
Satu bulan kemudian ....
Semenjak kejadian itu, sifat Sifra berubah drastis. Yang tadinya ceria, cerewet. Kini berubah menjadi dingin terlebih lagi pendiam.
Berbagai cara udah dilakuin ama Rose, untuk membalikkan sahabatnya itu seperti semula. Bahkan gajinya sudah dinaikan sepuluh kali lipat ama Al, udah dikasih hadiah ama Queen, dikuatkan ama kata kata mutiara Efran, tetap saja, tuh anak mendadak Kulkas.
Rose pun binggung. Apakah ia perlu membunuh Dierez, supaya Suasana hati Sifra Berubah? Tapi masalahnya Dierez tidak terlibat masalah apapun.
Binggung kan jadinya!!
" Sif, udah dong. Jangan jadi kulkas. Masa loh mau diemin gue terus ....." Bujuk Rose memegang pundak Sifra.
Namun sayangnya, tuh anak kagak jawab. Diam mulu kayak patung.
" Nyonya. Ada undangan....." Ucap Jay masuk.
" Dari siapa?"
" Dari count Dierez untuk Sifra. Menurutku ini adalah undangan pernikahan! Kelihatannya dia ingin Sifra datang kepesta pernikahannya!"
Rose tertegun. Apakah Jay sedang bercanda? Bagaimana mungkin Dierez nikah!!!
" HAH NIKAH? EH TUH ORANG UDAH SINTING APA? KENAPA MALAH KIRIM NIH UNDANGAN KEK KEDIAMAN GUE? MAU PANASIN SIFRA HAH? MAU NGAJAK PERANG?" Sentak Rose kelewatan marah, seraya menghentakkan kakinya kesal.
" Udah Rose. Kan yang diundang gue. Gue berencana bakal datang ke itu pesta!" Ucap Sifra lirih
Diam sejenak untuk mencerna perkataan Sifra. Detik berikutnya Rose langsung mendelik
__ADS_1
" Eh, eh, eh .... elu mau ke tuh pesta kebangs*tan? Kagak boleh dong. Loh ikut gue juga ikut. Liat aja nanti, berani dia sentuh Loh, Gue jamin tuh kepala bakal tunduk dihadapan gue!!"
" AL? YUHU SUAMIKU YANG TAMPAN?" eh tuh lakik gue dimana sih? Masa iya gue mesti panggil sayang baru datang? Eh gue kagak peduli. Ini masalah penting nih. SAYANG, YANG ..... WOI LOH DIMANA SIH!!" Teriak Rose ditempat. Rasa rasanya seisi rumah bisa tuli, mendengar teriakannya.
Untung aja Al datang tepat waktu, sebelum istrinya terlampau marah.
" Ada apa?"
" Besok kita berdua bakal kepesta kawinnya sih Pria brengs*k. Udah nggak usah banyak nanya. Gue lagi malas menjelaskan. Intinya, kalau Elu kagak mau ikut, yaudah binimu ini yang bakal pergi sendiri!!"
" Siapa bilang, aku tidak ikut? Kau pikir aku sudah gila? Membiarkan istriku pergi sendiri? Apa jadinya kalau kau disentuh para pria mesum? Kau mau membuatku gila? Tidak akan!! AKU IKUT!!" Balas Al dengan tatapan dingin andalannya.
Ini kenapa semuanya pada ikut ya? - Batin Sifra bertanya.
🌹🌹🌹
Meskipun Sifra tidak cantik cantik amat kayak sih Rose, tapi nyatanya Sifra memang cantik pada umumnya.
Jangan disandingkan dengan kecantikan Rose yang diluar nalar. Wanita cantik didunia pun, juga pasti mengakuinya.
Rasa rasanya Sifra tidak bisa tidur. Pikirannya kacau, mimpi buruk melanda tidurnya. Karena semuanya itu, Ia lebih memilih untuk menghirup udara segar dimalam hari.
" Eh Loh? Loh ngapain diatas pohon?" Tanya Sifra ketika melihat Jay yang seperti pencuri, memanjat pohon malam malam.
" Kau belum tidur?" Jay berbalik nanya.
" Belum. Loh ngapain tadi disitu? Oh gue tahu, Loh lagi berpatroli kan?"
__ADS_1
Jay pun mengangguk.
" Iya!"
Segera Jay menghampiri Sifra diteras. Nggak baik kalau ngomongnya jauh jauh. Tidak kedengaran soalnya.
" Hm kok enak ya jadi Elu. Kalau gue bisa manjat pohon kayak Efran, kayaknya seru tuh, bisa ngilangin stres. Biasanya kalau dirumah, gue panjat pohon pinang aja kagak bisa. Malah berakhir jatuh, tembus masuk UGD, karena pingsan selama satu minggu. Pas gue sadar, eh emak gue itu langsung kebas gue pake kayu asam. Biasanya kalau disinetron sinetron, anaknya kalau udah sadar itu dipeluk, dicium. Lah gue malah disambut sama kayu asam milik emak!!"
Jay memiringkan kepalanya.
" Apakah sakit?" Tanyanya kepo.
Sifra kembali menatap Jay dengan alis menajam.
" Ya iyalah, masa nggak sakit!!" Tukasnya marah. Masa dihantam ama kayu asam nggak sakit sih? Pertanyaan Jay benar benar tidak berbobot sama sekali.
Disisi lain, terlihat sepasang suami istri yang sedang mengintip dibalik pintu. Siapa lagi kalau bukan Rose ama Al. Istri Al yang satu ini benar benar kepo, sampai sampai nggak peduli dengan statusnya, jika nanti ia dikatakan penguntit.
" Sayang, sebaiknya kita berdua segera kembali kekamar. Aku bukan penguntit & kau juga bukan!!" Geram Al. Ingin sekali dirinya menerkam istri bodohnya ini sekarang juga.
Rose menggeleng kuat
" Eh nggak bisa dong. Elu kalau mau balik, balik sendiri aja. Gue masih mau liat sih Jay pdkt ama Sifra. Kan bagus tuh kalau keduanya jadian!!" Cibir Rose masih pada pose yang sama.
Kesabaran Al benar benar setipis tisu. Ia tidak suka ditolak. Dengan cepat, tanpa meminta persetujuan dari sang istri, Al langsung mengendong Rose ala karung beras & membawanya kekamar. Ogah banget ngintip tuh dua pasangan. Nggak ada manfaatnya sama sekali.
....
__ADS_1
TBC.