
Diperjalanan pulang .......
Rose & Al saling bertatapan lama dikala keduanya berada didalam sebuah kereta. Rose akui dia sudah bersama dengan Al untuk waktu yang lama, namun entah kenapa setiap kali melihat wajah tampan suaminya, justru hatinya meronta ronta.
" Kenapa?"
" Nggak papa kok. Emangnya pandang wajah suami sendiri masa nggak boleh sih? asal situ tau ya, Gue kagak nyesal kok nikah sama loh. Gue bersyukur lahir & batin! Meskipun kadang kadang suamiku ini kejamnya bukan maen, tapi gue suka sifat loh apa adanya! Jangan bosan bosannya ama gue ya! Jagain gue sama sih Ell kecil, karena cuma sama situ doang gue merasa terlindungi!!"
Al langsung tersenyum hangat mendengar perkataan itu. Rose benar benar terkejut, melihat bagaimana seorang iblis berkedok manusia tampan, tersenyum padanya.
" Tidak perlu diminta, Aku akan tetap menjaga kalian berdua."
" Heheh I love you Alzean!"
" Hah?" Tanya Al tak mengerti
" Aku mencintamu maksudnya!"
" Baiklah. Aku juga mencintaimu, Rose cindirella ......"
...........
........
.....
Lima tahun kemudian ........
Disebuah kebun kecil, tampak empat bocil yang sedang bermain. Dua anak kecil berumur tujuh tahun, satunya berusia lima tahun & satunya lagi berusia empat tahun.
" Hiks hiks Huaaaaa ...." Terdengar suara tangis anak perempuan. Suara yang begitu kencang hingga membuat ketiga anak lainnya sampai menutup telinga mereka.
" Ck Berhentilah menangis. Dasar anak cengeng!!" Sarkas Ell terlampau marah.
" Hei Kak Ell. Kau benar benar akan diisdetin ama paman raja nanti. Kak cantik kan putri raja!!" Sewot Evan dengan pelototan mata tajamnya
Ell seolah olah tak peduli dengan hal itu. Karena orang yang paling ia takuti adalah bundanya, sih emak emak paling bawel. Bahkan sama ayahnya aja masih ogah cari masalah. Lah sekarang malah diancam sama semut kecil. Bener bener ....
" Kalau dia putri raja maka aku putra Alzean!!" Tekan Ell.
Anak ini benar benar mirip dengan Al. Bukan mirip lagi namanya, kembar lebih tepatnya. Dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dari mata turun kehati, dari sifat keselera, semuanya mirip dengan ayahnya itu.
" Ribet banget." Joylicia hanya memasang wajah datarnya. Ia adalah putri tunggal dari Sifra & juga Jay. Sifatnya lebih kepada Jay, yang dingin & tidak mau berurusan dengan siapapun.
" Hiks hiks kau jahat!!" Ucap Stella disela sela menangisnya.
" Kau yang jahat!!!" Balas Ell
" Eh?"
__ADS_1
" Karena kau telah membuat hatiku terluka dengan tangisanmu yang menyebalkan itu!!" Perkataan Ell sukses membuat Stella salting brutal & membuat Evan baper tingkat dewa.
Evan benar benar sebelas dua belas dengan emaknya. Siapa lagi kalau bukan Efran. Wajah boleh ganteng seperti Juna namun sifatnya hancur kayak Efran.
" Idih dingin tapi pengertian! Hehehe cie cie !!" Goda Evan dengan alis naik turun
" Eh Kak Ell. Suaramu pengen ngajak aku nikah uhuyyy!!" Ejeknya.
" Kau sudah sinting?"
" Lagian kak Ell ini aneh deh. Udah dapat jodoh spek bidadari dari kecil, calon ratu masa depan lagi, masih aja dingin. Kalau aku jadi kak Ell, udah aku nikahin. Siapa coba yang nggak mau sama kak putri. Cantik kayak gini malah suka sama manusia kulkas dua belas pintu!!" Cibir Evan panjang lebar
" Kelihatannya otakmu sungguh tak beres lagi. Mau kutebas kepalamu hah?" Ancam Ell seperti biasa.
Evan dengan cepat menutup mulutnya sebelum berakibat fatal
" Ups maaf salah lagi nih mulutt!! Emang benar kata emak, Kak Ell mirip banget ama paman kejam. Uhh serem ... hehe tapi kok enak ya gangguin nih dua pasangan. Kek seru gitu!"
Ell memijit pelipisnya. Ia kemudian mendekati Stella namun, tak ada niat sama sekali untuk menyentuhnya. Cukup dilihat aja ....
" Huh berhentilah menangis Stella. Kau membuatku frustasi!!"
" Ba - baik!" Jawab Stella dengan wajah merah matang.
Evan seperti tersampat sesuatu. Ia berusaha menghapus air mata Stella dengan perlahan & hati hati.
" Apa yang kau lakukan?" Tanya Ell terdiam ditempat.
" Dia punya tangan. Untuk apa dibantuin? Kurang kerjaan aja!"
