
Sesampainya diistana, ketiga sahabat itu disambut hangat oleh Queen & Alberth
" Hai Babtua raja! Hai mamtua ratu!" Ucap Rose refleks
Alberth sedikit kebingunggan dengan bahasa Rose" Babtua?"
" Nggak apa apa kan? Kalau gue panggil Babtua?"
Buset! Babtua???? Anjirrr Irena! Untung suami gue oon kalau nggak udah loh dihukum masuk penjara! - batin Queen tak tenang
Alberth sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena orangnya nggak tahu artinya apa! Ia segera pergi setelah menyambut ketiga tamu istimewa yang diundang langsung oleh Istrinya
Queen kemudian membawa ketiga sahabatnya keruangan kerjanya & menyeduhkan teh hangat untuk mereka
" Ahahaha!" Suasana diruangan itu seketika pecah ketika Queen tertawa saat melihat Efran " Buset Efran kok Loh cantik sih! Tumben banget loh pake gaun! Wih bagus banget sungguh cetar membahana! Ejekan yang membuat orang yang bersangkutan kesal
Baju perang masih lebih baik anjirrr! - batin Efran
Efran kembali melihat gaunnya dengan tatapan jijik " Gue berharap ini cepat cepat selesai agar gue bisa memusnakan nih benda konyol yang menjijikan ini dari badan gue! Ogah banget gue pake nih barang selama seharian! bukan selera gue banget!"
__ADS_1
Tak mau sahabatnya itu menjadi terbakar akibat panas otaknya, Queen kemudian mengajak mereka untuk berjalan jalan melihat beberapa tempat yang menarik
Namun entah kesialan apa yang menimpa Rose sehingga dirinya kembali bertemu dengan sih ****** Erina
Menatap kesal " Buset dah dari semua orang kenapa harus si Jamet sih!"
" Tuh ****** nggak ada kapok kapoknya apa? Perlukah gue membunuhnya sekarang juga tuh ******, kalau dibiarin makin melunjak dia!" Tanya Sifra yang tak tahan lagi ingin mencekik Erina
Mendengar nama ****** membuat Efran tersenyum bahagia " Etss nggak boleh!! Sih jamet urusannya ama gue. Dia nggak boleh mati sebelum gue siksa terlebih dahulu. Loh berdua kan tahu, udah banyak novel yang gue baca & udah banyak juga ****** yang gue temuin, tapi dari semuanya satupun nggak bisa gue remas kasih hancur karena dia fiksi. Lah sekarang didepan mata ini asli loh!! Jadi nggak boleh disia sia in. Gue udah bunuh banyak penjahat tapi nggak pernah bunuh SATUPUN ******!!!" Cibir Efran panjang lebar
Efran mengambil nafas & kembali berbicara" Nah sekarang ada sih jamet, deket deket lagi, huh mengugah selera betul!!"
Efran kemudian memainkan rambutnya dengan bangga sambil berkata" Oh jelas dong, bahan bermutu! Kualitas tinggi! Impor dari luar negeri! No tipu tipu!"
Melirik Queen " Queen loh berpikir seperti yang gue pikirkan?" Tanya Rose
" Tentu"
" Perlukah kita mengantar Efran kepihak keamanan"
__ADS_1
" Kurasa ....."
" Kalau nggak mungkin semua ****** yang berada dikerajaan ini habis dibunuh ama nih anak!"
Rose kembali melirik Sifra & segera memberikan kode untuk membawa Efran pergi sebelum Erina otw liang kubur. Bukannya baik namun Rose tahu betul gimana sahabatnya itu begitu membenci Pelakor.
" Ih lepasin gue! Kenapa malah halangin hah? Sedikit lagi tuh Jamet berteman ama hantu!!" Efran mencoba memberontak dikala ketiga sahabatnya menyeretnya pergi
Rose menatap tak percaya" Loh gila kali Efran!! Loh mau kasmati anak orang dengan alasan dia adalah pelakor dinovel yang loh baca hah?"
" Hei hei hei! Itu tidak ada dalam kamus gue! Tenang aja gue siksa dulu, bunuhnya ntar!"
" Gue nggak percaya! Loh sekali ngomong takutnya tuh anak langsung otw neraka, tau nggak!" Tekan Rose tajam
Kali ini, Sifra & Queen hanya bisa menonton perdebatan itu antara kakak ipar vs adik ipar
.........
Bersambung .....
__ADS_1