WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU

WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU
Capture 19


__ADS_3

Pada siang harinya Reva pun sedang berada di butik miliknya yang kebetulan juga berada di area pusat perbelanjaan.


Reva terlihat sederhana setiap harinya yang hanya mengenakan celana jeans panjang yang di padukan dengan kemeja....


Di saat yang bersamaan Raffa pun berada di sana untuk makan siang. Raffa sengaja mengunjungi Reva hanya untuk mengajaknya makan siang bersama entah kenapa Reva terlihat begitu sepesial di hati Raffa...


Raffa pun menemui Reva yang kala itu sedang sibuk memilih gaun untuk pelanggannya. Reva terlihat begitu ramah pada pelanggannya yang tak lain adalah Arumi sang mantan..


Arumi yang melihat Raffa pun langsung menemuinya dan kemudian airmatanya mengalir dengan derasnya...


"Mas Raffa..."ucap Arumi lirih.


Raffa yang melihat Arumi pun langsung berbalik badan dan hendak pergi meninggalkan butik milik Reva..


Arumi pun langsung berlari memeluk Raffa dengan sangat erat namun Raffa langsung melepaskannya...


"Lepaskan aku,kamu gak pantas melakukan ini."ucap Raffa tanpa menatap kearah Arumi sedikitpun..


Arumi pun berusaha meminta maaf pada Raffa tentang apa yang terjadi waktu itu..


"Mas Raffa maafkan aku,maafkan atas kesalahan aku dulu aku khilaf.."ucap Arumi mencoba untuk memohon.


Raffa tak bergeming sedikitpun dia masih merasakan sakit yang belum ada obatnya di mana rasa sakit itu semakin bertambah setiap kali mengingat apa yang telah Ayah dan mantan kekasihnya lakukan dulu.


"Masihkah kamu pantas untuk meminta maaf selepas apa yang telah kamu lakukan padaku? Arumi maaf sekarang aku sudah memiliki calon istri dan aku minta kamu jauhi aku.."ucap Raffa mencoba membuat Arumi semakin kesal...


Arumi pun menatap kearah Raffa namun Raffa sama sekali tak mau menatapnya.


"Siapa calon kamu Mas apa aku mengenalnya? ataukah selama ini kamu memang belum bisa move on dari aku sama seperti aku?"ucapan Arumi semakin terdengar begitu merendahkannya..

__ADS_1


Reva yang kebetulan mendengarkan semuanya pun mengerti dan tahu alasan kenapa dia dulu begitu marah dan begitu kecewa. Reva sendiri tak tega melihat Raffa di rendahkan oleh mantan kekasihnya itu..


Reva pun mendekati Raffa dan Arumi yang masih berbincang. Awalnya Raffa sangat takut jika Reva akan salah paham terhadapnya..


"Mas kenapa Mas kesini kan tadi aku sudah bilang Mas gak usah datang biar nanti aku yang datang ke rumah.."ucapan Reva membuat Arumi langsung menatapnya heran.


Reva pun langsung mendekati Raffa dan langsung merangkul lengannya dengan lembut..


"Mas siapa dia?"tanya Reva lirih.


Tatapan Arumi pun langsung terlihat berbeda dia seperti meminta penjelasan pada Raffa lewat tatapannya...


Reva mengerti tentang apa yang di rasakan oleh Raffa saat ini...


"Maaf apa kamu mantannya Mas Raffa? kenalin aku Reva calon istri Mas Raffa."ucapan Reva langsung membuat Raffa menatapnya..


Reva pun sepetinya memberikan sebuah kode pada Raffa dan dengan cepat Raffa pun mengerti..


Hati Arumi terasa sangat hancur sehancur hancurnya setelah mendengar apa yang di katakan oleh Raffa mungkinkah benar bahwa Reva adalah calon istri Raffa ataukan mereka hanya sedang bersandiwara??


Arumi pun langsung pergi meninggalkan butik dengan sejuta kekecewaan namun Arumi bertekad untuk bisa mendapatkan hati Raffa lagi apapun caranya...


Setelah melihat Arumi pergi Reva pun langsung melepaskan genggaman tangannya.


