
Raffa pun mencoba untuk memejamkan matanya dia masih gak bisa menerima segala hal yang baru saja terjadi. Saat ini hatinya sedang tak baik baik saja dan hal itu yang membuat Raffa benar benar hancur.
Walaupun Raffa memiliki kemampuan bisnis yang sangat hebat namun ketika hatinya merasa terusik dia tak lagi bisa berfikir jernih.
Pada keesokan harinya Raffa pun ke kantor pagi pagi sekali.
Raffa sampai di kantor pagi pagi sekali,tak lama setelah itu Arumi pun mengetuk pintu ruangannya karena Arumi bekerja sebagai sekretaris pribadinya sehingga dia memiliki akses di perusahaan itu.
Tanpa menunggu jawaban dari Raffa,Arumi pun masuk kedalam ruangan tersebut dan Arumi langsung mendekatinya berharap Raffa sudah melupakan semuanya.
"Mas maafkan aku,aku tahu aku salah dan aku juga khilaf."ucap Arumi dengan mimik wajah yang memprihatinkan.
Raffa tak menjawab ucapan Arumi bahkan untuk menatapnya saja dia merasa jijik terlebih saat Raffa melihat Arumi sedang di atas ranjang bersama sang Ayah..
"Ambilah surat pengunduran dirimu dan tinggalkan perusahan ini.."Raffa pun sudah memutuskan untuk melupakan Arumi dan Raffa ingin memulai kehidupan barunya.
Bagai di sambar petir di siang hari Arumi langsung menangis dan dia hendak memeluk Raffa.
"Singkirkan tubuh mu dariku aku jijik melihatmu pergilah dan maaf hubungan kita cukup hanya sampai di sini saja. Aku tak apa apa kamu sakiti tapi kamu juga telah menyakiti Bundaku dan aku tak akan pernah bisa menerima itu. Silahkan kemasi barang barangmu dan tinggalkan perusahaanku..
Ucapan Raffa sudah tak bisa di ganggu gugat lagi bahkan saat ini terlihat sorot kekecewaan dan juga rasa sakit hati yang mendalam di lubuk hatinya...
"Mas maafkan aku,tapi aku mohon jangan pecat aku Mas. Aku masih membutuhkan pekerjaan dan aku gak mau jika kamu melakukan ini padaku."Arumi pun masih mencoba untuk meyakinkan hati Raffa...
Raffa masih dalam pendiriannya dia sudah tak mau mengenal sosok Arumi lagi..
"Pergilah sebelum kesabaranku habis."ucap Raffa sembari menunjuk kearah pintu.
Pada saat yang bersamaan airmatanya Arumi pun menetes dia merasa sangat bersalah pada Raffa dia bisa melihat luka yang begitu dalam pada diri mantan kekasihnya itu.
Arumi pun hanya bisa menghapus airmatanya dan kemudian dia berbalik dan pergi meninggalkan perusahaan yang telah ikut membesarkan namanya.
__ADS_1
...****************...
Beberapa bulan kemudian...
Setelah resmi bercerai Ibu Maurel dan Raffa pindah kerumah baru mereka. bahkan saat ini keduanya pun menutup akses untuk Pak Arga untuk berhubungan dengan mereka lagi..
Raffa lebih memilih untuk menjauh dari sang Ayah dengan membawa sang Bunda,bagi Raffa apa yang sudah di lakukan oleh sang Ayah begitu melukai hatinya...
"Bunda sekarang kita akan tinggal di rumah ini ya,Raffa ingin memulai kehidupan baru Raffa dan Bunda dari sini. sekarang Bunda gak perlu khawatir karena Raffa akan memenuhi semua kebutuhan Bunda."Raffa pun menggandeng sang Bunda mengajaknya masuk ke rumah baru mereka yang jauh lebih besar dari rumah mereka sebelumnya.
Ibu Maurel hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya dia sangat beruntung karena memiliki anak yang begitu berbakti padanya bahkan pada saat sang Bunda sedang rapuh hanya Raffa yang ada di sampingnya...
"Terima kasih ya sayang,Bunda sangat beruntung karena memiliki kamu dan Bunda berharap kamu akan menemukan jodoh yang terbaik untukmu dan Bunda juga sangat yakin bahwa kamu pasti akan segera menemukannya."Ibu Maurel pun tersenyum sembari menatap sang putra.
