WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU

WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU
Capture 37


__ADS_3

Pak Andi pun tersenyum sembari membelai rambut putri kesayangannya itu..


"Bunda pasti sangat bahagia melihat kebahagiaan kamu dari atas sana sayang. Kamu gak boleh bersedih kamu harusnya tersenyum sambut masa depan kamu dan jangan pernah kamu bersedih lagi.."Pak Andi pun mencium pucuk kepala sang putri dengan sangat lembut.


Reva pun langsung menghapus air matanya dan kemudian menatap sang Ayah dari pantulan cermin. Reva tahu bahwa Ayahnya sangat terluka dengan kepergian sang Bunda namun Pak Andi selalu bisa menyembunyikan perasaannya dan karena itu pula Pak Andi lebih memilih untuk menyendiri membesarkan putri kesayangannya sendiri.


"Terima kasih Ayah karena Ayah selalu ada di setiap Reva butuhkan dan Reva sangat berharap bahwa Ayah akan selalu seperti ini sampai kapanpun..."Reva pun tak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya...


Setalah cukup lama menunggu akhirnya Raffa dan Ibu Maurel pun sampai,Raffa sengat terpana dengan kecantikan Reva.


"Lihatlah sayang wanita kamu sangat cantik bukan?"ucap Ibu Maurel setengah berbisik...


Raffa hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya karena tak bisa dia pungkiri bahwa Reva memang terlihat begitu cantik hari ini..


Reva yang seperti mendengar apa yang sedang calon suaminya bicarakan pun tersenyum malu malu..


Setalah itu Raffa pun secara resmi melamar Reva di depan Pak Andi dan berjanji untuk tak akan pernah menyakiti Reva lagi apapun yang terjadi baginya kini kebahagiaan Reva adalah tanggung jawabnya sebagai seorang laki laki yang tulus mencintainya...


"Nak Raffa apakah Nak Raffa bersedia menjaga putriku dan menerima segala kekurangannya?"tanya Pak Andi dengan wajah yang sangat serius.


Raffa pun menatap kearah sang calon Ayah mertuanya itu dan kemudian tersenyum..


"Tentu saja Om,Om jangan mengkhawatirkan tentang itu,Raffa berjanji Raffa akan selalu membahagiakan Reva dengan cara apapun dan Raffa juga akan berusaha menjadi suami dan Ayah yang baik untuk anak anak kami nantinya. Om hanya boleh melihat kebahagiaan kami itu saja."Raffa pun tersenyum sembari menatap kearah Reva calon istrinya..


Setalah acara lamaran itu selesai Raffa dan Ibu Maurel pun berpamitan untuk pulang dan mereka juga setuju untuk mempercepat pernikahan Raffa dan Reva...


Setelah keluarga calon suaminya itu pergi kini Reva berada di dalam dilema,Reva sangat ingin mencari keberadaan Pak Arga sang calon Ayah mertuanya Reva sangat ingin sebelum dia menikahi Raffa,Reva ingin melihat Raffa dan Pak Arga saling memaafkan..


"Sayang kenapa kamu murung?Bukankah ini menjadi hari paling bahagia untukmu tapi kenapa kini kamu telihat bersedih?"Pak Andi pun kini menanyakan perihal kesedihan sang putri.


Reva pun mengutarakan isi hatinya dan mengatakan bahwa dia ingin melihat Raffa dan Pak Arga kembali rukun sebelum hari pernikahannya Pak Andi tersenyum melihat sang putri yang ternyata sangat perduli dengan keluarga calon suaminya itu..

__ADS_1


"Ayah pasti akan membantumu mencari keberadaan Pak Arga kamu gak perlu khawatir akan hal itu. Sekarang kamu istirahatlah dulu ini sudah larut Ayah akan membantumu untuk mencari tahu keberadaan Pak Arga."Pak Andi pun memeluk putrinya dengan lembut..


Reva pun mengangguk dan tersenyum..


"Terima kasih Ayah,I Miss you.."Reva pun membalas pelukan Ayahnya dan langsung kembali masuk kedalam kamarnya.


Di tempat berbeda..


Raffa pun sepetinya sedang memikirkan sesuatu sudah hampir satu tahun dia tak pernah lagi bertemu dengan sang Ayah walaupun dia membencinya tapi hati kecilnya masih sangat menyayanginya.


