
Raffa sangat senang setalah mendengar jawaban Reva. Raffa sangat bahagia mendapatkan perlakuan manis dari Reva...
"Kita akan sama sama belajar ya Mas dan maafkan aku jika mungkin aku gak sempurna untuk Mas tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu Mas.."Reva pun merasa senang karena pada akhirnya dia bisa mengakui perasaannya...
Setalah itu Reva dan Raffa keduanya pun kembali menikmati makan malam bersama layaknya sepasang kekasih..
Raffa sangat bahagia menatap wajah cantik Reva wanita yang kini tengah menjadi kekasihnya...
"Re,,kamu terlihat cantik malam ini.. maksudnya kamu terlihat istimewa di mataku.."Raffa pun langsung menggunakan jurus mautnya untuk merayu Reva.
Reva hanya tersenyum sembari mendengar apa yang di ucapkan oleh laki laki yang kini menjadi kekasihnya...
"Mas bisa saja membuat aku melayang tinggi dan kenapa juga Mas harus seperti itu bikin aku mau tertawa..."Reva yang gak bisa di ratu pun tertawa melihat apa yang di lakukan oleh Raffa.
Raffa pun merasa malu melihat Reva yang justru mentertawakan dirinya hal itu membuat Raffa menggaruk kepalanya yang merasa tak gatal itu..
"Aku hanya ingin bersikap manis eh malah gak mempan jadi malu."Raffa pun tersenyum sembari menatap wajah sang kekasih...
Setalah keduanya selesai makan malam,Raffa mengajak Reva untuk berkeliling sejenak..
"Kita jalan jalan dulu ya Re,kamu tenang saja aku sudah meminta izin kok pada Ayah kamu.."Raffa pun mengatakan hal yang membuat Reva langsung menatapnya...
"Mas udah bicara sama Ayah? dan Mas juga bilang kalau kita akan jalan berdua?"pertanyaan Reva membuat Raffa tersenyum sembari menanggukan kepalanya...
"Iya emangnya kenapa Re,,Re bolehkan aku memanggil kamu dengan sebutan lain?"tanya Raffa dengan lembut.
Reva pun hanya mengangguk dia sendiri tak merasa keberatan dengan apa yang akan di katakan oleh Raffa.
"Boleh aja Mas terserah Mas saja. Mau panggil apa aja bebas."Reva pun mengatakan hal yang membuat Raffa sangat senang...
__ADS_1
"Terima kasih sayang.."ucap Reva sembari tersenyum..
"Sayang Mas apa gak salah?"tanya Reva lirih..
"Enggak apa apa sayang, Reva aku tak mau berhubungan terlalu lama maksud aku,aku tak ingin kita lama lama berpacaran aku ingin segera menikah denganmu. Reva apa kamu mau menjadi pendampingku dan apakah kamu mau menjadi Ibu dari anak anak kita kelak dan apakah kamu juga menjadi obat dari segala rasa sakit yang pernah aku rasakan dulu.."Raffa pun mengutarakan niatnya untuk segera melamar Reva dan menjadikannya ratu di dalam kehidupannya...
Reva pun tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Raffa.
"Mas apa kamu serius? Apa Mas yakin dengan pilihan Mas?apa nantinya Mas gak akan kecewa?"Reva pun mengulangi pertanyaannya membuat Raffa langsung kembali memeluknya...
"Apa yang aku ragukan lagi Reva. Bukankah selama ini kamu yang telah mendapatkan cincin itu dan untuk itu aku yakin bahwa kamu adalah satu satunya wanita yang terbaik yang Allah kirimkan untuk menemaniku dan juga untuk mengobati segala apa yang telah aku alami. Reva aku ingin kamu menjadi satu satunya wanita dalam kehidupanku. Aku juga tak menuntut apapun darimu yang aku mau hanya kesetian itu saja."Raffa pun kini memegang tangan Reva dan berharap bahwa Reva akan menerimanya..
