
Kediaman Marquess .......
Efran yang tengah hamil lima bulan,
terlihat sedang duduk dikursinya, menatap Juna yang sedari tadi terus melirik Tumpukan dokumen diatas meja kerjanya.
" Ekhem ...." Efran berdehem.
Juna hanya menoleh sekilas setelah itu kembali membaca dokumen yang ia pegang.
" Mas ...." Panggilnya namun tak dijawab Juna. Masih dalam keadaan yang sama.
" MAS GOJOU!!" Teriaknya Efran.
" Ah iya!!" Juna tersentak kaget. Ia begitu serius membaca dokumen itu sampai lupa kalau istrinya itu memanggilnya.
Efran menatap Sinis suaminya.
Apakah dokumen dokumen itu lebih penting darinya?
Menatap Juna tepat pada manik mata semerah darahnya " Mas Gojou. Kok mas nggak jawab panggilan gue? Apa lebih penting tuh kertas dari istri loh ini hah? PENTING?" Efran langsung marah.
" Gue udah duduk sejam disini, nggak diajak bicara kek apa kek? Eh emangnya situ istrinya kertas hah? Makan aja sekalian, CEKE MUNTAH DARAH TUH KERTAS!!" Lanjutnya lagi dengan intonasi yang tinggi
Juna langsung melepas dokumen yang ia pegang. Dengan perlahan mendekati istrinya yang tengah marah itu seraya mengusap rambutnya dengan lembut
__ADS_1
" Iya iya aku salah. Jangan marah lagi ya!"
" Hmphh!!" Efran membuang wajahnya.
Ia segera beranjak pergi seraya membanting pintu kerja Juna. Untung tuh pintu nggak lepas, kalau lepas wah biaya perbaikan keluar lagi nih.
Pria tua alias kepala pelayan yang berdiri dibelakang Juna, hanya bisa menguatkan majikannya. " Tuan, Tolong maafkan tingkah laku Nyonya. Ibu hamil memang sering sensitif!"
" Haruskah aku mengejarnya?"
Ya kenapa Juna harus pake nanya lagi sih? Ya kejar lah!! Udah tahu istrinya setengah waras.
Kepala pelayan itu mengangguk " Tentu tuan, sebelum Nyonya menyentuh benda benda tajam. Apakah Tuan lupa, Nyonya adalah prajurit wanita yang hebat sekaligus adik dari Tuan Duke, biasanya kalau Nyonya marah pasti ia akan menyiksa penjahat!!"
Apakah istrinya yang setengah waras itu akan menikam perutnya sendiri karena marah? Oh itu akan menjadi masalah yang panjang. Juna segera berlari mengejar Efran sebelum semua pikiran negatif dikepalanya terjadi.
Boleh kehilangan harta tapi anak janganlah ....
🌹🌹🌹
" Nghhh ...." Guman Rose sadar.
" Sayang Akhirnya kau bangun!" Ucap Al tersenyum manis.
Gile!! PELETNYA KUAT BANGET ANJ!! Ini kalau tiap hari gue bangun liat kayak beginian wah langsung kolestrol tinggi. Nggak main main nih pesona lakik gue!! - Rose membatin.
__ADS_1
Rose benar benar terpanah dengan ketampanan suaminya. Memang setiap hari bertemu namun entah kenapa suaminya itu semakin hari semakin tampan.
Al mendongak & menatap Rose dengan tatapan bertanya
" Kenapa?"
Rose masih terpaku dengan wajah Al " Suamiku bisa nggak loh tabok kepala gue sekarang. Kayaknya kepala gue terbentur deh tadi. Wajah loh lebih tampan dari tadi siang anjing!!" Cibir Rose.
Sedangkan Al, ia hanya sibuk tersenyum, ternyata cuma hal itu yang membuat istrinya menatapnya tanpa berkedip.
" Kau yakin? Tapi aku lebih suka mencium bibirmu!"
Cup!
Definisi, berbicara langsung mengambil tindakan, Itulah yang dilakukan Al sekarang. Ia ******* bibir ranum istrinya. Entah kenapa rasanya lebih manis.
Sedangkan Rose, ia tidak akan menolak jika Al menciumnya. Mana ada wanita menolak dicium pria tampan apalagi pria sekelas Al.
......
TBC .....
Oke Bestie, maaf Thor lambet banget updetnya. Ini juga lagi nyolong waktu nonton anime buat nulis 😭
Tapi okelah 😊
__ADS_1