
Setelah selesai berbincang kini Raffa dan Reva pun kembali menikmati makan siang bersama Ibu Maurel ketiganya telihat sangat akrab seperti satu keluarga...
"Reva,,Tante sangat berharap kamu bisa secepatnya menikah dengan Raffa dan juga Tante sangat ingin kamu tinggal di sini bersama Tante. Reva kamu tahu kalau Tante sangat kesepian setiap kali Raffa bekerja."Ibu Maurel pun mengatakan hal yang membuat Raffa merasa tak enak hati...
"Bunda sudah nanti juga kita akan segera menikah iya kan sayang.."ucapan Raffa membuat Reva langsung tersenyum...
Reva pun menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Iya Tante..."jawab Reva lirih.
Setelah itu Raffa pun mengantarkan Reva pulang ke rumahnya dan di dalam perjalanan keduanya pun memutuskan untuk berjalan jalan terlebih dahulu sebelum pada akhirnya mereka pulang.
Raffa mengajak Reva ke suatu tempat tepatnya ke sebuah Mall terbesar di kota Jakarta,Raffa sengaja mengajak Reva ke mall untuk membelikan Raffa sebuah cincin berlian sebagai ungkapan kebahagiaanya.
"Mas untuk apa kita kesini?"tanya Reva sedikit bingung.
Raffa pun hanya tersenyum tanpa menjawab. Selepas turun dari mobil keduanya pun berjalan secara beriringan Raffa nampak sangat bahagia sehingga Raffa menggandeng lengan Reva dengan sangat erat.
"Sayang aku ingin memberikan kamu sebuah cincin tapi kamu gak boleh menolaknya ya."ucap Raffa di sela sela dirinya membawa Reva pergi menuju ke sebuah toko perhiasan tempat langganannya.
Reva pun tersenyum dan dia tak bisa menolaknya baginya sekarang adalah kebahagiaan mereka bersama...
"Mas apa ini gak terlalu mewah buat aku?"tanya Reva lirih..
Raffa pun hanya tersenyum sembari menatap kearah Reva kekasihnya sekaligus wanita yang akan menjadi istrinya..
"Gak apa apa kamu pantas memilikinya."jawabnya lirih.
__ADS_1
Reva pun hanya bisa mengangguk angguk kepalanya dia gak bisa menolak ataupun apa dia hanya tak ingin membuat Raffa kecewa untuk kesekian kalinya.
Setalah selesai Raffa dan Reva pun memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak sekedar melepaskan lelah namun tak di sangka mereka justru kembali bertemu dengan Arumi sang mantan..
Arumi terkejut saat melihat Raffa kembali bersama dengan Reva dan hal itu membuat Arumi sangat kecewa.
Arumi sengaja mendekati Raffa dan Reva yang sedang berjalan jalan..
"Mas Raffa? Kebetulan sekali kita bertemu di sini Mas gimana kabarnya?"ucap Arumi sedikit berbasa-basi..
Raffa hanya meliriknya sekilas dan dia tak menjawab pertanyaan Arumi. Raffa justru merasa bahwa kedatangan Arumi akan membuat Reva marah. Reva yang sepertinya mengerti sesuatu pun tersenyum dia sangat senang karena Raffa bisa menjaga perasaannya..
"Mas sebaiknya kita pergi saja dari sini. Mbak maaf ya kami harus pergi dan satu lagi tolong ya jangan ganggu calon suamiku. Ingat Mbak dengan apa yang pernah Mbak lakukan pada Mas Raffa di masa lalu..
Ucapan Reva membuat Raffa langsung menatapnya Raffa tak menyangka bahwa Reva mengetahui segalanya dan kini pertanyaan yang sama pun muncul di benak Raffa..
Mendapatkan ucapan yang tak mengenakan membuat Arumi langsung kesal dan menatap keduanya dengan tatapan penuh kebencian.
...****************...
