
Raffa melihat sikap Reva yang tiba tiba saja sedikit berubah dia merasa bersalah karena Raffa sendiri tahu bahwa mungkin dia terlalu over terhadap Reva.
"Re,,apa kamu marah kenapa kamu diam saja."Raffa pun mengatakan hal itu di sela-sela perjalanannya pulang...
Reva pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum..
"Gak ada apa apa Mas lupakan saja..",ucapan Reva membuat Raffa merasa tak enak hati..
Ya sudah kita pulang saja."Raffa pun mencoba untuk tak memikirkannya lagi..
...****************...
Beberapa bulan kemudian kini tibalah di mana hari pernikahan Raffa dan Reva. Reva terlihat begitu cantik dan juga sangat elegan dengan gaun pengantin berwarna putih.
Raffa menatap kearah Reva nyaris tanpa berkedip dia sangat senang karena bisa menikahi wanita yang sangat di cintai olehnya..
"Kamu sangat cantik sekali sayang beruntungnya aku bisa memilikimu."bisik Raffa tepat di telinga Reva.
Reva pun tersenyum mendapatkan pujian yang sangat berarti baginya di mana sang calon suaminya menyukai penampilannya.
"Terima kasih Mas kamu bisa saja membuat aku terbang melayang. Aku juga sangat bahagia Mas karena bisa memiliki suami eh calon suami seperti kamu Mas.."Reva pun tersenyum sembari menatap dirinya sendiri di depan cermin..
Pada saat yang bersamaan di sudut sebuah ruangan terlihat seorang laki laki paruh baya menatap kearah Raffa dan Reva matanya yang sayu..
"Semoga kamu bahagia anakku maafkan Ayah yang telah membuatmu kecewa. Dia adalah wanita yang terbaik untukmu."Pak Arga pun mengusap airmatanya...
Pada saat yang bersamaan mata Ibu Maurel pun menatap kearah laki laki paruh baya itu laki laki yang telah bersamanya selama 25 tahun kini menghadiri acara pernikahan putra mereka.
Ibu Maurel pun mendekatinya..
__ADS_1
"Mas akhirnya kamu datang juga. Terima kasih karena telah datang di acara Raffa tapi aku sangat berharap Mas gak akan merusak acara ini.."Ibu Maurel pun menatap kearah sang mantan suaminya itu..
Pak Arga pun menganggukkan kepalanya dan berkata..
"Kamu gak perlu khawatir aku gak akan menghancurkan hari bahagia putraku.."ucapannya membuat Ibu Maurel langsung terdiam...
Pak Arga pun menatap wajah mantan istrinya yang nampak sangat berbeda saat ini dia terlihat jauh lebih bahagia hidup tanpanya berbeda dengan dirinya yang begitu merasa kehilangan kelaurganya...
"Apakah kehidupanmu baik baik saja?"tanya Ibu Maurel lirih...
Pak Arga gak menjawab apapun dia hanya tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh mantan istrinya itu..
"Seperti yang kamu lihat.."jawabnya dengan singkat...
Pada saat yang sama Raffa dan Reva pun keluar dari ruang ganti mereka terlihat sangat serasi dan aura Reva telihat begitu jelas di mata siapa saja yang sedang menatapnya...
"Pengantin wanitanya sangat cantik wah mereka terlihat sangat serasi.."ucap salah seorang tamu undangan yang datang pada acara pernikahan mereka...
Raffa pun langsung melepaskan genggaman tangannya dan mendekati sang Bunda...
Reva tercengang melihat sang calon suami melepaskan pegangan tangannya dan langsung melepaskannya begitu saja..
Raffa terlihat sangat marah dengan kedatangan sang Ayah yang begitu di benci olehnya...
"Untuk apa anda datang kesini? Ada urusan apa?"Raffa pun langsung menatap sinis kearah sang Ayah...
Pak Arga langsung menatap kearah Raffa yang terlihat begitu marah padanya...
"Maafkan Ayah Raffa,Ayah tahu kalau Ayah sangat bersalah padamu tapi setidaknya biarkan Ayah ada di sini untuk melihat kebahagiaanmu.."Pak Arga pun terlihat memohon..
__ADS_1
Mata Raffa pun langsung memerah seolah kenangan satu tahun silam teringat kembali di benaknya hal itu membuat Raffa langsung marah tanpa memperdulikan bahwa hari ini adalah hari pernikahannya..
"Saya tak membutuhkan anda sebaiknya sekarang anda pergi tinggalkan tempat ini atau aku akan membatalkan semuanya.."Raffa benar benar telah membuat sebuah kesalahan...
Semua orang menatap kearah Raffa yang sedang terlihat begitu marah sedangkan Reva dia hanya mematung melihat apa yang terjadi di depan kedua matanya. Hari pernikahan yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam kehidupannya justru kini harus menjadi hari terpahit dalam hidupnya..
Raffa sendiri tak menyadari bahwa Reva tengah menyaksikan semuanya dan saat ini airmata Reva jatuh tak tertahankan lagi..
Raffa benar benar marah melihat kehadiran sang Ayah di acara pernikahannya itu namun Raffa lupa bahwa semua itu membawa dampak buruk bagi dirinya.
"Jika anda gak mau pergi dari sini biar aku yang pergi.."Raffa pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Ibu Maurel pun ingin menghentikan apa yang di lakukan oleh Raffa namun emosi Raffa benar benar telah memuncak hal itu membuatnya harus merasakan kecewa yang pernah di rasakannya dulu..
Raffa pun langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia sendiri lupa pada Reva wanita yang akan dia nikahi hari ini..
"Aku benci kamu Arga Antara aku benci.."Raffa pun terlihat begitu marah bahkan emosinya sangat memuncak...
Di tempat yang berbeda..
Arumi tersenyum senang melihat kegagalan pada hari pernikahan Raffa dan Reva. Arumi pun tersenyum bahagia melihat airmata Reva yang kini sedang merasakan sakit hati...
"Lihatlah apa yang aku katakan jika aku tak bisa memiliki Raffa maka tak akan ada satu wanita pun yang akan mendapatkannya. "Arumi pun langsung pergi meninggalkan tempat itu..
Airmata Reva mengalir begitu derasnya dia tak menyangka Raffa akan meninggalkannya tepat di hari pernikahan mereka. Reva benar benar merasa kecewa dan sakit hati. Ibu Maurel yang melihat kekecewaan di mata Reva pun ikut menitikan airmatanya..
Ibu Maurel pun langsung mendekati Reva dan memeluknya...
"Reva,,,maafkan Tante yang tak bisa mencegah Raffa pergi. Itu dia adalah Ayah kandung Raffa dia dan Raffa memiliki masalah yang belum bisa Tante ceritakan."Ibu Maurel pun mencoba untuk menenangkan Reva.
__ADS_1
Reva hanya diam saja dia merasa sangat kecewa dan rasa di hatinya benar benar hancur. Raffa meninggalkannya tanpa pamit bahkan Raffa sama sekali tak menatapnya ketika dia pergi..
Reva menatap kearah Ibu Maurel,,Reva menatapnya dengan tatapan kosong dan setelah itu Reva pun langsung jatuh pingsan...