WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU

WANITAKU SELINGKUHAN AYAHKU
Capture 35


__ADS_3

Pak Andi pun tersenyum sembari menatap wajah putri kesayangannya itu.


"Kamu benar sayang Ayah sangat setuju kamu harus bisa menyatukan dua laki laki itu. Dan percayalah jika niat kamu tulus pasti akan ada jalan dan kemudahan untuk kamu bisa membuat keduanya berdamai."Pak Andi selalu menjadi orang pertama yang mendukung semua yang Reva lakukan.


Reva pun mengangguk dan tersenyum sembari menatap sang Ayah. Setelah itu Reva pun membantu sang Ayah untuk mengemasi barang barang yang dia bawa dari Bandung dan keduanya pun sepakat untuk kembali menetap di Jakarta dan melupakan semua yang telah terjadi.


Pada keesokan harinya Raffa datang pagi pagi sekali ke rumah Reva untuk menjemputnya menemui sang Bunda. Ini kali pertamanya Raffa bertemu kembali dengan Pak Andi dan hal itu membuat Raffa merasa sedikit canggung...


"Selamat pagi Om.."ucap Raffa sembari memberikan dalam yang di sambut dengan senyuman oleh Pak Andi.


"Selamat pagi juga Nak Raffa silahkan masuk terlebih dahulu Reva masih bersiap siap di atas.."jawab Pak Andi sembari menyuruh laki laki yang pernah menjadi bosnya itu untuk duduk..


Raffa pun dengan sedikit canggung mengikuti apa yang di katakan oleh Pak Andi,Raffa pun masuk dan duduk di ruang tamu bersama dengan sang calon mertua...


"Bagaimana kabar kamu Nak Raffa?"tanya Pak Andi sedikit berbasa-basi untuk mencairkan suasana yang nampak sedikit tegang.


Raffa pun menatap kearah laki laki yang kini sedang bersama dengannya.


"Alhamdulillah baik Om, Om sendiri bagaimana?"jawab Raffa dengan canggungnya..


Pak Andi pun tersenyum melihat sikap Raffa yang nampak canggung padanya hal itu membuat Raffa menjadi semakin grogi..


"Biasa aja Nak Raffa jangan canggung kita mengenal bukankah sudah sangat lama dan satu lagi ada yang ingin Om tanyakan sama kamu apa kamu gak keberatan?"pertanyaan Pak Andi membuat Raffa langsung menatapnya....


"Sialhakan Om mau tanya apa?"jawab Raffa sedikit ragu..


Pak Andi pun menarik nafas panjang dan kemudian membuangnya secara berlahan..


"Om hanya ingin tahu apa kamu benar benar mencintai Reva putri Om,Raffa Om hanya ingin melihat Reva bahagia dan kebahagiaan Reva adalah hal yang paling penting untuk kehidupan Om.."pertanyaan Pak Andi membuat Raffa sedikit bingung untuk menjawabnya...


"Tentu saja Om,Raffa sangat mencintainya bahkan Raffa tak bisa membayangkan jika hal kemarin terjadi lagi padaku aku tak akan pernah sanggup."Raffa pun tak bisa lagi menahan rasa di dalam hatinya terlihat jelas kesedihan yang di rasakan.


Pak Andi pun tersenyum menatap kearah Raffa dia tak pernah menyangka bahwa Raffa juga sangat terluka dan tatapan mata Raffa membuat Pak Andi yakin bahwa cinta Raffa itu sangat tulus pada Reva.

__ADS_1


"Om tahu itu dan terima kasih karena kamu telah mencintai Reva dengan sepenuh hati.. Om sendiri sangat senang mendengar semua hal itu.."Pak Andi pun tersenyum sembari menatap kearah Raffa yang kini nampak menunduk..


Tak lama kemudian Reva pun turun dari lantai dua dan Reva melihat ada sesuatu di antara kedua laki laki itu..


"Mas kamu udah lama maaf ya harus menunggu aku tadi masih bersiap siap.."Reva pun langsung mencoba untuk mencarikan suasana..


"Mungkin Raffa sudah tak sabar menunggu kamu sayang sehingga dia nampak sangat gelisah.."Pak Andi juga mencoba untuk menggoda Raffa supaya dia melupakan semuanya..


