
Malam semakin gelap. Angin bertiup semakin kencang. Jay takut jika nanti Sifra masuk angin. Ingin sekali Jay berkata " Masuk & tidurlah."
Namun ia tidak punya keberanian untuk mengatakan hal itu. Mentalnya Menciut ketika ia dipandang Sifra dengan ekspresi wajah datar.
Jay sadar bahwa Sifra malam ini cantik. Apalagi ketika angin kencang datang menerpa rambutnya. Dilihat lihat beneran cantik. Kenapa ia baru menyadarinya sekarang ya?
Sifra tau, jika Jay sedang memperhatikan wajahnya dari tadi. Apakah ada yang salah dengan wajahnya?
Ini kenapa dia liatin gue lama banget ya? Apa jangan jangan muka gue sejelek itu? - Batin Sifra
" Iya gue sadar diri kok. Kalau gue orangnya jelek, nggak seksi, nggak menggoda. Pantesan Sih Dierez campakan gue. Tapi jangan liatin muka orang terus dong. Nih mental hancur jadinya!!" Omel Sifra langsung mengagetkan Jay.
" Ma - maaf!"
" Udah ah. Gue mau tidur. Bye!!" Sifra berbalik. Mengambil langkah seribu menuju ranjang & segera tertidur.
Jay pun tidak langsung pergi. Melainkan menjaga Sifra sepanjang malam. Ia takut tuh anak kenapa kenapa.
Jadi Jay terus menetap dikamar itu.
Sesekali ia memperbaiki posisi tidur Sifra yang tidurnya kek babi, makan tempat sampai sampai hampir jatuh dari ranjang
__ADS_1
Kadang kadang udah dibungkusin ama selimut yang hangat. Malah ditendang ama tuh Pelayan gila. Untung kesabaran Jay setebal buku skripsi. Jadi masih bisa bersabar menghadapi kelakuan Sifra pas tidur.
Kalau modelnya kek Al, Wah Thor cuma mau bilang haleluya .....
🌹🌹🌹
Esok harinya .....
Rose dibuat sibuk dipagi pagi buta. Pasalnya ia harus menyiapakan senjata nuklir, nanti buat perang ama sih Dierez. Caranya adalah dengan mengubah Sifra menjadi wanita yang sangat cantik.
Biar tuh Dierez menyesal tiada guna nantinya.
Ditemani Ell yang sedari tadi hanya duduk meminum susu layaknya penonton, melihat sang bunda yang berlari kesetanan kesana kemari. Sungguh mandiri nih anak, minum susu aja mesti sendiri .....
" Sif kayaknya nih gaun pas nih. Coba loh pake, gue mau liat!!"
Sifra menatap horor, gaun terbuka milik Rose. Sungguh gaun itu benar benar tidak terlihat seperti gaun pada umumnya. Terbuka banget .......
" Nggak mau ah. Gue tuh lebih suka gaun yang tertutup auratnya!!" Tolak Sifra mentah mentah.
Rose membulatkan kedua bola matanya malas.
__ADS_1
" Aelah masih pake ngeles nih anak. Elu tuh bukan agama islam. Tenang aja nggak bakal dosa kok, ya? udah dipake aja, gue ikhlas!!"
" Ogah!!" Jawab Sifra singkat.
Rose menarik nafasnya. Apa ada yang salah dengan gaunnya? Ia melirik Ell dengan pandangan bertanya.
Anak itu seolah olah mengerti. Ia menggeleng kuat kepalanya. Kelihatannya Ell juga tidak setuju dengan gaun itu. Perlu kalian ketahui, mata anak ini sudah ternodai, tapi anaknya polos aja.
" Hadeh ini kode lampu hijau mau minta beli gaun baru ....." Kelihatannya Rose perlu membeli Gaun baru untuk Sifra, karena tak mungkin sahabatnya itu memakai gaunnya.
" Udah! ribet banget sih. gue bisa pake gaun lama kali!!"
" Eh nggak boleh dong. Elu tuh bagian dari keluarga Duke. Keluarga dengan status tertinggi, mana ada pake gaun lama? Enak aja, elu mau diolok olok hah? Udah tahu tuh para bangsawan mulutnya berbisa kayak ular. Pokoknya harus gaun yang termahal & terbaru. Tenang aja masalah biaya tidak perlu dipikirkan. Lakik gue kaya tujuh turunan juga ....."
Sifra mengangguk pelan lalu menghembuskan nafas lesu.
" Hadeh terserah Loh aja deh. Pusing gue!!"
.....
TBC
__ADS_1