembicaraannya dengan Raffa nanti..
Reva pun mengetuk pintu ruangan itu dan kemudian masuk..
Raffa yang nampak sedang sibuk pun tak tahu jika yang datang adalah Reva wanita yang sedang dia tunggu...
"Kamu mau apa lagi datang kesini? Apa belum cukup dengan semua yang sudah kamu lakukan? Pergilah dan jangan pernah kamu hadir lagi di hadapanku apalagi di dalam kehidupan aku.."ucapan Raffa benar benar membuat hati Reva merasa sangat sakit Reva tak pernah menyangka jika Raffa benar benar sangat membencinya.
Reva pun masih mematung di ambang pintu tak terasa airmatanya jatuh tanpa dia minta mendengar apa yang di katakan oleh Raffa..
"Maafkan aku Mas.."ucap Reva lirih..
Raffa yang mendengar suara yang tak asing baginya pun langsung menatapnya dan Raffa melihat Reva sedang menangis pun langsung berlari mengejarnya.
__ADS_1
"Reva..."ucap Raffa nyaris tak percaya.
Reva pun hendak berbalik badan dan ingin pergi meninggalkan ruangan Raffa namun tiba tiba saja Raffa memeluknya dengan sangat erat membuat Reva menghentikan langkahnya...