
DiKediamanan Count ......
Setelah berhasil membereskan sampah masyarakat, akhirnya Rose pulang. Ia mengendap endap layaknya pencuri menuju kamarnya. Untung saja tidak ketahuan oleh ayahnya & juga para pelayan, Kalau sampe dapet tangkep, wah bakal diinterogasi sampe pagi kayaknya.
BRUK!
Rose melemparkan tubuhnya dikasur. Ia tidur dengan posisi terlentang, membuka kedua kaki tangannya selebar lebarnya mungkin. Sampai sampai semua bantal yang berada diatas kasur tersebut, terjatuh kelantai akibat ulahnya.
Rose menatap langit langit kamarnya, kelihatannya menusuk jantung orang membutuhkan tenaga extra.
" Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang .... Hoamm ngantuknya .... padahal baru jam tujuh. Ah Parsetan dengan jam, aku mengantuk & ingin tidur!!" Mau jam Tujuh, jam enam, Rose tidak peduli. Menurutnya itu hanyalah angka. Bukankah tidur lebih awal, lebih baik?
🌹🌹🌹
Jika tidur lebih awal lebih baik? Maka hal itu sama sekali tidak berlaku bagi sih bujang tampan alias Al. Ia sedari tadi duduk dikursi kerjanya, menandatangi setiap dokumen yang ia pegang.
" Al ....." Beo Razuna ditempat. Ia sudah duduk sejam bersama dengan Al, namun tak ada satu kata menyebalkan, keluar dari mulut anaknya.
Al hanya menatap sekilas, lalu kembali menatap dokumen yang ia pegang.
" Al ...." Sekali lagi Razuna memanggil.
" Hm?" Guman Al masih dalam posisi yang sama. Namun ia sama sekali tidak menoleh.
__ADS_1
Rasa rasanya, kesabaran Razuna yang setipis tisu itu akan meledak.
Kedua Manik Razuna menatap Al nyalang " ALZEAN VAN DE ROYAL!!!" Geramnya dengan tangan terkepal.
Disaat ibunya menatapnya dengan tatapan membunuh, Al justru santai saja. Ia melepas dokumen itu & kembali menatap datar ibunya.
" Iya Ibu? Jika ada yang mau ibu tanyakan silahkan? Asalkan bukan pertanyaaan yang aneh aneh, aku akan menjawabnya. Cepatlah aku sedang sibuk ...."
Razuna berkacak pinggang.
" Sibuk? Sibuk katamu? Apakah dokumen ini lebih penting dari ibumu hah?" Protesnya.
" Tentu. Kenapa tidak?" Jawab Al enteng sekali.
Razuna memijit pangkal hidungnya. Anak laki laki memang susah diatur.
Ia kembali menarik nafas ringannya
" Putraku, Al tampan .... " Goda Razuna mendekat.
" Hmm Aku merasa ada sesuatu yang tak beres disini. Pasti ada maunya ...."
Al tidak sebego itu untuk bisa Goda dengan kata pujian. Ia tahun betul, Ketika ibunya menginginkan sesuatu darinya, pasti akan berperilaku manis.
__ADS_1
" Al .... Bisakah kau berhenti bekerja & mencari pasangan mulai sekarang? Kau sudah cukup umur untuk menikah sayang. Lihatlah teman teman ibu, anak mereka sudah menikah & bahkan punya cucu. Lah kau? Kapan? Hah kapan?" Maklum Razuna berkata seperti itu. Soalnya Al itu benar benar pria gila kerja. Diotaknya hanya ada kerja, kerja & kerja!! Bagaimana mau cari pasangan kalau gini jadinya?
Al langsung membuang wajahnya. Apakah tidak ada bahan pembicaraan selain Itu?
" Aku malas ...."
Lagi lagi, Razuna dibuat kesal. Ia sudah cukup stress dengan tingkah Efran. Sekarang malah dibuat kesal dengan Sikapnya Al!! Oh yang benar saja ....
" Kalau itu maumu, ibu yang akan mencarikan pasangan untukmu!! Ah bukan lebih tepatnya calon menantu. Setelah ibu menemukannya dia akan langsung menjadi istrimu. Paham?" Tekan Razuna. Semoga Saja Al tidak menolak, untuk hal yang satu ini.
" Ibu ... kenapa ibu begitu repot repot sekali? Dari pada mengangguku, kenapa ibu tidak mencarikan pasangan untuk Efran saja? Siapa tahu orangnya mau?"
" Eh ibu juga sebenarnya ingin begitu. Tapi kau bisa lihat kan? Adikmu itu benar benar tidak ada pesonanya sama sekali! Mana ada pria yang mau menyukainya! Tiap hari naik pohon kayak monyet, jalan kayak orang hamil, tidak pakai gaun! Wajah pun pas pasan!! Apa yang mau dibanggakan coba?" Protesnya
" Sudah kau saja, bagaimana?" Pinta Razuna akhirnya.
Mau nolak? Bakal kena siksa? Bilang iya? Ribet juga masalahnya? Ah udahlah Terima aja ....
" Terserah ...." Jawab Al malas. Ia tahu betul sifat Ibunya. Tidak sembarang wanita bisa meluluhkan hatinya. Terlalu susah sayang, teramat sulit .....
Razuna segera menegakkan tubuhnya. Sudah cukup ia menganggu Putranya. Toh sudah mendapatkan jawaban yang ia mau. Maka sekarang waktunya keluar dari ruangan menyebalkan itu " Baiklah. Besok ibu akan mencari wanita yang pas untukmu. Selamat tidur sayang, mimpi indah!" Ucapnya menutup pintu.
" Hah tidur? Mana ada orang tidur lebih awal? Hanya orang yang tidak punya kerjaan saja yang melakukannya!!" Cetus Al. Tanpa ia sadari, Dirinya sedang membicarakan Rose alias calon istrimu ....
__ADS_1
.....
TBC