
Sesampainya dikediaman duke, Al & Rose dikagetkan dengan wanita bersurai hitam, yang sedang duduk menunggu kepulangan mereka.
Ketika melihat Al, Dirinya memasang ekspresi bahagia & memanggil Al dengan sebutan " Kakak ...."
Rose memasang wajah binggung dikala wanita tersebut memanggil Al dengan sebutan kakak
" Dia adalah adikku, Efransia alesya Fan De Royal"
Al yang banyak kerjaan segera meninggalkan kedua wanita itu sendirian sedangkan dirinya harus berurusan dengan kertas setumpuk gunung diatas mejanya
" Yuhuuuu kakak ipar, kenalin gue Efran! Adiknya Alzean!!"
" WHATTT EFRAN? LOH EFRAN? AH YANG BENAR? EFRAN KAMPRET GUE TUH RAMBUTNYA PENDEK!!"
" Buset loh juga bisa nih bahasa? Loh siapa?"
" Sumianti!! Ya irena Lah!!!"
Sama seperti reaksi Queen & Sifra sebelumnya, begitu juga reaksi Efran, ia tidak menyangka jika istri kakaknya itu adalah sahabatnya sendiri.
__ADS_1
" Buset loh cantik bener! Spek bidadari tau nggak! Situ manusia atau makhluk halus sih? Cantik bener, seksi bahenol lagi ..."
Tak ingin pembicaraan mereka berdua didengar orang lain, Rose menarik Efran kekamarnya
Rose memekik tertahan dengan tangan terkepal erat menahan kegembiraannya " Loh Efransia? Asuuuu ... gimana ceritanya loh bisa jadi adiknya lakik gue?"
" Ya mana gue tahu? Orangnya aja gue bangun udah gini! Lagipula gue udah sebulan disini kali!!"
Mata Rose langsung terbuka lebar lebar
" WHATT? YANG BENAR? gue baru beberapa hari disini anjirrr!!"
Efran kembali menatap Rose " Tapi enak loh jadi adeknya sih raja tirani tanpa mahkota. Sifatnya persis banget kayak gue, suka bertarung anehnya kakak gue langsung tebas mati tempat sedangkan gue siksa dulu lahir & batin!!"
Berbeda dari Queen & Sifra, Efran karena kebanyakan nonton film psikopat ditambah jadi adiknya Al sih Sih raja tirani tanpa mahkota yang suka tebas kepala orang kalau marah langsung jadi psikopat profesional.
Efran menatap sekitarnya mencoba mencari cari seseorang " Ren eh maksud gue Rose! Sifra ama queen dimana ya? Kok gue nggak liat tuh dua anak?"
" Sifra sekarang jadi pelayan gue sedangkan sih Queen jadi Ratu!"
__ADS_1
" Anjayyyyy yaudah gue mau tidur dulu! Capek nih gue gara gara kemarin begadang soalnya musuhnya kuat iman banget jadi gue siksa sampai pagi, sampai lupa tidur!!"
Memasang wajah datar " Sungguh terencana!"
GREP ......
" Mau kemana?" Tanya Efran menarik gaun Rose
Rose berkacak pinggang " Mau Gulung tikar! Ya mau temui lakik gue kali! Hellow gue tuh udah nikah, udah punya suami, ya mesti diurus dong, gimana sih!!"
" Tumben sadar diri kalau udah jadi istri orang, hehehe!!" kekehnya
" Sekarang bisa nggak lepasin tangan situ atau nggak gue panggil lakik gue!!" Ancam Rose
Mendengar nama kakaknya disebut Efran langsung melepaskan tangannya, dirinya tidak ingin mempunyai masalah dengan Al
Efran bergelidik ngeri " Ihh jangan dong! Eh Gue lebih memilih dibunuh ama penjahat ketimbang kakak gue! Loh nggak tahu seserem apa dia kalau ngamuk! Wah bisa bisa kepala gue ilang kayak yg lain! Ih ogah, nggak mau!"
Rose menatap heran " Tumben nih anak takut biasanya kuntilanak aja ditangkap trus eksekusi mati? Lah nih?"
__ADS_1
Efran kembali membulatkan matanya " Eh kalau mbak kunti gue kagak takut kali! Beda ceritanya ama kakak gue. perbedaan kakak gue ama tuh mbak kunti yg nggak pernah sisir rambut ..... Adalah kalau mbak kunti ketemu target langsung nakutin, lah kakak gue ketemu target, wahhh nggak perlu A b c d, tuh kepala langsung ditebas!" Ucapnya mengingat kenangan masa lalu dimana ia diajak Al ketika memberantas penjahat
Rose menarik nafasnya dalam dalam " Oke gue paham apa yg loh maksud! Sekarang gue mau capcus ketemu lakik gue, soalnya kalau gue nggak nongol, trus buat dia marah, waah seperti kata loh tadi! Otw kepala ditebas. Jangan lupa istirahat, bye bestiku eh adik ipar maksudnya!!"