WHAT!!! Gue Jadi Istrinya Duke?

WHAT!!! Gue Jadi Istrinya Duke?
Bab 42


__ADS_3

GREP!


Dengan secepat kilat, Al langsung memeluk Rose. Ia menjauhkan istrinya itu dari Jay. Kini Al benar benar terbakar api cemburu.


" JAY!!" Suara bariton itu benar benar menusuk mental.


" Iya Tuan!!"


" Keliling lapangan seratus kali!!" Titahnya benar benar marah.


" Baik!" Pria tampan itu langsung melaksanakan hukumannya. Kasian sekali dirimu Jay.


Untung tuh kepala nggak jadi ditebas. Soalnya Yang marah nggak bawa pedang, jadi aman ....


Rose menyentakan kakinya " Eh eh kenapa hukum sih ganteng Woii!! Aduh kesempatan buat berduaan ama Jeno udah ilang kan. Ahh suamiku loh nggak asik banget!!" Perkataan Rose kembali membuat Al marah. Sungguh Wanita cantik itu benar benar tidak bisa melihat, kalau suaminya sedang terbakar api cemburu!


Al menatap nyalang istrinya " JANGAN. DEKAT. DEKAT!! ATAU SETIAP MALAM AKU AKAN MEMBERIMU HUKUMAN, BILA PERLU SAMPAI PAGI, SAMPAI TUBUHMU TIDAK BISA BERGERAK, ITU LEBIH BAIK!!" Ancam Al dibalas Rose dengan ekspresi cemberut.


Hatinya ketar ketir coy. Proses pembuatan Ell aja udah mau putus nafas, apalagi yang ini? Benar benar luar biasa.


............

__ADS_1


Kedua pasangan itu menunggu Jay menyelesaikan hukumannya. Cukup satu jam, pria tampan itu berhasil berlari mengelilingi lapangan sebanyak seratus kali. Lagi lagi Jay membuat Rose terpesona.


Sebelum Al menitip istri tercintanya, terlebih dahulu ia memberitahukan hal hal yang tidak boleh Jay lakukan saat ia tidak ada.


" Jay!! Setiap kali kau mengawal istriku. Jangan lihat wajahnya liat saja ketembok!! & ingat jaga jarak!! Jangan sampai membuatnya terpesona!! Berani tangan mulusnya menyentuh kulitmu!!! Hahaha kau tau kan apa yang akan terjadi pada kepalamu?"


Tebas kepala! - jawab Sifra dalam hati.


Jay mengangguk


" Paham Tuan!"


Seperti biasa cium bibir sebelum pergi. Mana ada cium kening? Mimpi kali.


" Sayang aku pergi dulu, tenang saja aku akan secepatnya menemuimu bila urusanku selesai ...."


Rose mendumel dengan suara kecil " Lebih baik nggak usah pulang, biar gue bisa berduaan ama Sih Jeno, liat wajahnya aja udah gue syukurin ....!"


Disaat itu juga Jay harus melirik tembok, dikarenakan dirinya tidak boleh membuat istri tuannya itu terpesona. Terlebih lagi Jay akui kecantikan Rose benar benar diluar nalar.


Ia benar benar terpesona dengan Rose saat pertama kali keduanya bertemu. Namun Jay masih sayang dengan nyawanya terlebih lagi kepalanya.

__ADS_1


Rose mendengus " Ck!! Dasar lakik posesif. Ingin rasanya gue tampar tuh wajah pake surat cerai!!"


" Eh Rose. Lebih baik loh diam sebelum gue laporin ama bos. Bisa bisanya loh mau ninggalin sih bos demi sih kulkas berjalan ini? Bos kurang apa coba? Udah ganteng, tajir, kejam pula. Eh gue kalau jadi elu, gue puja, gue sembah sih Bos kayak dewa. benar benar nggak disyukirin ama nih anak!!"


Pasrah ajalah. Memang sudah nasib ....


Sekarang yang Rose pikirkan adalah bagaimana caranya agar dirinya terhindar dari rasa bosan. Rasanya mau mati jika Al terus mengurungnya dirumah ini, bisa dibilang kediaman itu benar benar besar sekali seperti istana Eybrach. Mungkin lebih besar lagi dari itu!


" Sif loh ada ide nggak, jalan jalan kemana gitu atau buat apalah! Gue bosan!"


Sifra terkekeh " Heheheh kalau begitu ayo kita Shopping .... tentu saja pake uangnya bos!!"


Rose planga plongo, ternyata pelayannya itu masih mata duitan.


" Jenoku alias Jay, siapin Keretanya..."


" Baik Nyonya!" Balas Jay cepat nan sopan.


.......


TBC

__ADS_1


__ADS_2