
Ia langsung berdiri. Mulutnya terbuka lebar lebar.
Mungkin lalat bisa masuk kali ya .....
Matanya terbelalak lebar. Apakah ia tak salah dengar? Tidak! Tidak mungkin. Putrinya hanyalah seorang pengangguran, terlebih malas bergerak. Kesan pertama Minus. Lalu bagaimana bisa, keluarga Duke tertarik dengan gadis beban keluarga seperti Rose?
Menurut Edward Rose bukanlah beban. Tapi tidak dengan pandangan orang lain.
" TIDAK! ANDA PASTI BERCANDA KAN NYONYA. PU - PUTRA ANDA SUNGGUH I - INGIN MELAMAR PUTRIKU?" Sungguh, perkataan Razuna membuat Edward tertekan lahir & batin.
Razuna menatap datar sang calon besan. Apakah telinganya tuli? Atau orangnya yang kurang tidur? Masa tak bisa mendengar jawabannya.
" Count Edward. Semua yang aku katakan itu benar & tidak ada kata penolakan disini, titik. Lagipula Rose yang bilang sendiri, bahwa ia setuju menikah dengan Al. Kedua anak kita akan menikah lalu setelah itu, kita semua akan menjadi keluarga yang paling bahagia, benar bukan?" Ucapnya bahagia dengan wajah cerah.
Tanpa aba aba, Edward langsung jatuh pingsan ditempat. Semuanya langsung panik & segera memanggil tabib.
Sedangkan Razuna & Damian. Kedua pasangan suami istri ini, hanya bisa duduk & menunggu kapan Edward bangun.
Razuna tidak akan pergi begitu saja, sebelum ia membahas masalah perjodohan dengan Edward. Ia rela menunggu ..... & tidak akan ada yang bisa mengusirnya semudah itu.
Semudah kau memecat pelayan.
Mungkin dari sinilah asal usul perjodohan Rose & Al. Semuanya benar benar terlaksana, dimulai dari Razuna.
🌹🌹🌹
Ditempat yang berbeda ......
Al benar benar berjalan jalan menyusuri setiap balkon yang ada. Ia tidak malu ataupun takut, jika nanti dipergoki para pelayan atau pengawal, jika berani berkeliaran dikediaman Count. Serasa rumah milik sendiri.
Ya iyalah kan rumah calon istri ....
Jadi bebas dong, anjay!
__ADS_1
Mata merahnya seketika tertuju pada seorang gadis berambut silver, yang sedang berdiri diteras. Apakah dia tidak tahu tata krama? Pakaiannya benar benar terlihat seperti pelacur, sungguh terbuka, menggoda iman sekali .....
Namun Al bukan tipe tipe pria mesum pada umumnya.
" Kau?" Tanyanya dengan sorot mata tajam.
Suara asing itu langsung mengagetkan Rose. Wanita itu langsung berbalik & mendapati pria tampan didepannya.
Al mencoba menghampiri Rose namun, sayangnya disambut hangat dengan pisau.
Ya, Rose benar benar berani, sampai melemparkan pisau kearah Al. Untung nggak kena kepala. Bisa bisa isdet ini mah ....
" Hei tuan jaga matamu itu .....atau mau kujahit sekalian?" Tanya Rose dengan nada manja, dibalas Al dengan senyuman miring.
" Mulutmu sungguh berbisa Nona, bagaimana kalau aku bantu merobeknya?"
Percakapan ini agak laen dari yang laen, ya saudara saudara .....
Al berjalan mendekat. Ia ingin melihat dengan jelas wajah cantik bak dewi itu, yang mempunyai hati sekejam iblis.
" Bagaimana kalau aku menebas kepalamu nona?" Tanya Al tanpa dosa
" Atau menusuk jantungmu tuan?" Balas Rose mantap seraya mengalungkan tangannya dileher Al.
Sungguh pertemuan yang terkesan horor namun, berdampak besar bagi kedua kedua pasangan ini kedepannya.
............
.....
...
" Jadi begitulah awal mula perjodohanmu dengan Al. Bagaimana menarik bukan?"
__ADS_1
Rose hanya menggaruk garuk kepalanya. Ternyata perjodohan antara Rose & Al, semuanya murni karena kelakuan sang ibu mertua.
Mendengar cerita panjang lebar dari sang ibu, Kini Efran tak bisa berkata kata lagi. Jadi ini alasannya, mengapa Razuna begitu menyayangi Rose.
" Buset! Woi Rose, gue nggak nyangka, masa lalu loh serem juga. Bisa bisanya nih anak yang kerjanya makan tidur, yang tiap harinya dimanjain ama kakak gue, yang bucin akut tingkat dewa, ternyata ternyata seorang pembunuh bayaran. Wah pantesan emak gue demen ama loh, ternyata elu pas banget ama selera emak gue!!" Cibir Efran panjang lebar.
Sedangkan Rose. Ia hanya bisa bengong & binggung sendiri. Kenapa ia baru tahu sekarang? Bisa bisanya nih rahasia tertutup rapat rapat ama orangnya sendiri.
" Wow Rose, image loh para banget sih!! Tapi yang lebih membanggongkan lagi adalah, kenapa gue baru tahu kalau nih tubuh mantan pembunuh bayaran? Perasaan di Novel, Authornya nggak pernah cerita?" Rose berpikir keras. Iya juga ya, tuh Author emang kagak kasih tahu masa lalu Rose kayak gimana. Jadi binggung kan nih anak.
" Sudah cukup mendongengnya. Ayo Sayang ...." Ucap Al berdiri seraya menarik tangan sang istri.
Namun tiba tiba Razuna ikut memegang tangan Rose yang satunya.
" Eh mau dibawa kemana anakku hah?" Judes Razuna dengan pelototan mata tajam.
" Terserah ..... Mau kemana aku membawa istriku, Tidak ada urusannya dengan ibu!" Jawab Al melihat bagaimana Eskpresi Razuna, yang seolah olah ingin memakannya mentah mentah.
Razuna berkacak pinggang
" Enak aja mau bawa bawa. Ibu ingin mengajak Rose berjalan jalan. Kau urus saja pekerjaanmu, kau kan Duke sekarang. Jangan manja, kerja sana!!" Omel Razuna berhasil menarik tangan Rose.
Alis Al menukik tajam.
" Ingin rasanya aku menendang kalian semua keluar dari kediamanku. Menganggu sekali, menyebalkan!!" Tukas Al kesal. Ia segera mengendong Ell & membawa putranya itu bersamanya.
Rose aja sudah dibawa, jangan harap Ell juga ikut ikutan.
" Ayo Kita keluar jalan jalan kekota. Kalian berdua juga harus ikut." Razuna Memberi kode kepada Efran & Sifra untuk mengikutinya. Keduanya pasrah aja, mau melawan? Emangnya sanggup!
Terlebih lagi Rose. Razuna menariknya begitu saja membuat sang empu terpekik kaget.
.....
__ADS_1
TBC.