
Ibu Maurel pun tersenyum sembari menatap wajah Reva yang terlihat begitu sederhana.
"Terima kasih ya karena kamu sudah mau menghibur Tante. Oh iya apa kamu tinggal di dekat sini?"tanya Ibu Maurel dengan mata yang sembab..
Reva pun duduk di dekat wanita paruh baya itu dan tersenyum..
"Iya Tante aku tinggal gak jauh dari sini.."jawab Reva lirih.
Ibu Maurel melihat Reva untuk pertama kalinya dia langsung menyukainya bahkan Ibu Maurel sangat berharap jika Raffa bisa menemukan wanita baik seperti Reva..
"Ya sudah sebaiknya kamu kembali bekerja saja Rev,biar Tante sendirian di sini. Tante masih ingin menenangkan diri di sini dulu.. Kamu lanjutkan saja bekerjanya.."Ibu Maurel pun tersenyum kearah Reva.
Reva pun hanya mengangguk dan kemudian dia meninggalkan Ibu Maurel sendirian dia kembali melanjutkan perkejaannya...
Ibu Maurel pun tersenyum menatap Reva yang semakin menghilang di kerumunan orang.
...****************...
Pada malam harinya Ibu Maurel terlihat murung dia tak seperti biasanya.
Raffa yang baru pulang pun melihat sang Bunda dengan kondisi seperti itu pun merasa sedih..
Raffa pun mendekati sang Bunda dan langsung menggenggam tangannya dengan erat.
"Bunda kenapa? Apa Bunda sedang ada masalah? Apa Ayah melukai hati Bunda lagi?"tanya Raffa dengan lembut.
Ibu Maurel pun menatap sang putra dan kemudian memeluknya dia merasa sangat bersalah pada Raffa karena Raffa telah mencintai orang yang salah...
__ADS_1
"Raffa maafkan Bunda ya sayang, maafkan Bunda jika Bunda telah membuatmu kecewa. Tapi percayalah wanitamu itu bukan yang terbaik untuk kamu dan Bunda gak mau kamu menyesalinya di kemudian hari. Jika kamu masih ingin bersamanya selidiki dulu siapa dia karena Bunda yakin kamu belum mengenal wanita yang kamu cintai itu."Ibu Maurel pun mengatakan hal yang membuat Raffa merasa bingung..
"Maksud Bunda apa?"tanya Raffa dengan sedikit ragu..
Ibu Maurel tersenyum..
"Kamu dengarkan saja apa yang Bunda katakan dan selidiki dia terlebih dahulu Bunda hanya ingin kamu bahagia dan Bunda juga hanya ingin kamu mendapatkan perempuan yang tepat itu saja."Ibu Maurel pun mulai meyakinkan sang putra.
Ketika keduanya sedang berbincang tiba tiba saja sang suami Pak Arga pulang. Dia langsung tersenyum sembari mendekati sang istri dan putra tunggalnya itu..
"Kalian sedang membicarakan apa si? kenapa sepertinya asik sekali?"tanya Pak Arga pura pura polos di hadapan keluarganya..
Sebagai seorang anak Raffa tentu saja tak mau jika di bilang sebagai anak durhaka walaupun Raffa tahu bahwa sang Ayah sedang bermain wanita di belakang sang Bunda namun Raffa masih mencoba untuk berbaik hati terhadap sang Ayah.
Sedangkan Ibu Maurel terlihat sangat jelas di mata sang istri,ada tatapan penuh dengan kebencian yang terlihat di sorot mata wanita paruh baya itu..
"Bunda kenapa? kenapa dengan Bunda apa Bunda sedang sakit?"tanya Pak Arga dengan sedikit khawatir..
"Raffa Bunda mau istirahat dulu ya,Bunda capek dan Bunda mau istirahat di kamar tamu saja."ucapan sang Bunda membuat Raffa merasa sedikit bingung ada apa dengan keduanya...
Ibu Maurel pun langsung masuk kedalam kamar tamu dan dia langsung mengunci pintu kamarnya dia masih belum mau mengatakan apapun pada suaminya yang balas dalam hatinya dia sangat terluka...