Reva pun berpikir sejenak dia juga tak mau memberikan harapan pada Raffa takutanya dia akan mengecewakannya suatu hari nanti.
"Mas tapi aku takut jika suatu saat aku mengecewakanmu apa kamu masih mencintaiku seperti ini?"pertanyaan Reva membuat Raffa menatapnya sekilas..
Aku tak mau mendengar apapun lagi kita mulai semuanya dari awal dan aku berjanji aku akan selalu percaya padamu apapun itu.."Raffa pun kembali mengajak Reva untuk berjalan jalan.
Raffa pun memberikan sebuah cincin berlian yang sudah sengaja dia siapkan untuk Reva.
"Sayang aku ingin kamu menerima ini sebagai ikatan untuk kita. Dan secepatnya aku akan meminta Bunda untuk melamar kamu."Raffa pun tersenyum..
Reva pun menerimanya dengan senang hati dan setelah itu keduanya pun kembali berjalan jalan dan kemudian keduanya pun pulang...
...****************...
Setelah mengantarkan Reva pulang,Raffa pun langsung pulang menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah Raffa pun langsung di sambut oleh sang Bunda yang sengaja menunggunya..
__ADS_1
Ibu Maurel sudah tahu semuanya karena pada saat yang sama Ibu Maurel juga ada di sana.
"Raffa gimana apa semuanya lancar apa Reva menerima cinta kamu?Bunda sangat berharap bahwa kamu dan Reva bisa segera bersama dan Bunda juga sangat ingin Reva untuk menjadi menantuku menjadi putriku.."Ibu Maurel pun berbicara dengan penuh antusias.
Raffa pun hanya menanggapi ucapan sang Bunda dengan senyuman..
"Secepatnya Raffa ingin segera melamar Reva. Bunda doain aja ya."jawaban Raffa membuat hati Ibu Maurel benar benar merasa sangat bahagia..
Ibu Maurel pun langsung mendekati Raffa dan memeluknya..
"Bunda sangat bahagia mendengarnya sayang,Bunda akan menyiapkan semuanya dan Bunda juga akan segera membelikan semua yang kita butuhkan untuk acara lamaran. Raffa Bunda gak salah pilih kan? Buktinya kamu aja langsung cinta dengan Reva."Ibu Maurel pun mulai menggoda Raffa.
Raffa pun tersenyum dan mengangguk padahal Raffa sudah sejak lama memiliki perasaan terhadap Reva namun dia memilih untuk mengabaikannya...
"Iya pilihan Bunda memang yang terbaik.."ucapan Raffa membuat Ibu Maurel sangat bahagia...
Setelah itu Raffa pun berpamitan untuk masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
Sebelum dia membersihkan diri Raffa pun menyempatkan untuk menghubungi Reva mengatakan bahwa dirinya sudah sampai di rumah dengan selamat...
Hari demi hari hubungan Raffa dan Reva pun semakin terlihat sangat dekat. Bahkan banyak orang yang iri melihat kedekatan keduanya.
Reva pun sangat senang mendapatkan perhatian dari Raffa bahkan saat ini Reva belum tahu bahwa Raffa pernah mengalami trauma yang begitu dalam..
Reva yang selalu tampil apa adanya pun menjadi perhatian untuk orang lain yang mengatakan bahwa Reva tak pantas untuk Raffa karena penampilan Reva yang terlalu sederhana..
"Lihatlah cowoknya sangat tampan bahkan pakaiannya pun sangat rapi tapi lihatlah cewek itu pakaiannya enggak banget. Masa dia hanya pakai celana panjang sama kaos saja.."ucap salah seorang yang berada tak jauh dari mereka..
Reva yang mendengar itu pun hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan. Ucapan orang orang bisa saja menjadi racun untuk Reva namun Reva lebih memilih untuk tak menghiraukannya baginya kesederhanaan adalah hidupnya karena semenjak dia kecil kedua orang tuanya selalu mengajarkan tentang kesederhanaan...
__ADS_1