
Raffa yang baru saja sampai di rumah Reva namun Reva dan Pak Andi sudah pergi meninggalkan Jakarta. Raffa tersenyum menertawakan dirinya yang begitu bodoh melepaskan wanita yang paling berharga dalam hidupnya.
"Lihatlah Raffa bahkan sekarang wanitamu benar benar meninggalkanmu. Apakah ini yang kamu inginkan? Lihatlah sekarang kamu hancur untuk kedua kalinya itu semua karena laki laki itu.."Raffa pun tak berhenti mengutuk sang Ayah yang sudah terlalu banyak memberikan luka di dalam hatinya.
Pada saat yang bersamaan airmatanya pun jatuh dia tak kuasa menahan semua yang saat ini dia rasakan hancur dan perih bercampur menjadi satu inikah takdir manis yang harus di jalani oleh seorang Raffa Bintang Alaska..
...****************...
Beberapa bulan kemudian...
Kehidupan Raffa masih terasa sangat hampa banyak hal yang dia sembunyikan semenjak kehilangan Reva kehidupannya tak pernah baik baik saja. Raffa selalu saja terlihat murung dan lebih memilih untuk memforsir dirinya sendiri dalam bidang perkejaan.
Ibu Maurel sendiri tak tega melihat penderitaan putranya itu.
"Raffa,,ini sudah beberapa bulan semenjak kamu berpisah dengan Reva tapi kenapa kamu masih belum bisa melupakannya sayang."Ibu Maurel pun tak kuasa menahan kesedihan di dalam hatinya.
Ibu Maurel juga merindukan sosok Reva yang begitu ceria. Ibu Maurel juga tak menyalahkan Reva dengan apa yang telah terjadi namun Ibu mana yang tega melihat anak kesayangannya menderita.
Raffa pun menatap kearah sang Bunda yang masih menatapnya.
"Gak semudah itu Bunda.. Aku tahu ini adalah salahku dan sampai kapanpun Raffa akan tetap menunggunya. Dan juga Raffa tak pernah tinggal diam banyak orang suruhan Raffa yang sedang mencari keberadaan Reva dan Pak Andi."Raffa pun masih kekeh dengan cintanya...
Ibu Maurel pun tersenyum melihat sang putra yang begitu bersemangat untuk mencari Reva. Ibu Maurel juga berharap bahwa Reva akan bisa kembali pada Raffa suatu hari nanti..
"Bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian sayang. Semoga saja secepatnya Reva bisa kembali sama kamu.."Ibu Maurel pun memeluk putranya dengan lembut...
Raffa pun tersenyum sembari menatap sang Bunda yang selalu saja bisa mengerti apa yang sedang dia rasakan.
"Terima kasih Bunda,doakan saja yang terbaik untuk Raffa,Raffa yakin suatu saat nanti Raffa pasti akan bisa kembali bersama dengan Reva. Dan pada saat itu terjadi Raffa sudah tak akan pernah menyia-nyiakannya lagi.."Raffa pun sudah tak mau lagi menutupi segalanya.
__ADS_1
Ibu Maurel pun tersenyum melihat sikap Raffa yang terlihat jauh lebih dewasa saat ini..
"Iya nak anggaplah ini sebagai ujian cinta kalian berdua. Jika kalian bisa melewatinya maka Bunda yakin kalian akan bisa kembali bersama dan kalian akan menemukan kebahagiaan kalian percayalah pada rencananya.."Ibu Maurel pun tak pernah lelah untuk memberitahu Raffa tentang mana yang terbaik untuknya...
Di tempat yang berbeda.
Kehidupan Raffa dan Pak Andi juga terlihat jauh lebih baik. Reva kini sudah terlihat jauh lebih ceria.
"Reva sayang bagaimana perasaanmu kali ini nak?"tanya Pak Andi lirih.
Reva pun menatap kearah sang Ayah dan tersenyum..
"Perasaan Reva jauh lebih baik Ayah,kenapa Ayah mendadak bertanya seperti itu?'tanya Reva lirih.
Pak Andi pun tersenyum sembari menatap sang putri yang kini ada di hadapannya.
"Ayah hanya takut jika kamu masih belum bisa melupakan Raffa. Jika kamu masih memiliki cinta di hatimu kenapa kamu tak mencoba untuk memperbaiki semuanya."ucap Pak Andi secara tiba tiba membuat mata Reva pun langsung membulat..
