WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU

WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU
Capture 15


__ADS_3

Ketika dalam perjalanan pulang,Raffa masih saja memikirkan apa yang sang Bunda katakan. Raffa nampak diam saja dan fokus berkendara...


"Sayang kamu kenapa kok diam saja?"tanya Ibu Maurel yang kebetulan mereka pulang bersama...


Raffa pun menatap kearah sang Bunda dan kemudian dia tersenyum...


"Gak ada apa apa Bunda,Raffa hanya sedang lelah daja."jawab Raffa tentu saja berbohong...


Ibu Maurel yang nampak mengerti dengan keadaan sang putra pun berbalik menggodanya...


"Raffa menurut kamu Reva cantik gak?"tanya Ibu Maurel secara tiba tiba membuat Raffa langsung menatapnya..


"Maksud Bunda apa?"tanya Raffa pura pura polos..


Ibu Maurel mengerti dengan diri putranya saat ini bahwa Raffa sangat terlihat gugup ketika menjawab ucapan sang Bunda..


"Raffa,,Bunda tahu kalau sebenarnya kamu memiliki perasaan pada Reva iya kan? Raff,kamu gak boleh mengingkarinya jika perasaan kamu mengatakan demikian kejarlah jangan sampai kamu keduluan yang lain loh.."Ibu Maurel berusaha untuk menggoda Raffa..


Raffa hanya tersenyum sembari melirik kembali sang Bunda..


"Kalau di ambil orang ya cari lagi. Berarti dia bukan yang terbaik untukku.."jawab Raffa sekenanya...


Ibu Maurel hanya tersenyum geli mendengar ucapan sang putra bahkan Ibu Maurel saat ini semakin bertekad untuk mendekatkan keduanya.


"Ya sudah kalau begitu jangan nyesel ya nanti."ledek Ibu Maurel sembari tertawa...


...****************...


Sesampainya di rumah Raffa pun langsung meminta izin pada Bundanya untuk langsung beristirahat.


Raffa pun masuk kedalam kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas pembaringan..


Raffa pun melirik sebuah kotak kecil yang di berikan oleh Reva...


Raffa pun tersenyum kemudian melihat hadiah yang di berikan oleh gadis cantik itu..

__ADS_1


Ternyata isinya adalah sebuah jam tangan mewah merk rolex GMT yang harganya terbilang mahal...


Raffa pun tersenyum dan menatap jam tangan itu..


"Selera dia oke juga aku suka.."ucap Raffa tanpa sadar.


Raffa pun memakai jam tangan itu di pergelangan tangannya kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas pembaringan. Tiba tiba saja bayangan Reva kembali muncul di dalam pikirannya bahkan Raffa sampai merasa sangat bahagia walaupun hanya menatap bayangannya saja...


"Dia memang cantik sangat berbeda dari yang aku kenal waktu pertama kali. Dan dia juga memiliki karismatik yang luar biasa bahkan Bunda juga sampai terlihat begitu menyayanginya.."Raffa pun tersenyum sembari terus membayangkan wajah Reva seolah dia tak ingin melupakannya...


Hal yang sama pun di alami oleh Reva. Tiba tiba saja dia teringat akan senyuman Raffa laki laki yang terlihat begitu dingin namun dia juga memiliki sikap yang lembut dan juga manis hal itu membuat Reva bersimpati padanya...


Reva pun tersenyum takkala membayangkan itu..


"Untung aja aku tadi memakai gaun yang layak dan juga gak terlalu mencolok dan aku tak pernah menyangka bahwa anak dari Tante Maurel adalah Mas Raffa."Reva pun terus saja memikirkan Raffa bahkan dia sendiri susah untuk melupakan senyuman dari laki laki itu...


Reva dan Raffa sama sama merasakan hal yang berbeda. Ada getar getar cinta di antara keduanya namun Reva masih enggan untuk memikirkannya dia masih menginginkan laki laki yang dia temui pada malam itu laki laki yang telah memberikannya sebuah cincin berlian yang sangat indah dan Reva sendiri sangat yakin bahwa Reva akan kembali menemuinya...


"Aku memang memiliki sebuah rasa buat Mas Raffa tapi aku masih menginginkan pemilik dari cincin ini. Aku sangat berharap semoga Allah memberikan kemudahan untuk aku bisa bertemu dengan pemiliknya lagi,pemilik yang sudah mengikatku secara tak langsung dan juga pemilik yang telah membuat hatiku bergetar.."Reva pun kembali mengingat laki laki itu laki laki yang sama sekali tak pernah dia lihat wajahnya namun lucunya Reva telah jatuh cinta padanya...


