
Reva pun duduk di sebelah Ibu Maurel,sementara itu Raffa pun mulai menjadi sedikit salah tingkah ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Reva. Ada sedikit perasaan yang berbeda di dalam lubuk hatinya entah apa itu,namun lagi lagi Raffa selalu saja berusaha untuk melupakannya...
Ibu Maurel pun kembali menatap kearah sang putra yang nampak sangat kikuk di hadapan Reva. Namun sebaliknya Reva mencoba untuk bersikap biasa saja walaupun di dalam hatinya juga merasakan hal yang sama hal yang membuatnya bingung dan juga hal yang membuatnya selalu memikirkan Raffa laki laki yang menurutnya sangat berbeda dari semua yang pernah dia kenal..
Raffa pun mencoba untuk terlihat setenang mungkin dia tak mau jika nantinya Reva akan curiga bahwa dirinya merasa kurang nyaman berada di hadapan wanita itu..
Raffa pun mencoba membenarkan dasinya yang terlihat masih rapi hal itu membuat Ibu Maurel mengerti bahwa putranya sedang grogi saat ini...
Ibu Maurel pun tersenyum sembari menatap wajah Raffa yang nampak sangat canggung hal itu tentu saja membuat Ibu Maurel semakin bersemangat untuk menggoda sang putra...
"Raffa,kamu mengenal Reva dimana sayang? kenapa kamu tak pernah menceritakannya pada Bunda?"tanya Ibu Maurel sengaja mengalihkan pembicaraan...
Mata Raffa pun langsung tertuju pada Bundanya,Raffa menatapnya bingung. Raffa sendiri bingung kapan pertama kali ia bertemu dengan Reva mungkin waktu dulu dia hendak melamar Arumi..
"Raffa lupa Bunda.."jawab Raffa sekenanya...
Sementara Reva pun hanya mengutamakan senyuman dia sendiri masih ingat kapan pertama kalinya dia bertemu dengan Raffa yaitu pada saat dia sedang bekerja di sebuah mall dan juga beberapa kali bertemu di Amerika...
"Kalau Reva ingat gak kapan pertama kali kalian bertemu?"Ibu Maurel pun langsung menohok Reva dengan pertanyaan yang sama...
Reva pun langsung menatap kearah Ibu Maurel dan tersenyum...
"Sepertinya sudah lumayan lama Tante,kalau gak salah satu tahun lalu aku bertemu dengan Mas Raffa. Dan juga beberapa bulan yang lalu kami juga bertemu di Amerika tepatnya kami bertemu saat kami sama sama bertemu dengan Bang Iskandar dan kak Intan karena kebetulan Intan adalah sepupu Reva.."Reva pun berkata tanpa ada yang di rahasiakan...
Raffa pun tersenyum ternyata ingatan seorang wanita itu sangat ajaib,dia mampu mengingat segala hal bahkan wanita bisa dengan begitu mudah mengingat awal pertemuan yang mereka sendiri tak menginginkannya...
Sementara itu Ibu Maurel nampak tersenyum dia sangat senang karena pada akhirnya dia bisa mempertemukan putranya dengan wanita yang begitu baik dan juga lembut. Ibu Maurel sendiri yakin bahwa Reva tak akan pernah menyakiti hati Raffa...
__ADS_1
"Ingatan kamu sungguh luar biasa sayang bahkan kamu bisa mengingat semuanya. Tante sangat berharap bahwa kamu dan.. Ah sudahlah lupakan saja.."Ibu Maurel pun terlihat salah tingkah sendiri.
Raffa hanya tersenyum sembari sesekali mencuri pandang kearah Reva..
Raffa pun memiliki perasaan kagum pada sosok Reva namun dia selalu tak mau mengungkapkannya bukan tanpa alasan itu karena dia tak mau jika hal yang dia alami dulu harus dia rasakan lagi....
Ketika sedang terdiam saja Ibu Maurel menatap kearah sang Putra dan kemudian dia bertanya...
"Raffa,kamu kenapa kok diam saja? Apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya Ibu Maurel hal itu langsung membuat Reva pun ikut menatapnya...
Reva pun tersenyum sembari menatap kearah Raffa yang nampak canggung di buatnya...