Pak Andi pun tersenyum sembari mencubit lengan Reva dengan lembut.
"Kamu pasti juga lebih tahu nak dan kamu juga jauh lebih mengerti dengan apa yang Ayah maksud.."Pak Andi pun langsung bangun dari duduknya..
Reva pun hanya menggelengkan kepalanya saja dalam hati kecilnya Reva masih sangat mencintai Raffa bahkan sampai detik ini namun Reva juga tak mau jika apa yang dia harapkan nantinya akan melukainya kembali sehingga Reva lebih memilih untuk mempercayakan semuanya pada takdir.
Reva pun kembali mengingat kenangannya bersama Raffa serasa itu semua bagaikan mimpi dalam hatinya dia sangat merindukan laki laki yang pernah menjadi calon suaminya itu tapi di sisi lain Reva juga takut jika pada kenyataannya Raffa telah meluapkan dirinya.
"Aku percaya bahwa takdirMu jauh lebih baik ya Allah maka aku mohon yang terbaik dari semuanya."Reva pun memutuskan untuk berjalan jalan di sekitar rumahnya untuk menenangkan hatinya.
Pada saat yang hampir bersamaan Pak Arga mendapatkan informasi tentang keberadaan Reva calon menantunya itu. Pak Arga pun langsung pergi menuju kota Bandung untuk menjelaskan semuanya pada Reva tentang apa yang terjadi hari itu..
__ADS_1
"Sudah waktunya Ayah membayar semuanya nak,Ayah janji padamu Ayah akan membawa kembali Reva kesisimu Ayah tahu Reva adalah wanita yang pantas untukmu."Pak Arga pun menatap foto puteranya yang ada di bingkai kamarnya.
Pak Arga pun berangkat menuju kota kembang Bandung untuk menemui Reva dan Pak Andi.
Beberapa saat kemudian Reva yang sedang berjalan jalan di sekitar rumahnya pun melihat seorang laki laki tua yang kini mendekatinya.
"Maaf apa kamu Revalina?"tanya Pak Arga lirih.
Reva pun mengangguk dia sendiri bingung dengan kedatangan laki laki itu.
"Benar sekali Pak tapi maaf Bapak ini siapa ya dan ada perlu apa sama saya?"tanya Reva dengan sedikit canggung.
Pak Arga pun tersenyum sembari menatap Reva wanita yang cantik dan terlihat begitu sopan..
"Kenalin saya Arga Alaska Ayah dari Raffa.."ucap Pak Arga lirih.
Mendengar nama sang mantan kekasih di sebutkan Reva pun menjadi sedikit canggung.
"Bolehkan Bapak bicara denganmu sebentar saja?"tanya Pak Arga membuat Reva terhentak dari lamunannya.
Reva pun menganggukan kepalanya dan kemudian keduanya pun duduk di bangku taman yang tak jauh dari tempat itu..
Reva dan Pak Arga pun duduk,kini mata laki laki paruh baya itu pun mulai berkaca kaca dia tak kuasa menahan perasaannya.
"Sebelumya maafkan Om ya Nak,Om hanya ingin menjelaskan tentang peristiwa beberapa bulan yang lalu di mana itu adalah hari pernikahan kamu dan Raffa."Pak Arga pun mulai menceritakan tentang masa lalunya pada Reva.
"Ini adalah kesalahan Om yang telah begitu menyakiti hati putra Om sendiri. Om tahu bahwa Om tak pantas untuk di maafkan tapi Om juga ingin melihat kebahagiaannya berasa kamu namun ternyata Om salah justru kedatangan Om ke acara kalian justru membuat kalian seperti sekarang ini..Maafkan Om Reva."Pak Arga pun gak kuasa menahan kesedihan yang kini ada di dalam hatinya.
Hati Reva pun merasakan sakit yang begitu dalam setelah mendengar apa yang di katakan oleh Pak Arga,kini Reva merasa sangat bersalah karena tak pernah mendengarkan penjelasan dari Raffa dan justru malah memilih untuk meninggalkannya apakah itu pantas.
__ADS_1
Reva sangat sedih setelah mendengar itu semua bahkan kini Reva sangat menyesali apa yang telah dia lakukan pada Raffa..