Raffa dan Ibu Maurel pun langsung masuk kedalam rumah baru mereka dan di sana sudah banyak assisten rumah tangga yang bekerja pada mereka sebagian banyak adalah asisten rumah tangganya yang sejak kecil menguras Raffa.
Kehidupan baru pun di lalaui oleh Raffa bahkan saat ini dia lebih fokus untuk bekerja dan bekerja dia ingin melupakan segalanya seiring berjalannya waktu. Raffa ingin mengubur semua kenangan buruknya dan memulai kehidupan barunya sebagai seorang pengusaha muda.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Raffa sedang melakukan kunjungan kerja di New York Amerika,seperti biasa Raffa bertemu dengan sahabatnya Iskandar.
Iskandar dan Intan seperti melihat ada sesuatu yang berbeda di dalam diri Raffa.
"Raffa kamu kenapa sepertinya akhir akhir ini kamu seperti sedang menyimpan sesuatu?"tanya Iskandar dengan raut wajah yang berbeda...
Raffa pun hanya tersenyum sembari mengambil secangkir coffe late yang ada di hadapannya kemudian menikmati rasa manis dari kopi yang dia minum itu..
"Gak ada apa apa kok.."jawab Raffa sembari tersenyum...
Iskandar pun mulai menggoda Raffa dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan kekasih Raffa hal yang sempat dia katakan satu tahun yang lalu..
__ADS_1
"Raffa mana ne calon istri kamu? Kamu bilang kamu mau memperkenalkan dia tapi kenapa kamu tak pernah memperkenalkannya padahal ini sudah satu tahun berlalu."ucapan Iskandar membuat Raffa langsung menatapnya...
"Kami sudah putus..."ucap Raffa tanpa ekspresi..
Iskandar dan Intan pun terkejut mendengar ucapan Raffa..
"Apa kamu serius?"tanya Iskandar dan Intan secara bersamaan...
Raffa hanya mengangguk sembari tersenyum namun Raffa tak menjelaskan secara detail apa yang telah terjadi karena itu adalah aib baginya. Raffa lebih memilih untuk mengatakan bahwa dia dan mantan kekasihnya itu tak memiliki kecocokan..
Tak lama setelah itu tiba tiba saja Reva datang,Reva yang merupakan sepupu dari Intan pun kini tinggal gak jauh dari apartemen milik pasangan itu. Reva sedang menghadiri acara fashion di sebuah acara yang sangat besar hal itu membuat sosok Reva sebagai seorang disainer terekspos.
"Assalamualaikum... Maaf ya aku datang telat."ucap Reva lirih..
Iskandar dan Intan pun tersenyum menatap wajah cantik sepupunya itu.. Reva adalah wanita yang sangat cantik namun dia selalu berpenampilan apa adanya bukan tanpa alasan itu karena Reva adalah wanita sederhana yang tak suka memamerkan apa yang dia punya.
Sekilas Reva pun menatap laki laki yang sedang berbincang dengan sepupunya itu laki laki tampan yang femiliar untuknya..
Laki laki yang pernah di jumapinya dulu namun Reva lebih memilih untuk mengabaikannya.
Iskandar pun tersenyum dan kembali menatap sahabatnya yang masih asik dengan ponselnya...
"Raff,kenalin ini sepupu intan namanya Reva. Reva ini kenalin dia sahabatku namanya Raffa."ucapan Iskandar membuat Raffa pun langsung menatapnya.
Tanpa sengaja tatapan keduanya pun bertemu.
"Raffa.."ucap Raffa lirih.
Reva pun mengulurkan tangannya dan kemudian dia tersenyum..
"Reva..."jawab Reva sembari tersenyum...
__ADS_1
Mereka pun langsung berbincang namun sepertinya ada perasaan yang tak suka pada diri Raffa bukan karena dia tak menyukai perbincangan mereka namun karena Raffa sepertinya tahu jikalau ada maksud lain dari pertemuan yang sengaja mereka rencanakan...
Sementara itu Reva pun memilih untuk berpamitan terlebih dahulu karena Reva ada pekerjaan yang harus dia selesaikan Reva pun pergi meninggalkan Raffa dan sepupunya itu...