"Mas Raffa kenapa?"tanya Reva sedikit menunjukan sedikit perhatiannya.
Raffa pun menggelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum..
Reva pun hanya tersenyum kemudian tak lama setelah itu Reva pun berpamitan untuk pulang terlebih dahulu...
"Tante,Mas Raffa maaf sepertinya malam sudah semakin larut dan sepertinya Reva harus berpamitan terlebih dahulu.."Reva pun bangkit dari duduknya...
Ibu Maurel pun tersenyum dan sepertinya memberikan kode pada Raffa untuk mengantarkan Reva pulang,namun sepertinya Raffa kurang peka dan tak mengerti dengan kode yang di berikan oleh sang Bunda..
"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya sayang karena udah mau datang ke acara ulang tahun Raffa. Raffa apa gak sebaiknya kamu mengantarkan Reva pulang? kasihan loh cewek malam malam pulang sendirian,bahaya.."ucap Ibu Maurel membuat Raffa langsung tercengang...
Reva pun tersenyum dan kemudian mencoba untuk menolaknya dengan lembut...
"Gak usah Tante,Reva juga bawa mobil sendiri. Dan juga kasihan Mas Raffa pasti dia capek seharian berkerja..."Reva pun menolaknya dengan sopan..
__ADS_1
Ibu Maurel pun mengerti dan dia juga tahu bahwa dia tak harus begitu memaksa keduanya karena Ibu Maurel sendiri sangat yakin bahwa keduanya akan bisa bersama kelak di kemudian hari tanpa paksaan dari siapapun...
"Baiklah kalau begitu,kamu hati hati ya sayang dan nanti setelah kamu sampai kamu hubungi Tante. Jangan buat Tante khawatir..."Ibu Maurel pun memeluk Reva dengan lembut.
Reva pun tersenyum dan kemudian mengangguk...
"Baiklah Tante. Tante gak perlu khawatir Reva bisa jaga diri Reva dengan sangat baik.."jawab Reva dengan senyuman polosnya.
Raffa pun tersenyum sembari sesekali menatap kearah Reva wanita tangguh yang begitu mandiri sehingga dia enggan merepotkan orang lain..
"Terima kasih untuk hadiahnya dan kamu hati hati di jalan.."ucap Raffa dengan wajah datarnya...
Reva hanya mengangguk sembari tersenyum kemudian Reva meninggalkan restoran terlebih dahulu. Sementara itu Ibu Maurel pun langsung menatap kearah sang Putra dan tersenyum.
"Kenapa kamu tak pernah memberitahu Bunda kalau kamu telah mengenal Reva. Kamu tahu Bunda sangat ingin memiliki menantu seperti Reva. Dia adalah wanita sederhana yang begitu sopan dan juga perhatian sama Bunda. Kamu tahu Raffa kapan pertama kali Bunda bertemu dengannya?"tanya Ibu Maurel lirih.
Reva hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian menatap kearah sang Bunda.
"Bagaimana Raffa tahu Bun,Bunda saja belum pernah mengatakan apapun dan lagipula Raffa juga gak tahu kalau Bunda juga mengenal wanita itu.."jawab Raffa lirih...
Ibu Maurel pun langsung menepuk bahu Raffa dengan sedikit keras..
"Kamu ini selalu saja bisa menjawab apa yang Bunda katakan.. Raffa,Bunda rasa Reva adalah wanita yang cocok untuk kamu?"ucap Ibu Maurel sembari menatap wajah putranya yang nampak memerah..
Setelah itu Ibu Maurel dan juga Raffa pun pulang kerumahnya. Namun dalam perjalanan Raffa selalu saja teringat dengan ucapan sang Bunda yang menginginkan Reva untuk menjadi menantunya....
Raffa pun tak bisa memungkiri bahwa dalam hatinya juga merasakan sesuatu merasakan satu hal yang sangat berbeda,Raffa sepetinya tengah jatuh hati pada Reva namun Raffa selalu saja menepiskan rasa yang dia punya..
__ADS_1
Raffa sendiri tahu bahwa dia tak seharusnya memiliki perasaan buruk terhadap Reva karena sejatinya setiap wanita itu berbeda. terlebih lagi Reva selalu saja mengutamakan kesederhanaan dan tak pernah menunjukan kecantikannya pada setiap orang...