Pak Arga merasa ada sedikit perasaan yang sedang terjadi yaitu tentang diamnya sang istri. Dalam hatinya mengatakan apakah sang istri sudah mengetahui tentang perselingkuhan yang telah dia lakukan padanya akhir akhir ini..
"Kenapa dengan Bunda kenapa malah dia pisah kamar apa dia sudah mengetahui tentang Arumi?"ucap Pak Arga dalam hatinya...
Pak Arga pun menjadi sedikit ketakutan dia tak pernah ingin memiliki masalah dengan sang istri..
__ADS_1
Pak Arga terlalu takut jika harus kehilangan sang istri dan putra kesayangannya karena sebagian besar mereka pun bergantung hidup dengan Raffa.
Di dalam kamar yang berbeda.
Raffa pun sedang memikirkan apa yang baru saja di lihatnya. Dia tak pernah melihat sang Bunda benar benar marah pada Ayahnya karena setahu Raffa Bundanya sangat mencintai Ayahnya.
"Ada apa dengan Bunda? Kenapa Bunda bisa marah sama Ayah?"Raffa pun mulai mencoba untuk menebak nebak apa yang sebenarnya telah terjadi...
Pada keesokan harinya...
Raffa pun bangun pagi pagi sekali dia melihat sang Bunda yang sedang duduk di taman belakang rumah mereka. Ibu Maurel terlihat begitu sedih sehingga hal itu membuat Raffa bertanya.
"Bunda,,Bunda kenapa kok murung di sini? Dan Bunda juga kenapa menangis?"tanya Raffa dengan suara yang sangat lembut.
Raffa pun menatap kearah sang Bunda kemudian dia memeluknya..
"Ada apa Bunda? Bunda bisa menceritakan apapun dengan Raffa bukankah Raffa adalah putra Bunda?"Raffa pun masih mencoba untuk menyakinkan Bundanya bahwa dia akan selalu ada kapanpun dan di manapun sang Bunda membutuhkannya...
Ibu Maurel menatap kearah putra kesayangannya. Putra yang telah terkhianati oleh Ayah dan kekasihnya sendiri hal itu yang membuat hati sang Bunda benar benar merasa sangat hancur sehancur hancurnya....
"Raffa Bunda telah mengambil sebuah keputusan bahwa Bunda ingin bercerai dari Ayah kamu.."ucapan Ibu Maurel seperti bom waktu yang meledak.
Raffa tak percaya dengan apa yang di dengar olehnya itu bahwa sang Bunda memilih untuk bercerai dengan sang Ayah dengan alasan apa??
"Bunda kenapa Bunda ngomong begitu? Bunda kenapa apa ada masalah ayo Bunda cerita sama Raffa,Raffa pasti akan membatu Bunda.."Raffa pun tak kuasa lagi menahan kesedihan yang ada di dalam hatinya...
Ibu Maurel belum mau menceritakan alasannya namun Raffa sendiri tahu bahwa selama bertahun tahun bahkan semenjak Raffa kecil sang Ayah selalu menyakiti hati sang Bunda. Seorang laki laki yang memiliki hobi selingkuh tak akan pernah berhenti walaupun dia selalu berjanji tapi selalu saja mengingkarinya..
__ADS_1
"Apa keputusan Bunda sudah bulat? Apa Bunda sudah memikirkannya matang matang? Bunda Raffa hanya bisa mendukung apapun keputusan Bunda. Raffa tahu jika selama ini sikap Ayah masih belum juga berubah dia masih saja melakukan hal hal yang menjijikan bahkan kadang Raffa pun merasa malu. Bunda tenang saja setelah ini Raffa yang akan menjaga Bunda dan Raffa juga yang akan menjadi pelindung Bunda."airmata Raffa pun mengalir dengan derasnya dia tak pernah menyangka pernikahan sang Bunda yang sudah di bina selama 30 tahun akan berakhir hanya adanya orang ketiga..
Raffa pun kembali memeluk sang Bunda dengan pelukan yang sangat erat. Raffa tahu ini adalah hal terberat yang harus sang Bunda lalui saat ini dan Raffa juga tahu ini adalah jalan terbaik untuk sang Bunda.