Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
WYMMT? Eps. 1


__ADS_3

"buku kamu sudah lengkap? Jangan kaya kemarin datang ke sekolah bawa tas kosong, udah berapa kali Mama bilang. kamu tuh jadi siswa harus teladan yang disiplin" omel Bu Rina pada anaknya yang tengah sarapan


"Iya, udah ma" sahut anak laki-lakinya, ia lalu berdiri menyalami tangan sang mama berpamitan untuk berangkat menuju sekolahnya


"Aku berangkat ma, udah hampir telat ini. Assalamu'alaikum" Rizal memperhatikan jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya


"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan"


Rizal mengangguk kemudian ia berjalan ke arah luar dan hilang di balik pintu


Nama lengkapnya Fakhrizal Alghifari, lebih akrab di panggil Rizal karena lebih mudah dan juga lebih terdengar keren, dia adalah anak ketiga dari dua bersaudara, usia nya sudah akan menginjak 20 tahun namun ia masih duduk di bangku SMA karena kekurangan nya yang tidak bisa dengan mudah memahami mata pelajaran di sekolahnya yang mana membuat ia tidak naik kelas selama tiga kali saat ia masih SD.


Sejatinya manusia yang memiliki kekurangan pasti akan ada kelebihan nya disana, seperti hal nya seorang Rizal, walaupun ia memiliki kekurangan yang sulit memahami pelajaran di sekolah tetapi ia masih mempunyai kelebihan bakat dan kemampuan dalam bidang fotografi yang sudah ia kuasai sejak ia masih kecil, dan dengan kemampuan nya ini sekarang Rizal sudah bisa mencari uang sendiri dengan menjadi seorang fotografer di salah satu perusahaan produk kecantikan terkenal milik orang tua teman nya yang berlokasi di dekat sekolahnya


Ia memiliki seorang kakak perempuan yang usianya selisih tiga tahun dengan nya. Sekarang kakaknya sudah menempuh kuliah semester enam di salah satu universitas ternama. Dan memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku SMA kelas XI namun berbeda sekolah dengan Rizal


Bisa di bilang Rizal terlahir dari keluarga yang berkecukupan, tidak terlalu kaya, ayah nya mengelola sebuah toko kelontong di tiga pasar tradisional di daerahnya, sedangkan ibu nya hanya ibu rumah tangga biasa.


Sial hari ini berangkat sekolah telat lagi! Padahal tadi gue udah bangun lebih pagi, semua karena tukang ojek yang tiba-tiba saja harus kempes ban motor di tengah jalan, Rizal berlari di koridor sekolahnya karena ternyata sekolahan itu sudah sepi karena para penghuninya sudah masuk kelas semua, yang tersisa disana hanya pak satpam, tukang kebun, pak guru yang sedang nongkrong dan beberapa siswa keluar dari perpustakaan, karena tidak fokus berlari hanya memikirkan guru di kelasnya, tiba-tiba seseorang menubruk tubuh Rizal dari depan membuat nya terjengkang ke belakang dan yang menabraknya terjatuh beserta beberapa buku yang ia bawa


"Kalo jalan lihat-lihat dong hati-hati jangan main nabrak orang seenaknya!" Bentak seorang perempuan yang tengah susah payah berdiri


Dengan sigap, Rizal pun langsung membantunya berdiri tak lupa ia membereskan buku-buku milik perempuan itu yang berserakan di lantai "maaf saya tidak sengaja" ucap Rizal pada perempuan yang masih mengomelinya itu


Perempuan itu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan kemudian ia mendongakan kepalanya menatap Rizal membuat Rizal tercengang menatap wajah perempuan itu karena kecantikan nya sungguh di luar dugaan! Cantik, benar-benar cantik banget tapi sayang sekali kelakukan nya galak


"Apa kamu lihat-lihat? Minggir, saya mau lewat" ucapnya sambil berjalan melewati Rizal dengan santainya


Rizal pun kembali melanjutkan larinya menuju kelas, sesampainya di kelas ternyata masih belum ada guru disana, nahas sekali ia sudah berlari-lari mengejar waktu sampai seluruh tubuhnya dibasahi keringat. Di kelas ia mendapati beberapa teman akrabnya yakni Zidan, Leo, dan Bayu, mereka teman-teman nya memasang tampang bingung saat melihat Rizal masuk ke dalam kelas


"Buset bro, masih pagi oi kok elo udah kucel gini, abis di kejar anjing darimana woy?" Tanya Leo sambil merangkul bahu Rizal mengajaknya duduk


"Gue bukan di kejar anjing woy, tapi gue lari-lari gara-gara takut telat, nyampe kelas malah masih belum ada gurunya" jawab Rizal dengan mata menatap mereka satu persatu


"***** tumben, biasanya elu santai aja ga takut telat" Zidan merebut seplastik minuman yang di pegang Bayu

__ADS_1


"Gue engga mau di hukum terus ****! Cape gue. Oh iya, tadi waktu sampe koridor gue tabrakan sama cewek sumpah cantik banget tuh cewek tapi galaknya ga ketulungan! Gue di omeli habis-habisan sama dia padahal kan gue juga nabraknya engga sengaja orang lagi buru-buru" jelas Rizal sambil menyandarkan punggungnya pada ke bangku dengan kepala yang di dongakan keatas membayangkan wajah perempuan yang baru saja ia temui


"Siapa bro?" Tanya Bayu yang mulai penasaran, tentu saja soal membahas perempuan cantik, Bayu lah jagonya!


