WHAT!!! Gue Jadi Istrinya Duke?

WHAT!!! Gue Jadi Istrinya Duke?
Bab 56


__ADS_3

Dikediaman Duke .....


Sesampainya dirumah. Razuna dengan cepat mencari cari Al putranya itu, yang kelihatannya sedang sibuk kerja semenjak dari tadi.


" AL!! ALZEAN? ALZEAN VAN DE ROYAL?!!!" Teriaknya mengema gema diseluruh ruangan.


Namun tak ada satu kata menyebalkan yang menyahut panggilannya. Oke cukup. Razuna tidak mau menunggu lagi. Ia segera berlari, mengintari seluruh pelosok kediaman, mencari cari putranya itu.


DOORR!!


Nggak pake permisi, nggak ketuk, langsung tendang pake kaki. Anehnya kakinya nggak patah, melainkan pintu kerja Al yang rusak, bila perlu besinya juga ikut tercabut dari tempatnya.


Al menarik nafasnya dalam dalam. Tidak bisakah ibunya mengetuk? Apa salahnya mengunakan tangan? Tidak berat sama sekalipun.


Matanya memincing tajam


" Ibu? Ini sudah yang ke - 21 kalinya ibu menghancurkan pintu kerjaku!!" 


Alis Razuna menukik tajam "Jadi kau mau ibu hancurkan tulangmu begitu?"


Al langsung membuang wajahnya. Al mencoba menahan emosi, sebelum ia menebas kepala ibunya. Bisa barabe sih kalau sampe beneran jadinya. Takutnya Damian langsung perang ama anak sendiri ditempat. Semua orang dikediaman itu tahu, kalau Damian sangat mencintai Istrinya.


Bisa dibilang sang big bos sesungguhnya adalah Razuna. Karena pada dasarnya Damian bucin akut sampai sampai menuruti semua keinginan istrinya.


" Ada apa?" Tanya Al santai. Tak lupa ia memasang wajah datarnya. Yang semakin dilihat semakin menyebalkan.


Mata tajamnya menatap tepat dimata Al dengan berbinar binar bagaikan mutiara.


" Al, ibu akhirnya menemukan istrimu, calon putri  & menantu ibu!!"


" Oh ....."


Al terdiam sebentar memikirkan siapa gadis yang berhasil mengambil hati ibunya? Bisa bisanya secepat itu, Razuna menemukan calon tunangannya. Eh maap .... maksudnya calon istri.


••••


Razuna seperti racun tikus. Ia perlahan mendekati Al & sedikit sedikit mengelitik tubuh putranya.


" Eh kenapa? Penasaran ya? Baiklah ibu akan memberitahukan siapa dia. Gadis itu adalah pembunuh bayaran alias Sih cantik bunga belati!"


Al yang tadinya sedikit malas tahu, tiba tiba kaget ketika mendengar nama terkenal itu.


" A - apa? Sih cantik bunga belati? Yang benar saja ibu ...."


" Kenapa? Tidak cinta?!" Judes Razuna.


Spontan Al Berkata " Aku suka!"


Jujur saja Pria bujang yang satu ini, rupanya sedikit menyukai gadis yang sebelas dua belas dengan Sifat Razuna ataupun Rose. Bisa dibilang, hitung hitung jangan nambah beban hidup nanti kalau udah nikah.

__ADS_1


Sementara Al masih mikir panjang lebar, Razuna segera memanggil tangan kanan Al alias Jay, untuk mencari informasi lebih dalam tentang Rose.


Namun yang benar saja. Jay benar benar sudah menyiapkan semuanya sebelum Razuna memintanya. Benar benar pria yang bisa diandalkan.


" Ini data yang Nyonya minta!" Ucap Jay seraya memberikan semua riwayat hidup calon bininya Al.


Razuna perlahan duduk dikursi & membaca dengan saksama, setiap kata perbaris.


Nama: Rose Cindirella, putri tunggal keluarga Count.


Catatan: Tidak pernah menunjukkan diri dihadapan publik. ( Fakta )


Sifat : Dingin tapi baik


Wajah : Cantik sampai membutakan mata


Umur: Rahasia alias tidak tahu


Pekerjaan: Pengangguran


Hobi: Makan, tidur


Rumor dikalangan bangsawan: Lemah alias sakit parah sampe mau isdet.


