
Berlama lama kemudian ......
Dari sekian banyak lady yang datang kebutik itu, Razuna & Efran sama sekali tidak menemukan satupun. Kriteria yang diinginkan memang sulit atau orangnya yang susah dicari?
Masalahnya Efran tak tahan lagi ingin keluar. Rasanya sudah seabad baginya duduk dikursi. Sungguh menyebalkan!!
" Ibu bisakah aku pulang sekarang?" Tanya Efran pasrah.
" Sedikit lagi!"
" Sedikit, sedikit!! Sedikit apanya? Tahun depan kali. Eh ibu kalau mau nginap, nginap sendiri aja. Jangan ngajak ngajak. Pokoknya Aku mau pulang!!" Keluh Efran.
Razuna memutar bola matanya malas.
" Iya iya. Ini yang terakhir. Kita tunggu satu orang lagi. Jika tidak sesuai, kita langsung pulang!"
CEKLIK!
Baru juga diomongin. Akhirnya ada satu orang yang masuk. Dilihat dari penampilannya, lady itu menggunakan jubah & tudung kepala, tak lupa memakai cadar. Sehingga yang terlihat hanya kedua bola matanya.
Sosok lady yang misterius itu, sontak menarik perhatian Efran terlebih lagi Razuna.
Kedua ibu & anak itu langsung menatap tajam. Setajam silet, semoga saja lady itu tidak seperti yang lainnya.
Memang jodoh betul!! Siapa lagi lady misterius itu selain Rose Cindirella.
__ADS_1
Sebenarnya Rose malas juga kebutik, apalagi jika harus berinteraksi dengan orang lain. Namun karena ulah ayahnya, Rose terpaksa melakukan hal itu. Cerita awalnya, Count Edward ingin membelikan putrinya sebuah gaun.
Namun ditolak mentah mentah oleh Rose. Ia tidak terlalu menyukai gaun. Namun karena Edward memaksa, akhirnya ia menyetujui, dengan syarat harus dirinya yang pergi membeli. Dengan begitu Rose bisa mengamati target selanjutnya, yang akan ia bunuh sebentar malam.
" Hallo nona, selamat datang dibutik kami, adakah yang bisa saya bantu?"
Rose sedikit melirik. Ia tidak tahu mana kualitas yang bagus. Didalam pikirannya, Rose hanya perlu membeli gaun & setelah itu keluar dari tempat itu bukan?
Kalau begitu simpel sekali. Ia tinggal melihat satu gaun, kemudian membelinya & segera capcus .....
" Hm aku mau ....."
Mata Rose tertuju, saat melihat gaun biru muda lautan, yang teramat cantik. Gaun itu itu sedikit menarik perhatiannya.
" Maaf tapi sepertinya aku yang akan memilikinya, karena aku yang melihatnya duluan!!" Saut salah seorang lady. Sungguh tamu tak diundang.
Rose menatap Remeh, alisnya terangkat sebelah
" Jadi?"
Apa hubungannya dengan melihat duluan. Bagi Rose, ialah yang terlebih dahulu datang, bahkan sebelum lady itu menampakkan dirinya.
Jadi itu artinya ialah yang berhak. Kenapa lady itu sungguh tak punya rasa malu?
Mungkin urat malunya sudah putus kali? Oh hal itu perlu dipertanyakan .....
__ADS_1
Atau dianya yang mau mencari masalah? Hei anda salah orang, salah sasaran, salah pilih musuh darling!!
Atau karena statusnya yang lebih tinggi? Terus kalau tinggi, Rose harus mengalah gitu? Oh tidak semudah itu ferguso ....
Bahkan meskipun itu Al sekalian, Rose tidak akan mengalah begitu saja. Rose lebih memilih mati dengan rasa hormat, dari pada hidup sebagai pecundang. Jika terus begini takutnya Tuh Lady mati ditempat, kalau sampe Rose berani keluarin jarumnya.
" Sialan!!" Umpat Rose didepan orangnya langsung.
Lady itu mengedipkan matanya berulang kali. Apakah Rose baru saja mengumpatnya? Oh jelas ....
" Tu - tunggu? Ka - kau barusan bilang apa???"
Rose dengan wajah terangkat tegas & sedikit sombong " Kau tuli?" Balasnya mantap.
" KAU!!! AKU ADALAH PUTRI BANGSAWAN TERTINGGI, LADY ELIANA YANG TERHORMAT!!!" Geramnya dengan tangan terkepal.
Disaat keduanya sibuk bertengkar. Mereka tak tahu saja kalau di lantai atas, Razuna & Efran sedang serius memperhatikan keduanya dari tadi.
" Hah? Putri bangsawan tertinggi? Lalu aku ini kau sebut apa? Putri Dewa? Mentang mentang ayahmu Marquess, jadi lupa statusmu. Eh asal kau tahu. Ayahku adalah bangsawan tertinggi, bukan ayahmu!!" Cetus Efran kesal. Emang ada benarnya juga.
Namun entah kenapa malah nih anak yang panas ....
....
TBC
__ADS_1