
Raffa pun menatap sekilas kearah Reva dan kemudian dia juga menatap kearah sang Ayah yang sedang menatapnya tiba tiba saja Raffa tersenyum dia juga merasa sudah cukup menyiksa sang Ayah selama ini..
Pak Arga pun tersenyum dalam hatinya pada akhirnya setelah tiga tahun lamanya kini Pak Arga bisa kembali melihat senyuman di wajah putra kesayangannya...
"Raffa maafkan Ayah,maafkan atas apa yang telah Ayah lakukan padamu,Ayah tahu apa yang Ayah lakukan di masa lalu sangat melukaimu.. Raffa apa yang harus Ayah lakukan untuk bisa mendapatkan maaf darimu?"Pak Arga pun memegang kedua tangan putra kesayangannya dengan berlinang airmata...
Kali ini Raffa tak menolak Ayahnya dia tahu bahwa sang Ayah sudah sangat tulus mengakui segala kesalahannya dan tak seharusnya Raffa menyimpan dendam pada laki laki yang telah membesarkannya itu...
"Ayah..."ucap Raffa lirih suaranya nyaris tak terdengar..
Reva yang melihat pemandangan indah di depan matanya pun tak bisa lagi membendung air matanya,Reva menangis bahagia melihat calon suaminya dan calon mertuanya bisa kembali berbaikan..
Kedua laki laki itu pun saling berpelukan melepaskan kerinduan yang telah lama meraka idamkan selama ini..
Raffa pun memeluk sang Ayah dan menangis di pelukannya rasanya semua kini terlepas dan hilang seolah mereka adalah dua orang yang tak pernah bertemu dalam waktu yang lama..
"Ayah.. Maafkan Raffa maafkan atas semua yang pernah Raffa lakukan pada Ayah."tangis Raffa pun pecah seketika membuat Pak Arga pun tak kuasa menahan air matanya...
"Ayah yang seharusnya meminta maaf padamu Nak,karena keegoisan Ayah dan juga karena sikap bodoh Ayah telah membuatmu menjadi seperti ini. Membuatmu membenci Ayah dan itu bukan salahmu nak itu adalah kesalahan Ayah dan Ayah pantes untuk menerima ini semuanya."Pak Arga pun tak bisa lagi menyembunyikan semuanya saat ini dia pun melepaskan semuanya melepaskan semua yang dia pendam selama ini..
Reva pun terharu mendengar semuanya itu dan kali ini Reva merasa benar benar bahagia melihat orang yang sangat dia sayangi dan juga calon imamnya telah bersama kembali berdamai seperti dahulu..
"Sudah sudah jangan sedih sedihan terus nanti aku ikut nangis.."Reva pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan keduanya.
__ADS_1
Raffa dan Pak Arga pun menatap kearah Reva dan tersenyum sembari Raffa menghapus airmatanya yang tak sengaja menetes di kedua sudut matanya...
"Sayang kamu bisa saja.. Sayang terima kasih ya karena kamu telah membuka hatiku lagi.. Dan saat ini semuanya sudah lepas semuanya dan aku sangat bahagia saat ini.."Raffa pun memeluk Reva dengan sangat erat.
Pak Arga pun membelai rambut Reva dengan lembut dengan penuh kasih sayang dia pun berkata...
"Terima kasih ya Nak,karena kamu telah membuat Om dan Reva kembali bersama. Kamu adalah calon istri yang terbaik dan juga calon menantu yang akan membuat Om dan Tante merasa bangga karena telah memilikimu di tengah keluarga kami.."Pak Arga pun tersenyum dia mulai menyayangi Reva sebagai anaknya sendiri...
Raffa pun tersenyum melihat kelembutan sang Ayah yang ternyata juga sudah dapat menerima Reva dengan sangat baik..
Reva pun tersenyum menatap kearah sang calon suaminya seolah memberikan kepercayaan padanya bahwa semuanya akan baik baik saja.
...****************...
Di lain tempat....
"Assalamualaikum Bunda.."ucap Raffa lirih.
"Assalamualaikum Tante.."Reva pun ikut menyapa sang calon mertuanya dengan lembut...