Evan berhenti dari kegiatannya. Memandang kakak sepupu yang teramat menyebalkan.
" Alah bilang aja cemburu kali.
Kak Ell Bilek : Elu mau ngapain calon bini masa depan gua hah? Anjay slebew ...."
" EVANO JULIO MALOWRY!!!" Geram Ell dengan tangan terkepal.
" Iya dengan saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?" Masih sempatnya nih anak bercanda.
Oke, cukup! Evan benar benar memancing kesabaran Ell. Udah tahu nih anak kesabarannya setipis tisu, malah dicandain.
Ell langsung mengeluarkan pedangnya. Tentu anak ini bisa memegang Pedang karena udah biasakan dari kecil.
Tiap hari Ell selalu latihan pedang bersama Al & juga Damian. Bahkan diumur yang kelima, Al yang gila dengan santainya mengirim putra satu satunya kemedan perang. Karena hal itu juga, Al mesti perang rumah tangga dulu sama Rose.
Tapi berkat didikan sang ayah, Ell berhasil mendapat julukannya sendiri diumur
yang terbilang masih muda. Sih paling ganteng nan kejam, " RAJA IBLIS TIRANI."
__ADS_1
" OH ASTAGA! MAK EMAK!! TOLONGIN EVAN MAK!! SIALAN PEDANGNYA PANJANG AMET!!" Gerutunya berlari tak jelas kesana kemari
Teriakan Evan yang begitu keras sampai didengar oleh semua orang.
Rose, Efran, Sifra & Queen dengan cepat berlari menuju kebun.
" ASTAGA!!" Rose tersentak kaget begitu melihat putranya sudah mengeluarkan pedang.
" WHAT! ELL LOH MAU NGAPAIN ANAK GUE????" Teriak Efran mendapati anaknya yang bakal dibunuh.
" Ell what are you doing? Buset kenapa gue malah inggris mulu ya. ELL, SAYANG LEPASIN TUH BENDA BERBAHAYA!!"
" Tenang aja Bunda, begitu aku mendapatinya semuanya akan selesai!!" Senyuman miring terbit diwajah anak itu.
Rose pikirnya Ell bakal mendengarkan perkataannya, namun nyatanya tidak demikian.
" Anjirr gen bapaknya nggak maen maen.
Ini pasti bapaknya tambah pupuk terlalu banyak pas tanam bibit. Makanya 100% mirip semua anjirr. Aduh gimana nih. Anak gue udah jadi Raja iblis tirani waktu masih kecil lagi. Ah udahlah pasrah aja!!" Ucap Rose akhirnya.
Sifra menaruh tangannya didada, meratapi nasib sial Evan.
" Untung bukan anak gue!!"
" Sama!" Sambung Queen.
" Lah itu anak gue cok!! AKH EVANO. KAN UDAH EMAK BILANG, ELU BOLEH BERCANDA AMA ORANG LAIN, TAPI KALAU MODELANNYA KEK ELL, JANGAN SAYANG ....... TUH ANAK UDAH BEDA LEVEL, YA TUHAN BISA BISANYA NIH ANAK GANGGUIN TUH ANAK IBLIS. NGGAK ADA MANUSIA LAEN APA? SELAIN ELL? YANG ADA KEPALA KAU DITEBAS AMA DIA NAK! ALAH PARSETAN. GUE UDAH BILANGIN SAMPE MULUT BERBUSA JUGA TETAP KAGAK MAU DENGAR. MAMPOS MAMPOS!!" lagi lagi Efran mengomel panjang lebar.
" Kak Ell, sebenarnya Kak Ell anak siapa sih?" Tanya Evan heran
" Anak ayah sama bunda! Udah kasih kepalamu itu, biar kutebas! Beres kan masalahnya?!"
Rose mendesis, menatap Al tajam yang sedari tadi duduk santai dibelakangnya
" Al ......"
" Bukan aku, salahkan saja anaknya Sih kakek beruban itu. Siapa suruh dia macam macam dengan putraku ...."
" Oh yang benar saja kalian berdua!!"
《 END 》
Akhirnya udah selesai ceritanya. Oke Guys, Terima kasih karena sudah mau & setia membaca cerita ini. Mohon maaf apabila ada kata kata yg kurang enak. Emang iya sih ada banyak, thor juga sadar diri, tapi dimaklumi saja. Toh yang buat udah orgil 😂
Sebenarnya Thor mau lanjut cerita sih ganteng Ell, tapi udah kagak sanggup lagi nih otak. nih ide menolak keluar. 🥲 Jadi cukup sampe sini aja ya, selanjutnya silahkan berhayal sesuai dengan imajinasi Kalian.
Pesan Thor:
"Menulis itu tidaklah semudah yang dibayangkan, tidak segampang yang dikira & tidak secepat itu ditulis. Oleh karena itu hargai setiap karya yang dibuat meskipun kita sendiri tidak suka."
__ADS_1
oke sekian dari saya, sampai jumpa .......