...****************...


Raffa pun melirik kotak kecil dan melihat jam tangan yang ada di dalamnya dia tersenyum dan kemudian memakainya.


"Terlihat sangat bagus dan juga high class.."ucap Raffa sembari tersenyum.


Setelah bersiap Raffa pun langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama dengan sang Bunda...


"Selamat pagi Bundaku sayang..."ucap Raffa sembari mencium kening sang Bunda dengan lembut...


Ibu Maurel pun tersenyum sembari menatap wajah sumringah sang putra...


Ibu Maurel pun tertawa melihat tingkah sang putra.


"Sepertinya pagi ini kamu terlihat begitu senang ada apa gerangan."ledek Ibu Maurel sembari menggoda sang putra.

__ADS_1


Raffa pun baru sadar bahwa mungkin sikapnya terlihat aneh di mata sang Bunda namun Raffa tak bisa membohongi perasaannya bahwa dia memang sangat bahagia...


"Biasa saja Bunda,Bunda ini ada ada saja."ucap Raffa sembari menghabiskan sarapannya...


Setelah selesai sarapan Raffa pun langsung berpamitan kepada sang Bunda untuk segera ke kantor...


Raffa sendiri merasa canggung berbicara dengan sang Bunda karena di sendiri masih merasa bingung dengan hatinya sendiri...


Raffa pun langsung pergi menuju kantor miliknya dalam perjalanannya pun tak luput dari bayangan wanita yang baru saja di kenalnya bukan baru namun baru saja masuk kedalam hatinya...


"Kenapa kok bisa aku selalu memikirkan kamu Reva? Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Apakah aku benar benar telah jatuh cinta? Tapi aku menyakini bahwa setiap wanita itu sama saja sama sama hanya bisa menyakiti saja."Raffa pun terus saja berbicara sendiri.


Raffa pun kembali melirik arlojinya dan hal itu mengingatkan dia pada Reva..


"Tapi aku yakin kamu berbeda,aku akan membuktikan itu. Dan aku berharap jika Allah menghendaki aku pasti akan menjadikan kamu wanita satu satunya dalam hidupku.."Raffa pun masih ragu dengan perasaannya sendiri...


Sesampainya di kantor,Raffa pun langsung masuk kedalam ruangannya. Dan tanpa di duga di sana sudah ada Pak Arga yang sedang menunggunya...


"Raffa,,putraku..."ucap Pak Arga dengan mata yang berkaca kaca.


Raffa pun langsung menatap kearah sumber suara dan melihat laki laki yang paling di bencinya...


"Untuk apa anda kesini? Apa ada perlu yang harus di bicarakan?"tanya Raffa tanpa menatap wajah laki laki yang telah menorehkan luka di dalam lubuk hatinya...


Pak Arga pun mendekati Raffa dan hendak memeluknya namun secepat kilat Raffa pun menghindarinya...


"Maaf tolong jaga sikap anda. Dan maaf jika tak ada keperluan silahkan tinggalkan tempat ini karena aku masih banyak kesibukan.."Raffa pun mengusir Ayahnya secara halus...


Dalam benak Pak Arga dia sadar bahwa apa yang telah dia lakukan itu sangatlah tak berkemanusiaan di mana dia telah menolehkan luka batin yang begitu dalam di lubuk hati putranya..


"Raffa,,maafkan Ayah. Ayah tahu jika Ayah salah dan maafkan Ayah karena tak pernah bisa menjadi Ayah yang baik buat kamu.."airmata Pak Arga pun menetes dengan derasnya.


Semenjak di tinggalkan oleh anak dan istrinya dia baru menyadari bahwa kelaurga adalah hal yang terpenting bagi dirinya terlebih lagi Pak Arga sendiri yang telah menolehkan luka yang dalam di dalam hati mantan istrinya dan tentunya di hati Raffa sendiri..


Raffa hanya tersenyum sembari menatap sinis laki laki yang ada di hadapannya itu..

__ADS_1


"Sudahlah lupakan saja semuanya bukankah kita juga gak ada hubungan lagi.. Jadi tolong tinggalkan ruanganku atau aku akan memanggil satpam untuk membawa anda keluar dari sini.."ucapan Raffa benar benar membuat batin Pak Arga hancur sehancur hancurnya.


Tanpa mengatakan sepatah kata pun Pak Arga pun langsung pergi meninggalkan kantor putranya dengan kekecewaan yang sangat dalam. Mungkin inilah hukum karma yang harus dia terima dari apa yang dia sudah lakukan selama ini....


__ADS_2