
Esok harinya .....
Razuna duduk samping Damian. Ia sangat sibuk dengan tumpukan kertas yang menyebabkan sakit kepala. Kertas itu baru saja diantar para pelayan keruang kerja suaminya. Ya bisa dibilang mencari kesibukan dipagi hari. Namun Razuna, membutuhkan asisten untuk membantunya membaca semua kertas itu. Bisa melek sih kalau bacanya sendirian.
BRAKK!
Suara pintu dibanting
Kebiasaan kalau yang panggil emak. Wah itu bawaannya emosi mulu nih Efran.
Namun Efran yang asli masih punya sedikit sopan santun. Berbeda halnya dengan Efran kw, yang datang dari zaman modern. Itu segala jenis nama binatang anjing, babi dikeluarkan dengan lancarnya.
" Bu!! Ibu. Ibu kenapa sih panggil panggil? Orang lagi sibuk juga!" Judes Efran dengan pelototan mata tajamnya.
" Eh dari pada kau berkeliaran kek kambing diluar sana .... lebih baik bantu ibumu ini!!" Balas Razuna kembali menatap kertasnya.
Efran sedikit binggung. Maksud Razuna sebenarnya apa?
Ia perlahan mendekati ibunya & melihat kertas, yang terlihat seperti riwayat hidup seseorang. Tapi kenapa semuanya adalah para Lady bangsawan?
__ADS_1
" Eh ibu. Kenapa ibu baca informasi seperti ini? Mau diapakan nih riwayat hidup anak tetangga sebelah? Ibu mau siksa putri orang?"
Niat mau cari menantu, malah dikatain nyiksa putri orang ama anak sendiri. Emang kompor nih anak.
" Cukup Efransia. Ibu lagi malas berdebat denganmu, sama sekali tidak manfaatnya. Sudah!! kau duduk disebelah ayahmu itu & bantu ibu, cari lady paling pas untuk kakakmu itu!!" Jelas Razuna.
" Wow kakak mau nikah? Sama siapa?" Tanya Efran kepo.
Alis Razuna terangkat sebelah.
" Anak tetangga sebelah alias Putri orang. Puas?!"
Sungguh kegiatan itu sungguh membuatnya sakit kepala. Apalagi setelah membaca riwayat para lady satu persatu.
" Ini kenapa hobi mereka semuanya sama ya? Minum teh, berbelanja. Tidak ada yang lain selain kegiatan menjijikan nan membosankan itu?" Cetus Efran meremas kertas tak bersalah itu.
" Sayang, Tipemu itu seperti apa?" Tanya Damian tiba tiba. Sebaiknya ia bertanya, dengan begitu mereka bisa menentukan lady mana yang pantas jika tidak, Efran auto panas jika terus membaca.
Razuna terdiam sebentar & kemudian membuka suara " Yang menarik!"
__ADS_1
" Iya yang menarik itu apanya ibu???" Gerutu Efran ditempat.
" Ah sudahlah. Kalian berdua bersiap siaplah. Kita akan kesuatu tempat! Tidak ada kata tanya, karena aku malas menjawab. Tidak kata penolakan, karena ini kehendakku & Tidak ada yang bilang perginya besok, Karena aku maunya S.E.K.A.R.A.N.G!!" Ucap Razuna akhirnya.
Kedua ayah & anak itu akhirnya mengikuti kemauan Razuna. Jujur saja Efran takut disiksa ibunya, bekas siksaan minggu lalu aja belum hilang, sekarang mau nambah. Ih ogah banget ....
Sedangkan Damian. Jika sampai dirinya berani membantah perkataan istri yang teramat ia cintai, maka akibatnya malam ini ia akan tidur diluar.
" Hei ayah, dari semua wanita yang ada didunia ini, kenapa ayah lebih memilih ibu? Bisa bisanya ayah nikahin nih nenek lampir. Ck, ck, Selera ayah jelek sekali ...." Bisik Efran.
" Efran berhentilah berkata seperti itu atau ayah akan menebas kepalamu!" Sarkas Damian. Rupanya pria tampan itu begitu mencintai istrinya. Emang benar kata orang, kalau udah cinta tuh mata langsung buta & telingamu langsung tuli.
Efran mengedipkan matanya berulang ulang kali, ternyata Damian sebelas dua belas dengan Al
" Oh jadi ini alasannya kenapa kakak selalu tebas kepala orang. Ternyata sifatnya diturunkan langsung oleh ayah ...." Celetuk Efran mengeleng geleng kepalanya.
........
__ADS_1
TBC