
Pagi pagi buta. Semua orang dibuat sibuk dengan tugas mereka masing masing.
Suasana dibuat berisik, dikarenakan semua orang berlari kesana kemari, demi menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan sang dewa dewi kediaman ini.
Seperti biasa, Al sangat santai. Ia menikmati teh hangat miliknya, ditemani Ell, putranya yang duduk dipangkuannya sekarang.
Kedua ayah & anak itu menatap wanita cantik bersurai silver, yang sedang berlari kesana kemari ala Banteng. Tabrak sana, tabrak sini. Rose terlihat kesal dengan gaunnya. Pasalnya gaun yang ia kenakan membuat ruang geraknya sangat terbatas. Emang benar kata Efran, celana panjang masih lebih baik. Kenapa baru sadar ya?
" Yaya ( Ayah )!" Ell memanggil Al dengan ekspresi sedih. Sepertinya anak itu khawatir dengan bundanya.
" Iya Ell, ayah paham. Sayang jangan lari lari, kau membuatku terluka & putramu khawatir ...." Peringatan Al.
Rasanya tubuh Rose bisa terluka, jika terus menabrak barang yang ia temui. Barang yang ditabrak pun harganya, sampai sampai membuat jiwa kemiskinan Rose meronta ronta saat pertama kali membelinya.
Tapi Al tidak peduli dengan benda aneh itu. Baginya itu adalah sampah yang dibeli istrinya. Dimaklumi saja, namanya juga Sultan .....
" Begini nih kalau punya rumah, yang luasnya melebihi lapangan sepak bola!!" Gerutunya masih mondar mandir tak jelas.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 10.10
Semuanya berbaris didepan kediaman, menunggu kedatangan Damian & Razuna. Suasana yang begitu mencekam, menyelimuti hati Rose. Kenapa mau bertemu dengan ayah mertua & ibu mertua saja, rasanya setakut ini? Seperti Tikus yang kejepit. Baru mendadak mau kebelet pipis lagi!
" Aduh gimana dong? Kalau sampe ayah mertua benci gue gimana? Apalagi ibu mertua, Wah gue isdet memang!!" Semua pikiran negatif, kini mewarnai otak kecilnya
" Mereka menyukaimu! Lebih tepatnya terobsesi padamu ...." Jawab Al enteng. Mencoba menenangkan Rose namun, itu semakin menambah kepanikan.
Rose berbalik, manik matanya menatap nyalang suaminya
" Eh jangan ngadi ngadi dong!!! Nih hati ketar ketir suamiku ...... cerita Efran disiksa aja, sampe kebawa bawa kedalam mimpi istrimu ini!! Putri mereka aja sampe digituin, apalagi gue ?????" Protes Rose.
" Ya karena gue beda, makanya istrimu ini bakal dicincang setelah itu!!" Sewot Rose dengan bibir mengerucut.
Ia kembali mondar mandir tak jelas seraya mengigit kuku jarinya. Emang nggak ada kerjaan untuk wanita yang satu ini.
CRING .......
Sebuah kereta kuda bernuansa kuning emas, berhenti didepan mereka.
__ADS_1
Akhirnya kedua orang spesial yang di tunggu tunggu datang juga.
Karpet merah langsung dibuka, semua orang bersiap ditempat mereka masing masing.
Siap diri, siap hati, siap mental. Udah kayak mau pergi perang aja. Heheh canda ....
CEKLIK ....
Pintu kereta dibuka, seorang prajurit mengulurkan tangannya, mencoba membantu wanita cantik bersurai hitam, berbalut gaun merah turun dari kereta. Rambutnya panjang diikat, kulitnya bersih & putih, seputih salju. Matanya sipit, meninggalkan kesan yang anggun.
Diikuti lelaki tampan dibelakangnya. Rambutnya pun juga sama, Berwarna hitam mengikuti istrinya, namun mata merahnya lebih terlihat seperti merah darah. Wajah tampan dengan rahang tegas, dipahat sedemikian rupa menyerupai dewa, benar benar ketampanan ilahi. Ingat umur hanyalah angka untuk kedua orang tua ini.
Semuanya pelayan & prajurit, membungkuk & memberi hormat " Selamat datang dikediaman Duke, Tuan besar & Nyonya besar!"
Rose yang ketakutan spontan ikut membungkuk. Efran beserta suaminya & Sifra beserta Jay juga ikut ikutan saking tegangnya.
Semua membungkuk kecuali Al & Ell. Ya keduanya benar benar sebelas dua belas. mereka tidak akan membungkuk untuk siapapun kecuali untuk Rose, itu tidak perlu disuruh, juga bakal dilakuin. Bila perlu cium tanah juga jadi.
........
__ADS_1
TBC