
" Ah ..... ya aku baik baik saja sayang. Tidak ada yang sakit!" Jawab Razuna cepat, sebelum Rose menganggapnya wanita sakit jiwa.
Rose kemudian membantu Razuna untuk berdiri. Dilihat lihat, postur tubuh Razuna benar benar seksi, terlebih lagi tenaganya. Rose bisa merasakannya, saat memegang tangan Razuna tadi. Tubuh wanita beranak dua itu benar benar kuat. Memang ia bukanlah wanita biasa.
" Meskipun kita baru bertemu. Tetapi terima kasih banyak, karena telah menolongku nyonya. Anda licik sekali!" Puji Rose dengan alis terangkat sebelah.
" Eh benarkah?" Tanyanya bangga dengan senyum senyum sendiri seperti orang gila.
Rose mengangguk.
" iya. Tapi aku suka. Oh iya sebelum itu, Aku ingin membalas budi atas apa yang anda lakukan tadi. Kira kira anda ingin dibalas apa?"
Sungguh kesempatan emas. Bisa bisanya Rose membuka cela bagi Razuna, untuk mengatakan permintaan gilanya, yang nggak ngotak banget.
" Maukah kau menikah dengan anakku?" Tuh kan pertanyaan yang tidak berbobot sama sekali.
" A - apa? Menikam?"
Kelihatannya Rose salah mendengar. Dikira nikam padahal nikah.
Yang benar saja, Otak Rose langsung berpikir bahwa, Razuna memintanya untuk menikam anaknya sendiri. Mungkin karena anaknya penjahat kali. Jadi ibunya meminta bantuan Rose.
Rose kembali mengiyakan
" Baiklah. Aku setuju!!" Setelah Rose mengatakan demikian, ia langsung beranjak pergi. Toh pekerjaannya sudah selesai. Waktunya pulang untuk bobo cantik.
__ADS_1
Suasana yang tadinya horor, kini pecah. Bagaimana tidak? Jawaban Rose itu, benar benar membuat Razuna serasa terkena serangan jantung.
Ia tak berhenti berteriak. Berlari kesana kemari. Sungguh kurang kerjaan apalagi dirumah orang.
" Astaga, astaga, astaga ...... Menantu setuju untuk menikah dengan anakku. Akhhhhh ...... Oh tidak. Apa yang aku lakukan disini. Aku harus pulang, aku harus mempersiapkan semuanya. Besok. Besok aku akan membawa seluruh keluargaku, untuk pergi melamar menantu. Ahhh menantu tunggulah aku!!"
Akhirnya Razuna pulang dalam keadaan senang. Kadang kadang ia menari tak jelas. Berteriak tak jelas. Terlebih lagi senyumannya tak luntur, dari wajah cantiknya.
🌹🌹🌹
Keesokan paginya. Dikediaman Count .....
" A - a - anu .... a - apa yang ba - barusan anda bilang?" Tanya Edward gemetar dingin.
Semenjak tadi pagi, Seluruh orang yang menghuni kediaman Count, dibuat ricuh akibat kedatangan dua orang dengan status terhormat, terlebih lagi Kejam.
Siapa yang tidak kenal Damian & Razuna. Kedua pasangan suami istri itu, bahkan disembah rakyat melebihi Raja & Ratu, & ditakuti oleh seluruh bangsawan.
Tentu menjadi hal yang luar binasa sekali, sampai sampai keduanya menginjakkan kaki mereka dikediaman Count.
Sebenarnya Al juga ikut. Namun ia malas jika harus bersama dengan sang ibu. Diotak Razuna hanya ada nikah, nikah & nikah.
Kata menakutkan itu, sampai membuat Al stres. Ketimbang berhadapan dengan kertas setumpuk digunung di atas meja kerjanya. Jadi ya .... orangnya kabur entah kemana.
Saat ini Edward benar benar ketakutan setengah mati. Apakah ia melakukan kesalahan? Sehingga kedua Raja Ratu kekejaman ini, rela datang ketempatnya yang kecil ini? Yang bahkan tidak sebesar & semegah kediaman Duke?
__ADS_1
Tangannya yang memegang Secangkir teh, terus melakukan aktivitasnya. Gemetarnya bukan maen.
Apalagi kedua bola matanya, berhadapan langsung dengan empat bola mata merah nan menakutkan. Ingin rasanya Edward pingsan ditempat.
Raut wajah Damian terlihat serius. Mata merah darahnya memincing tajam sang lawan bicara.
" Biar ku ulangi sekali lagi. Tujuanku & istriku datang kemari, adalah untuk melamar putri anda menjadi menantu kami!!" Jelas Damian.
" A - anu si - siapa yang ma - mau dilamar?" Otak Edward benar benar lemot.
Seketika Razuna menjawab:
" Putraku, Alzean Van De Royal, ingin melamar Putri anda, Rose Cindirella!" Jawabnya bersemangat.
BUSHHH .....
Pelangi muncul. Bagus .....
Edward memuntahkan minumannya.
" A - APA????" Sentak Edward kaget.
........
TBC
__ADS_1