Raffa pun nampak malu setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Pak Andi.


"Om bisa saja..."jawab Raffa sembari tersipu malu..


...****************...


Setalah itu Raffa dan Reva pun pergi meninggalkan rumah milik Reva. Reva pun menatap kearahnya dan tersenyum..


"Mas tadi Ayah mengatakan apa sama Mas?"tanya Reva lirih.


"Mas aku serius bertanya?"ucap Reva kemudian..


Raffa pun tak menjawabnya dan hal itu membuat Reva langsung ngambek..


Reva nampak cemberut karena pertanyaannya tak di jawab oleh Raffa hal itu membuat Raffa langsung luluh dan merasa bersalah.


"Kamu kenapa cemberut sayang?"tanya Raffa lirih.


Reva pun kali ini membalasnya dia tanya diam saja tak menjawab pertanyaan Raffa.


Raffa pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum..


"Ternyata wanita susah di mengerti ya dikit dikit ngambek.."ucapnya sedikit lebih menggoda Reva kekasihnya.


Reva masih diam saja kali ini Reva ingin mengetes keperakan dari kekasihnya itu..

__ADS_1


Raffa nampak canggung melihat Reva yang ngambek hal itu membuat Raffa menarik nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..


"Tadi Om Andi bilang bahwa aku gak boleh membuat kamu bersedih lagi.. Sayang maaf bukannya aku gak mau cerita tapi aku cuma gak mau kamu berfikir yang aneh aneh nantinya."Raffa pun mengatakan semua hal yang dia rasakan..


Reva pun tersenyum di dalam hatinya melihat begitu besar kasih sayang yang Raffa berikan untuknya dan Reva sendiri juga tahu bahwa seorang Raffa Bintang Alaska juga seorang manusia biasa yang memiliki kekurangan dan kelebihan..


"Iya aku gak marah kok dan aku juga gak berfikir yang aneh aneh aku tahu kok Mas kalau Mas sendiri juga mungkin merasa tak enak sama aku.."Reva pun kini tersenyum dengan sangat manisnya...


Melihat hal itu Raffa pun langsung memegang tangan Reva dan menggenggamnya dengan sangat erat.


"Maksih ya sayang aku mencintaimu.."bisiknya tepat di telinga Reva membuat Reva menjadi sedikit salah tingkah...


Reva pun tersenyum sembari menganggukan kepalanya..


"Iya Mas aku juga mencintaimu.."


Keduanya pun sama sama tertawa setelahnya tak lama keduanya pun sampai di kediaman Raffa..


Kedatangan Reva di sambut hangat oleh Ibu Maurel, Ibu Maurel langsung memeluk Reva wanita yang dia rindukan..


"Assalamualaikum Tante.."ucap Reva membuat Ibu Maurel yang sedang membuat minuman langsung menatapnya dan kemudian Ibu Maurel langsung memeluknya dengan sangat erat.


"Waalaikkumsalam sayang,Reva kamu kemana saja? Kamu tahu Tante sangat merindukanmu dan Tante minta jangan pernah pergi tanpa pamit lagi. Reva sayang kamu tahu apa yang terjadi pada Raffa setelah kamu menghilang?"ucapan Ibu Maurel membuat Raffa langsung merasa malu pasalnya Raffa seperti seorang anak yang kehilangan Ibunya semenjak hari itu Raffa benar benar berubah menjadi murung dan juga tak pernah tersenyum..


"Bunda sudah jangan di lanjutkan Raffa malu.."Raffa pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan keduanya.


Reva pun tersenyum sembari menatap wajah Raffa yang nampak merah Reva benar benar ingin tahu apa yang terjadi setelah dia pergi namun Reva tak tega melihat Raffa yang nampak gelisah..


Ibu Maurel pun menatap kearah putra kesayangannya itu dan tersenyum..


"Kenapa harus malu seharunya kamu ceritakan saja pada Reva supaya Reva tahu dan Reva tak akan pernah berfikir untuk meninggalkan kamu lagi.."Ibu Maurel pun menggoda putranya membuat Raffa merasa malu...


Reva pun masih tersenyum dan kemudian Reva mengalihkan pembicaraan keduanya,Reva mengatakan bahwa dia ingin ke kamar mandi...

__ADS_1


__ADS_2