Teman: Tidak diketahui alias tidak ada.


........


Setelah membaca semuanya, Razuna terlihat sedikir kesal. Pasalnya ia belum mengetahui wajah cantik Calon menantunya. Penasaran sekali rasanya ......


" Jay. Malam ini kau menyusup kekediaman Count, lebih tepatnya kekamar menantuku!!" Perintah Razuna dibalas Efran dengan tatapan tidak setuju.


" Hah? Ibu gila apa? Bisa bisanya nyuruh sih Jay buat masuk kekamar gadis malam malam? Nanti Jay disangka pria Mesum!!"


JLEB!


Menusuk jantung Jay. Sungguh itu adalah kalimat yang teramat memalukan baginya.


" Pria bejat!"


JLEB!


" Brengsek!"


JLEB!


" & Bajingan!"


JLEB!

__ADS_1


Oke cukup. Jay mati tempat karena perkataan Efran. Dikatain pembunuh, pria berdarah dingin, psikopat masih baik & lebih terhormat. Lah ini? Udah kelewatan banget. Malah Efrannya nggak filter dulu sebelum omong.


Terima saja nasibmu Jay ....


Karena kau tidak mungkin melukai putri aneh, keluarga Duke yang satu ini. Bukan karena kekuatan, karena pada dasarnya Jay lebih kuat satu tingkat diatas Efran. Tapi takutnya sentuh dikit, otw disiksa ama Damian eh maksudnya di tebas kepala ama bapak tercinta.


" Benar juga!"


Jay berusaha menahan malunya dengan senyuman hangat. Ia ingin menyampaikan ide yang sewarasnya wajar


" Nyonya ..... kenapa anda tidak langsung saja menemui gadis itu? Lagipula menurut saya malam ini, ia akan menyusup kesebuah pesta, tujuannya untuk membunuh bangsawan kotor yang melakukan penggelapan!!"


Sungguh jawaban yang sangat membantu. Razuna segera berdiri tegak. Ia kemudian menarik tangan Al. Entah apa tujuannya.


" Ayo Al. Kita harus secepatnya kepesta itu!!" Ucap Razuna tidak sabaran.


Al dengan sengaja, memberatkan tubuhnya. Hingga Razuna kesusahan menarik manusia kulkas 12 pintu tersebut.


" Tidak terima kasih. Aku sibuk kerja!" Tolak Al mentah mentah. Bukan hanya sekedar alasan. Namun pria itu benar benar sibuk dengan urusannya.


" Sebenarnya siapa yang mau nikah disini hah?" Pelototan mata tajamnya tertuju sempurna pada mata Al.


" Aku!" Jawab Al singkat


" Lalu?"


" Aku kerja untuk siapa? Setan? Tidak kan? Lagipula istriku nanti akan menikmati semua hartaku, aku tidak mau membuatnya membenciku! Karena aku miskin!" Al kembali beralasan. Sungguh alasan yang bagus.


Efran berdecak


" Cih. Miskin? Sejak kapan kakakku ini jatuh miskin. Kerja cari uang.  Justru kebalikannya, uang yang kejar kembali kakak, masuk kedalam dompet dengan mulusnya. Padahal tiap hari udah aku porotin, tapi Yang ada bukan tambah miskin, malah tambah kaya!"


" EFRAN!!!" Sarkas Al. Untung nggak ada pedang disekitaran situ.


Bibir Efran mengerucut


" Salah lagi nih mulut!"


Razuna mengangguk. Sepertinya perkataan Al berhasil memberikan pencerahan dikit pada otak, mata terlebih lagi hatinya.


" Benar juga. Kalau sampai kau jatuh miskin .....wah calon menantuku akan pergi mencari pria lain. Tidak boleh! Kerja sampai kaya, awas saja kalau kau sampai membuat hidupnya menderita. Ku gantung kepalamu dialu alun!!" Satu diantara seribu ancaman yang sudah biasa didengar.


" Ibu kenapa tidak ajak yang lain saja? Yang tidak ada kerjaan? Banyak juga orang orang pengangguran diruangan ini!" Tawar Al tersenyum culas.


Ia kembali menduduki kursi kerjanya. Yap ..... kelihatannya urusannya dengan Razuna sudah selesai.


......


TBC .....

__ADS_1


__ADS_2