Setelah melihat Arumi pergi Raffa pun menatap kearah Reva yang nampak tersenyum melihat kepergian Arumi. Raffa tak pernah tahu jika Reva sudah tahu semuanya sudah tahu apa yang terjadi di masa lalu dan apa yang terjadi pada keluarganya bagi Reva masa lalu biarlah berlalu dan yang paling penting untuknya adalah kebersamaannya dengan Raffa.
"Sayang ada apa kenapa kamu tersenyum seperti itu apa ada hal yang membuat kamu senang dan bahagia?"Raffa pun bertanya pada wanita yang kini tengah bersamaanya.
Reva pun menatap kearah Raffa dan tersenyum...
"Gak ada Mas aku hanya kasihan saja pada Arumi wanita itu menjadi seperti wanita yang tak punya harga diri dia tak pernah menyadari dengan kesalahan yang pernah dia perbuat dulu."ucapan Reva membuat Raffa langsung menatapnya dia gak menyangka bahwa Reva sudah mengetahui segalanya...
__ADS_1
"Sayang apa kamu sudah tahu semuanya? sudah tahu tentang masa laluku? maaf ya sayang aku mengatakan ini aku tak pernah sekalipun berhubungan di luar batasan ku baik itu dengan Arumi atau dengan siapapun. Aku tak sama dengan dia sayang percayalah.."Raffa pun tanpa sengaja mengatakan semuanya membuat Reva tersenyum senang..
Reva pun semakin bangga bisa mengenal dan mencintai laki laki yang baik seperti Raffa ,Raffa adalah laki laki yang tak banyak tingkah dan juga Raffa bukan tipe laki laki playboy sehingga Reva merasa bahwa dia telah memilih laki laki yang tepat untuk hidupnya.
"Kenapa kamu tersenyum sayang apa ada hal yang lucu yang membuat kamu terlihat begitu senang?"kali ini Raffa merasa curiga dengan apa yang di lakukan oleh Reva kekasihnya..
Reva pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum..
"Aku hanya senang karena bisa mengenalmu dan aku juga sangat bersyukur karena aku di pertemukan dengan laki laki sebaik kamu. Mas apapun yang terjadi di masa lalu kamu jadikan itu sebagai pelajaran ingat Mas semua orang itu gak sama baik itu sikap dan sifatnya."
Setalah itu keduanya pun langsung pergi meninggalkan pusat berbelanjaan karena malam sudah semakin larut.
Beberapa hari kemudian...
Raffa sengaja datang kerumah Reva bersama Ibu Maurel untuk melamar ulang kekasihnya itu. Raffa nampak sangat tampan dengan setelan jas berwarna hitam dan Ibu Maurel juga terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna senada..
"Sayang apa kamu sudah siap? Lihatlah kamu terlihat sangat tampan Reva pasti akan sangat senang melihatmu setampan ini.." Ibu Maurel pun gak henti hentinya memuji ketampanan sang putra membuat Raffa merasa malu...
"Bunda ini bisa saja jangan membuat aku malu Bunda.. Bunda doakan Raffa ya semoga Reva adalah jodoh Raffa dan kami akan selamanya hidup bahagia.." Raffa pun sepintas teringat dengan sang Ayah Pak Arga yang kini tak tahu entah di mana. Seandainya saja hal buruk itu tak pernah terjadi padanya dan pada keluarganya mungkin kini kebahagiaanya terasa sangat lengkap..
Ibu Maurel pun menatap kearah sang putra yang nampak sedang memikirkan sesuatu..
"Sayang kamu kenapa?Sebaiknya kita pergi sekarang Bunda gak mau melewatkan hari bahagia ini.."Ibu Maurel pun langsung membawa Raffa pergi..
Di kediaman Reva kini Reva juga terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih. Reva masih duduk melamun di depan cermin karena Reva merasa ada sesuatu yang kurang. Pak Andi yang melihat sang putri nampak murung pun langsung mendekatinya..
"Putri Ayah kenao? lihatlah kamu sangat cantik beruntungnya Raffa bisa memiliki kamu.."Pak Andi pun tersenyum sembari menatap putrinya dari pantulan cermin..
__ADS_1
Reva hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum..
"Seandainya ada Bunda yang menemaniku mungkin aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini.."