Ibu Maurel tersenyum melihat yang datang adalah putra dan calon menantunya itu..
"Waalaikkumsalam sayang kalian kok kesini? Reva sayang kamu jangan panggil Tante dong panggil Bunda saja."Ibu Maurel pun langsung memeluk Reva dengan sangat erat membuat Raffa merasa iri di buatnya...
__ADS_1
"Bunda,,aku ini yang anakmu kenapa Reva yang di sapa dan di peluk.. Bunda Raffa ingin mengatakan sesuatu dan mungkin hal ini akan membuat Bunda bingung."Raffa pun mencoba memberi tahu sang Bunda tentang Pak Arga.
Ibu Maurel pun merasa bingung dengan apa yang di katakan oleh sang putra,belum sempat bertanya Raffa telah menyuruh sang Ayah untuk masuk..
"Bunda lihatlah siapa yang datang?"ucap Raffa sembari tersenyum...
Mata Ibu Maurel seakan hendak keluar dari tempatnya melihat sang mantan suaminya yang kini ada di hadapannya. Laki laki yang pernah membuatnya dan sang putra terluka dengan sangat dalam namun kini dia telah berdiri di hadapannya..
"Mas Arga..."ucapnya tak percaya.
Pak Arga pun masuk kedalam rumah sesuai perintah dari sang putra.
"Bunda lihatlah Ayah ada di sini? Bunda maafkan Raffa yang tak memberitahu Bunda tentang ini. Sekarang Raffa ingin Ayah ada bersama kita ada di antara aku dan Reva."ucapan Raffa membuat Ibu Maurel menatap tak percaya..
Doa yang selalu dia panjatkan selama ini akhirnya terwujud hadapannya untuk melihat sang mantan suami dan putranya kembali bersama telah terwujud hal itu tak bisa lagi membuatnya menahan airmatanya..
"Raffa,,Bunda sangat senang mendengarnya. Walaupun kini Bunda dan Ayah telah berpisah tapi tak ada yang namanya mantan Ayah dan mantan anak.. Bunda sangat bersyukur pada akhirnya pintu hati kamu terbuka sayang.."Ibu Maurel pun langsung memeluk Raffa dengan erat.
"Maurel maafkan aku,maafkan aku yang membuatmu dan putra kita terluka aku tahu sebesar apapun aku meminta maaf hal ini tak akan pernah bisa hilang dari dalam hati kalian berdua. Maurel aku benar benar menyesali apa yang telah aku lakukan dan saat ini yang aku inginkan hanyalah melihat kebahagiaan Raffa itu saja. Jika bisa aku mengulang waktu mungkin sampai matipun aku tak akan pernah melakukan hal itu."ucapan Pak Arga terhenti sesaat setelah Ibu Maurel memegang tangannya.
"Mas sudahlah aku sudah melupakan semuanya itu. Yang terpenting adalah kita masih bisa menjadi seorang teman dan juga tetap menjadi orang tua yang lengkap untuk putra kita dan juga kita bisa sama sama menjadi kakek dan nenek untuk cucu cucu kita kelak.."Ibu Maurel pun dengan tulus memaafkan apa yang telah terjadi di masa lalu baginya masa lalu itu tak perlu di ingatkan lagi..
Reva yang memang sudah tahu semuanya dan dia hanya bisa tersenyum bahagia melihat keluarga calon suaminya bisa kembali damai seperti dahulu. Pak Arga menatap kearah Reva dan tersenyum kearahnya..
__ADS_1
"Terima kasih ya Reva karena kamu keluarga Om bisa menerima Om kembali dan Om juga sangat berharap kamu akan bisa menjadi istri yang baik buat Raffa,Om sangat yakin akan hal itu.."Pak Arga pun menatap sang putra dan tersenyum kepadanya...
"Raffa jagalah wanita sebaik dia dengan sangat baik karena Ayah sangat yakin Reva bisa menjadi Ibu yang baik untuk anak anakmu kelak. Sayangi dan cintailah dia dengan sepenuh hatimu dan jangan pernah mengulangi apa yang telah Ayah lakukan untuk alasan apapun.."Pak Arga pun menepuk bahu Raffa dengan penuh kasih sayang..