
Sesampainya ditoko Perhiasan. Rose benar benar binggung harus milih yang mana. Masalahnya perhiasan dirumah aja belum kepake semuanya. Entah mengapa Sifra malah menyeretnya kemari.
Rose berjalan jalan, melihat perhiasan yang akan ia beli. Entah kenapa kegiatan ini malah membuatnya lebih bosan.
Ia pun hanya melihat perhiasan yang ia suka tanpa menyentuhnya, sama sekali tidak ada niat untuk membelinya.
.........
.....
....
Karena bosan terlebih lagi benda benda kuning yang menyilaukan & buat sakit mata. Rose pun memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu. Namun sang pemilik toko langsung menyerahkan banyak perhiasan kepadanya yang sudah dibungkus rapi.
" Eh apa apaan nih? Woi perasaan gue nggak beli sebanyak ini? Eh bukannya ini perhiasan yang tadi gue lihat ya?"
Rose kembali melirik Jay, matanya memincing tajam pria itu.
" Tuan bilang beli apapun yang dilihat Nyonya!!" Jawab Jay menjatuhkan rahang Rose. Ia hanya mengikuti arahan Tuannya, selebihnya terserah Rose mau marah, mau maki, Jay hanya tada/ terima.
Rose mengangguk pelan lalu menghembuskan nafas lesu.
__ADS_1
Kenapa tadi gue malah liat tuh barang kuning kuning ya? Kan malah buat sih kaki tangan lakik gue jadi beli semua. Malah yang gue liat hampir dua puluh anjing. Itu duit mengalirnya kayak air terjun. Ini namanya semakin gue boros semakin lakik gue dibuat tambah kaya raya lagi nih!! Bukan tambah miskin tambah kaya gue ulangin sekali lagi!! - batin Rose.
Rose frustasi. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Jalannya mulai bengkok sana sini. Ingin secepatnya Rose keluar dari tempat itu. Bila perlu ia menutup matanya, bisa gawat kalau salah liat apalagi lirik benda benda mewah. Wah auto langsung dibeli ama Jay.
Niat mau keluar, Rose justru secara tak sengaja menyentuh sebuah berlian yang harganya fantastic. Belum tentu yang lain bisa membelinya.
Mata Jay terbuka lebar lebar. Ia pikir Rose menyukai berlian itu sehingga, ia langsung mengirim surat pada Al. Jay binggung, jika ia disuruh membeli apapun yang dilihat Rose, lalu apa yang terjadi jika wanita itu sampai menyentuhnya?
Rose berbalik, menatap horor Jay.
" Jangan bilang Loh mau beli juga nih batu kerikil? Hei gue nggak sengaja sentuh oke? Udah jangan dibeli ya!"
" Tentu saja Nyonya, saya tidak akan membelinya ..."
Rose menarik nafas lega.
" Syukurlah ....."
" Karena tuan sudah membeli tambang berlian itu disaat tangan nyonya menyentuhnya!!" Lanjut Jay langsung membuat Rose terkena serangan jantung.
" WHAT??? TAMBANG!!!" Tanyanya ketar ketir.
__ADS_1
Sifra membatin. Buset gue pikir mau dibeli berliannya, ternyata langsung dibeli dengan tambangnya. Ell bapakmu itu emang bos kaya raya no tipu tipu!! -
..................
Sifra kembali menarik Rose keluar dari toko perhiasan, masuk kedalam sebuah butik. Meskipun pelayan itu sedang mengendong Ell namun jiwa belanjanya benar benar tidak akan bisa dipadamkan.
Baru masuk butik aja, semua langsung heboh. Pasalnya bertemu dengan istri duke itu sangatlah langkah. Banyak yang terpesona tetapi bangak juga yang iri, dengki dengan Istri Al yang satu ini.
Kedua alisnya naik turun memandangi para wanita itu yang kerjaannya Iri tiap hari " Eh iri bilang bos hahay!"
Tangan mereka terkepal kuat, namun mereka tidak bisa melukai Rose dikarenakan Jay yang terus menatap mereka dengan tatapan membunuh. Pengawal itu bahkan sudah mengeluarkan pedangnya.
" Enyalah ..." Satu kalimat untuk semuanya dibalas dengan bulu kuduk merinding.
.......
TYPO BERTEBARAN DIMANA MANA. HALUNYA SEMAKIN LUAR BINASA.
Oke disini Thor updet dua bab. Ya karena Thor udah rasain seperti apa menungu itu!! Ya tapi mau gimana lagi sih. Semuanya terkendala karena kesibukan. 😊🥲
See you Next time ....
__ADS_1