"Maaf Mas aku hanya gak mau saja melihat Mas di pojokan oleh mantan Mas tadi jadi aku berinisiatif untuk melakukan ini.."ucapan Reva membuat Raffa tersenyum...


Mas apapun masalahmu maafkan aku ya jika aku ikut campur aku tahu hal itu pasti gak mudah untuk kamu jalani tapi percayalah akan ada waktunya nanti Mas menemukan seseorang yang bisa menyayangi Mas dengan tulus.."


Reva pun tersenyum dan kemudian dia pun ingin pergi mengambilkan Raffa minuman namun Raffa menghentikannya..

__ADS_1


"Rev,terima kasih ya karena kamu telah membantuku. Dan aku akan mengajakmu makan siang sebagai ucapan terima kasih."Raffa pun langsung menarik lengan Reva dengan lembut dan langsung mengajaknya pergi mencari restoran untuk makan siang bersama...


Reva terlihat sangat terkejut namun dia juga tak menolak apa yang di lakukan oleh Raffa. Reva sendiri tahu bahwa Raffa adalah laki laki yang baik walupun sikapnya yang kadang dingin seperti kulkas dua pintu...


Raffa pun tak lagi memikirkan Arumi,Raffa sudah benar benar bertekad untuk melupakan masa lalunya dan membuka sebuah lembaran baru bersama wanita yang akan menemaninya nanti. Raffa sudah tak mau lagi mengingat semua kenangan yang menyakitkannya itu...


"Reva.. terima kasih ya aku berharap suatu saat nanti aku akan bisa mendapatkan wanita yang seperti kamu dan aku juga sangat berharap kamu juga akan selalu bahagia. Reva aku sangat yakin kekasihmu pasti sangat bahagia karena memiliki wanita sepertimu.."Raffa pun berharap Reva akan mengatakan bahwa dirinya tak memiliki kekasih....


Reva pun tersenyum mendengar ucapan Raffa yang mengatakan bahwa kakasihnya akan sangat bahagia mendapatkan kekasih sepetinya...


"Mas Raffa bisa saja. Bahkan dari sejak aku kecil hingga sekarang aku gak pernah memiliki kekasih. Bagaimana bisa Mas mengatakan bahwa kekasihku akan bahagia memiliki wanita sepertiku.."


Raffa pun kembali menatap kearah Reva dan kemudian tersenyum. Raffa tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Reva bahwa selama ini dia gak pernah berhubungan dengan lawan jenis padahal Reva adalah wanita yang sangat cantik dan juga mandiri mustahil jika tak ada satu lelaki pun yang tak jatuh hati padanya...


"Aku gak percaya wanita cantik sepertimu tak pernah memiliki kekasih. Apa kamu sedang berbohong?"tanya Raffa mencoba meyakinkan apa yang di katakan oleh Reva.


Reva pun menatap kearah Raffa dan tersenyum..


"Aku serius Mas bahkan sekalipun aku tak pernah merasakan yang namanya pacaran. Bagiku pacaran itu gak penting aku hanya ingin mencari seseorang yang tulus mencintaiku dan mau menerima apa adanya. Dan jujur aku itu gak pernah mau pacaran kalau nanti aku dapat jodoh aku maunya langsung menikah saja."ucapan Reva membuat Raffa merasa bahwa Reva adalah wanita yang sepesial...


Raffa pun menatap wajah cantik Reva yang sedang tersenyum sepetinya Reva sedang membayangkan sesuatu tapi itu apa entahlah..


"Reva jika nanti ada orang yang bilang sayang sama kamu apa kamu akan menerimanya?"pertanyaan Raffa membuat Reva langsung berbalik menatapnya...


Tatapan keduanya pun bertemu hal itu membuat keduanya sama sama merasa canggung dan juga grogi..


"Tergantung Mas dia baik apa enggak.."ucap Reva sedikit bercanda..


Raffa pun tersenyum seolah dia tengah mendapatkan lampu hijau dari Reva.

__ADS_1


Tak lama setelah itu mereka pun makan siang bersama dan setelah selesai Raffa pun berpamitan untuk kembali ke kantor untuk bekerja...


__ADS_2