
Tak lama setelahnya, Dua orang gila pun muncul. Mereka adalah Erina & Earl Roy. sedari tadi Erina terus menatap Rose dengan tatapan kebencian.
Mengingat kembali kejadian waktu itu, dirinya langsung dipermalukan karena berurusan dengan istri Duke sedangkan Roy hanya terpaku melihat kecantikan Rose, ia tidak pernah menyangka kalau pria tampan nan kejam itu ternyata menyembunyikan istri cantiknya.
.......
Setelah selesai berdansa, Al kembali memeluk pinggang ramping istrinya, menatap jengkel sang kakek beruban " Ini yang pertama & terakhir kalinya Marquess!!" Ancam Al
GREP ....
Efran dengan cepat menarik Juna pergi sebelum kepalanya melayang.
" Oke Bye kakakku ....."
Al menatap kesal" Sayang! Jangan pernah mendekati dia lagi! Cukup untuk hari ini! Ayo kita pulang!!" Bentak Al
Rose menghentakan kakinya " Stop!! Gue benci dikekang tau nggak! Kalau emang gini jadinya yaudah!! Lebih baik Loh kunci gue dikamar sekalian! Biar nggak usah berkeliaran! biar sekalian gue putus nafas otw liang kubur!!"
Al mengerutu kesal " Sayang apakah kau marah padaku?"
" & APAKAH LOH BUTA ALZEAN????" Bentak Rose semakin keras
Semua orang langsung terkejut melihat pertengkaran suami istri itu. Mereka lebih memilih untuk menjauh ketimbang terkena dampaknya nanti
kedua pasangan itu sama sekali tidak ada yang mau mengalah, membuat suasana semakin runyam
" BERANI SEKALI KAU MEMBENTAKKU, NYONYA DUCHESS!!!!" Tekan Al dengan intonasi yg tinggi
__ADS_1
" OKE! Gue salah!! Udah cukup hah?"
Pyarrrrr .....
Al yang marah langsung melempar gelas kaca hingga pecah membuat semua orang ketakutan
" KENAPA JADI LOH YANG MARAH BANGSATTT???? SEHARUSNYA GUE YANG MARAH DISINI ANJINGGGGG!!!"
Al langsung tersentak, bulu kuduknya berdiri, seketika ia merinding mendengar teriakan sang istri. Uh menakutkan anjirrr
Al menatap horor " Entah mengapa, aku merasa istriku kali ini benar benar mengerikan!"
Juna menatap Heran " Duchess berani sekali! Apakah dia tidak takut jika nanti Duke membunuhnya?" Tanyanya pada Efran
Efran mengangkat sebelah alisnya & mencoba menjawab pertanyaan Juna " Yaelah! Nggak mungkin!! Kakak gue tuh cinta mati ama bininye. Beda lagi ceritanya kalau itu gue, waahhh .... bisa bisa Gue dibuat isdet ama kakak gue sendiri!!"
....
Karena kesal, Rose langsung menutupi dirinya dengan kain sutra & berusaha mencari tempat ternyaman untuk sendiri. Ia kemudian keluar keteras melihat bulan untuk sesaat, udara yang terasa sejuk, membuat rasa marah dalam dirinya mulai menghilang.
Namun sayangnya, suasana itu tidak bertahan lama dikarenakan sih jamet alias Erina datang & merusak suasana
Menatap sinis kedatangan Erina" Waduhhh kenapa Sih jamet pake acara datang segala Sih!! Udah tahu gue lagi gak mood gara gara bertengkar ama lakik gue!"
Erina menatap Rose dengan senyuman mautnya entah apa rencananya membuat Rose sedikit merinding
Tanpa aba aba, Erina langsung mendorong Rose dari teras.
__ADS_1
SRETTTT .....
Untung saja kain sutra miliknya secara tidak sengaja tertancap disalah satu besi, membuat Rose berusaha untuk menarik dirinya keatas.
Namun semakin Rose mengangkat dirinya, kain tersebut semakin sobek sehingga Rose tidak ada jalan lain selain meminta tolong
" WEH ERINA ANJING! BISA BISANYA LOH LAKUIN INI SAMA GUE!!"
" AWAS AJA KALAU SAMPE GUE NAIK! TUH RAMBUT LOH GUE BOTAKIN!!"
" MANA INI TINGGI BANGET LAGI YA TUHAN ...."
Mendengar teriakan sang istri, Al bergegas mencari Rose, dirinya dilanda kekhawatiran yang begitu hebat & tidak tahu harus mencari kemana.
" ROSE!! ROSE ...!!!" Teriak Al berlari kesana kemari
Efran & Juna sepakat untuk membantu Al menelusuri setiap tempat mencari asal suara tersebut
....
Disisi lain Erina masih menatap Rose dikala hidup wanita cantik itu sudah berada diujung tanduk
Erina tersenyum jahat " Kau harus mati agar suamimu menjadi milikku!"
.....
Bersambung ....
__ADS_1