"Gue juga ga tahu bro, sebelumnya selama sekolah disini gue engga pernah liat dia, kalo di lihat dari penampilan nya kaya bukan siswi"


"Apa dia cewek yang tadi kita temuin yu?" Tanya Leo pada Bayu yang tengah pasang tampang yang sulit di artikan Dimata Rizal, membuat Rizal penasaran apa yang di maksudkan oleh Bayu


"Apaan woy?" Tanya Rizal


"Bisa elo jelasin engga zal? Ciri-ciri cewek itu kaya gimana?" Bayu malah balik bertanya


Rizal melamun mencoba mengingat-ingat perempuan yang dimaksud, namun sayang sekali tidak ada yang ia ingat ciri-cirinya dari perempuan itu, yang ia ingat hanya wajah cantiknya saja, ia membenarkan posisi duduknya menghadap depan


"nah itu dia ceweknya!" Seru Rizal sambil menunjuk ke arah perempuan yang baru saja masuk ke dalam kelasnya


"Anjer Itu guru baru woy!" Dengan Spontan Leo menarik tangan Rizal yang tengah menunjuk guru, jika saja sampai ketahuan mungkin Rizal akan di hukum karena menunjuk pada guru itu merupakan tindakan yang tidak sopan


"Apa? Guru baru?" Tanya Rizal tak percaya


"Selamat pagi anak-anak" sapa nya


"Pagi Bu guru!" Jawab murid-murid serempak dengan semangat yang sebenarnya berasal dari suara laki-laki yang terdengar di buat-buat dengan tampang yang menatap terpesona ke arah guru-guru itu


"Sebelumnya kita perkenalkan diri dulu ya anak-anak, nama saya Clarissa Andini. Kalian boleh panggil saya Bu Risa, saya akan mengajar matematika disini menggantikan Bu Ina yang sedang melanjutkan pendidikan nya di luar negeri, saya rasa Perkenalan nya cukup sampai disini saja, apa anak-anak ada yang ingin di tanyakan?" Kata Bu Risa


Semua murid-murid diam tidak ada yang berani bicara terutama para laki-laki yang masih betah menatap kagum ke arah Bu Risa


"Hei kamu, jangan bengong aja. Perhatikan ke depan!"


Dengan cepat, Leo menepuk bahu Rizal menyadarkan dari lamunan nya "woy! Lo di panggil Bu Risa tuh!"


"Oh iya Bu ini saya juga merhatikan" jawab Rizal gelagapan


"Bagus! Perhatikan. Saya akan mengabsen kalian satu persatu"

__ADS_1


Bu Risa pun mulai memanggil nama siswa yang tertera di datar absen satu persatu dimulai dari urutan inisial A sampai tidak terasa sudah sampai inisial F yang berati disana akan ada nama Rizal


"Fahrul Rozi Abdillah"


"Ada Bu"


"Fakhrizal Alghiffari"


"Ya Bu, hadir"


Setelah mendengar Rizal menyahut dan mengangkat tangan nya, Bu Risa bukan nya melanjutkan kegiatan absensinya melainkan ia malah diam menatap ke arah Rizal, sedangkan Rizal yang merasa di tatap merasa bingung, memang ada apa dengan Rizal? Apa ada yang aneh dengan mukanya? Ataukah Bu guru itu sedang memperhatikan nya karena tadi ia sudah menabraknya, sampai beberapa detik memandang wajah Rizal kemudian Bu ris melanjutkan lagi kegiatan absen mengabsen nya sampai selesai


"Baik, sudah saya absen semua, apakah ada siswa yang namanya merasa tidak saya panggil?" Tanya Bu Risa


"Tidak ada Bu" jawab para murid sebagian


"Baik, jika sudah. Silahkan buka buku paket kalian halaman 47"


Selama Bu Risa mengajar, banyak sekali anak laki-laki yang tidak fokus dengan materinya justru mereka malah lebih fokus pada wajah cantik Bu Risa sampai si raja playboy di kelas itu, Bayu sampai ileran saking terpesonanya


Rizal menggeleng-gelengkan kepalanya menatap sahabatnya yang satu itu selalu tidak pernah absen soal tatap menatap perempuan cantik, ada perempuan bening sedikit langsung sikat matanya tidak akan berkedip sampai perempuan itu hilang dari pandangan nya


"Fakhrizal! Ngapain kamu geleng-geleng kepala? Kamu tidak fokus dengan materi saya!"


"Eh, eng.. enggak Bu engga, saya fokus kok!" Elak Rizal gugup, bagaimana tidak? Saat ia menatap guru itu langsung di pelototin secara tiba-tiba


"Kalo kamu memang fokus coba jelaskan lagi apa yang barusan saya jelaskan!" Tegas Bu Risa


"Oh itu Bu, anu eumm, engga tahu Bu, bisa ibu jelaskan lagi?"


"Tuhkan! Kamu memang benar-benar tidak memperhatikan saya, berdiri depan papan tulis sana sampai jam pelajaran saya selesai!" Perintah Bu Risa sambil menunjuk ke arah papan tulis menggunakan penggaris panjang


"Tapi bu--"


"Jangan membantah! Cepat sana berdiri. Ini hukuman untuk kamu karena tidak mau mendengarkan penjelasan saya, ada guru menjelaskan di depan matanya malah fokus kemana aja" Bu Risa mengomel kesal

__ADS_1


Dengan langkah gontai, Rizal pun berjalan kedepan papan tulis, baru pertama ngajar aja udah main hukum murid, kejam bener tuh guru!


__ADS_2