Ibu Maurel melihat sang putra yang diam saja pun langsung menatapnya dan kemudian menggenggam tangannya dengan sangat erat.


"Raffa apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu sepetinya sedang bersedih sayang?"Ibu Maurel pun mencoba menanyakan pada Raffa namun sebisa mungkin Raffa selalu saja menyangkalnya,menyangkal bahwa kini dia sedang merindukan sang Ayah dan menyangkal bahwa Raffa masih sangat menyayangi Ayahnya...


"Gak ada apa apa Bunda."jawab Raffa sembari mengembangkan senyuman di wajahnya hanya untuk membohongi sang Bunda bahwa semuanya baik baik saja..


Ibu Maurel pun tak bisa mengatakan apapun dia hanya bisa mengangguk pasrah tanpa tahu apa yang sedang sang putra pikirkan saat ini..


Beberapa hari kemudian...


Reva masih terus saja mencari keberadaan Pak Arga namun masih belum menemukannya.. Reva sangat mengkhawatirkan kondisi Pak Arga..


"Ya Allah Om berada di mana saat ini??"gerutu batin Reva..


Sedangkan Pak Arga saat ini sedang duduk di taman tak jauh dari apartemen miliknya.. Pak Arga sedang menatap kearah kerumunan anak anak yang sedang bermain Pak Arga tiba tiba saja teringat dengan Raffa putra kesayangannya.


Pak Arga hendak pergi ke luar kota dia ingin menetap di Semarang sengaja menjauh dari anak dan mantan istrinya..


Reva yang kebetulan melihat Pak Arga pun langsung mendekatinya...


"Om Arga.."ucap Reva lirih..

__ADS_1


Pak Arga pun menoleh kearah wanita yang kini ada di sebelahnya...


"Nak Reva. Nak Reva kenapa ada disini?"tanya Pak Arga lirih.


Airmata Reva jatuh tanpa di minta melihat laki laki yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya itu. Reva melirik ke sebelah Pak Arga ada koper di sampingnya...


"Om mau kemana?"tanya Reva lirih.


Pak Arga pun tersenyum sembari mempersilahkan Reva untuk duduk...


"Duduklah Nak,,Om sepertinya harus pergi dari Jakarta Om berencana akan tinggal di Semarang. Nak Reva kamu harus janji pada Om bahwa Nak Reva gak akan ninggalin Raffa apapun yang terjadi. Nak Reva dia adalah anak yang baik dan dia tak seperti Om yang bajingan.."pekik Pak Arga lirih...


Reva pun menatap kearah Pak Arga dan tersenyum..


"Om gak perlu khawatir Om,Reva pasti akan selalu ada di samping Mas Raffa apapun yang terjadi tapi Reva punya satu keinginan yang harus Om penuhi.."ucapan Reva langsung membuat Pak Arga menatapnya...


Reva pun menjelaskan keinginannya Reva sangat ingin melihat Mas Raffa dan Pak Arga kembali bersama dan berdamai seperti dulu...


Hal itu membuat Pak Arga langsung menatapnya...


"Nak hal itu tak akan mungkin terjadi. Kesalahan Om sangatlah besar dan Om tak ingin semakin membuat Raffa membenci Om.."Pak Arga pun seolah menyerah dan memilih untuk menanggung semua rasa sakit dari apa yang telah di lakukan di masa lalunya sendiri...


"Jika Om tak mau melakukan itu untuk Reva maka Reva juga tak mau menikah dengan Mas Raffa. Om percayalah pada Reva,Reva pasti akan membantu Om dan Om juga sangat merindukan Mas Raffa bukan?"ucapan Reva membuat mata Pak Arga mulai berkaca kaca.


Pak Arga menatap kearah Reva seolah tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Reva.


"Nak Reva jangan seperti itu Om mohon. Jangan sakiti Raffa dan Om minta tolong jangan lakukan ini pada Raffa Om tak mau melihat Raffa jatuh untuk kesekian kalinya.."Pak Arga pun memohon di depan calon menantunya itu...


"Pilihannya ada di tangan Om.."ucapnya lirih.


Reva sendiri tak memiliki cara lain selain mengancam Pak Arga seperti itu Reva sendiri sangat yakin dengan cara yang sama akan membuat Raffa memaafkan segala yang telah di lakukan oleh Pak Arga di masa lalu..

__ADS_1


__ADS_2