
Kali ini yang akan ikut kepesta pernikahan itu adalah Jay, Ell, Rose & Al. Razuna & Damian sendiri mempunyai urusan masing masing, jadi tidak ikut ambil bagian.
Efran & Juna? Tentu mereka tidak ikut. Pasalnya Efran yang lagi hamil gede, malah mati matian mau ikut. Eh malah dilarang sama Juna & Damian, terlebih lagi Al.
Bisa repot jadinya kalau perutnya tiba tiba sakit waktu dipesta. Jujur Al malas jika harus mengendong Efran.
Nambah beban namanya ....
Kelimanya menaiki kereta kuda yang super mewah nan besar. Ditengah perjalanan Sifra masih saja memperlihatkan sifat kulkasnya. Rose dibuat binggung, sebenarnya kemana tuh sifat Cerewet? Ngilangnya cepat amat sampai tak terlihat.
Hadeh. Kayaknya gue mesti siram nih anak pake air, biar Konslet jadi kulkas rusak sekalian. Udah cukup lakik gue ama Sih ganteng Jay yang dingin. Meskipun anak Gue sih Ell, kagak salah apa apa, cuma diem doang. Tapi aura yang terpancar dari nih anak jelas jelas mirip banget ama bapaknya. Makanya Sifra nggak perlu ikut ikut kali. Berasa gue lagi naik kereta ama Perkumpulan Kulkas bukannya manusia!! - Batin Rose.
🌹🌹🌹
Sesampainya ditempat tujuan, lebih tepatnya disebuah Aula tempat acara pernikahan dilaksanakan. Semua mata tertuju pada keluarga yang satu ini.
Tiga cowok kaya raya, yang tampangnya pengen ngajak nikah. Satu cewek cantik alias mantan & seorang bidadari dengan pesonanya yang menyilaukan, Yang pengen diajak selingkuh oleh para kaum adam.
__ADS_1
Sungguh mereka berlima dianggap bukanlah manusia.
Mata Dierez tak berkedip, memandang wajah cantik Sifra. Gaun yang dipakainya juga adalah gaun keluaran terbaru, terlebih lagi harganya juga bikin geleng geleng kepala.
Satu kata untukmu Dierez, Mampos!!
Dierez kembali tersadar ketika melihat wajah Al. Ia tidak mungkin hanya berdiam diri ditempat.
" Selamat datang kepesta yang sederhana ini, Tuan Duke & Nyonya Duchess beserta Tuan muda!!" Hormat Dierez.
Tentu pria tak tahu malu itu masih menyayangi nyawanya. Apa jadinya jika ia berlaku sombong didepan Al.
" Oh maaf Nyonya. Selamat datang juga kepada Tuan Jay & ..... Nona Sifra!" Ucap Dierez tersenyum.
Namun tak disangka Senyuman Dierez itu justru, semakin membuat Rose ingin muntah.
Anjir. Dibandingkan ama senyuman lakik gue yang merona merana tiap hari, Tuh senyuman malah kek makanan basi tau nggak!! - Cibir Rose dalam hati.
__ADS_1
Disaat Al & Rose berpisah dari Sifra. Kesempatan itu langsung digunakan Dierez untuk menciptakan kericuhan.
" Ternyata Kau memang datang kemari. Kupikir sudah bunuh diri kemarin. Ternyata aku salah. Oh iya, Gaunmu bagus. Tunggu ... biar kutebak, gaun mahal ini pasti dibelikan oleh Nyonya Duchess, benar bukan?"
Sifra hanya diam & menyimak perkataan Dierez. Sedangkan Rose dibuat panas.
" Woi tuh mulut pengen minta ditampol ama panci pink kayaknya!" Sewot Rose namun ditahan Al.
Lalu dengan santainya Al berdiri, menonton adegan itu. Memang kelewatan santai nih orang ......
" Mana mungkin pelayan seperti dirimu bisa membelinya? Atau jangan jangan kau memohon & memaksa Nyonya Duchess untuk meminjamkanmu uang? Hei semuanya lihatlah rupa gadis yang tidak tahu diri ini!! Dulu dia berharap ingin menikah denganku. Padahal statusnya cuma pelayan. Cih kasihan sekali!!" Ucap Dierez menghina.
Rasanya perkataan lelaki kurang ajar itu semakin membuat Rose panas. Ingin sekali wanita seksi itu menabok kepala Dierez hingga Anmesia.
" Seharusnya tadi gue bawa jarum dari rumah. Ngeselin banget nih brengsek!!"
.....
__ADS_1
TBC.