Will You Marry Me Teacher?

Will You Marry Me Teacher?
Eps. 14 ~After Marriage


__ADS_3

Sore harinya Rizal dan Risa tengah di sibukkan membereskan barang-barang milik Risa yang akan ia bawa ke rumah mertuanya, mereka membereskan semuanya berdua tanpa di bantu siapa-siapa lagi karena orang orang tua Risa sudah pergi sejak tadi karena kerjaan ayahnya tidak bisa di tinggal terlalu lama, dan juga orang tua Rizal sudah pulang duluan sejak pagi


"Barang mu banyak banget baby, astaghfirullah.." ini kesekian kalinya Rizal mengeluh melihat barang bawaan yang akan Risa bawa "terus ini lagi, kamu ngapain bawa alat masak segala?"


"Ya buat aku masak lah di sana" kata Risa sewot


"Iyaa, tapi please deh.. kita ini bukan mau pindah ke rumah kontrakan tapi mau pindah ke rumah orang tuaku dan juga rumah itu bukan rumah kosong, disana udah banyak perabotan rumah tangga, jadi kamu engga usah bawa blender sama panci ini, di sana juga udah banyak" Rizal membuang nafasnya lelah


"Tapi kan itu beda lagi, itu barang punya orang tua kamu bukan punya aku, jadi aku ngerasa engga bebas makai nya. Kalau ini kan barang aku sendiri jadi aku bebas bisa pake sesuka hati, apalagi aku suka banget bikin jus" kata Risa bersikeras sembari mendorong sebuah kotak yang berisi penuh dengan koleksi sepatu nya


Rizal hampir pingsan melihat koleksi sepatu milik Risa yang akan ia bawa semua sebanyak itu dan rata-rata itu semua adalah sepatu mahal yang asli ber-Merk, Risa juga akan membawa lemari sepatunya, ia melipat lemari itu dan mengikatnya kemudian di satukan dengan dus yang berisi sepatu


"Terus juga ini sepatu mau di kemanain baby? Kamu engga perlu bawa sepatu sebanyak ini, buat apa? Emangnya kamu engga berniat buat Dateng lagi kesini?" Rizal terus saja mengomeli istrinya berharap istrinya itu mau menurut dan menyimpan separuh barang yang tidak pentingnya disini, padahal Rizal cuma menyuruh Risa membawa pakaian saja namun istrinya itu malah rempong sendiri ingin membawa ini itu


"Udah deh jangan ngomel-ngomel terus dan berhenti panggil aku baby!, Kamu tuh engga bakal faham kalau ini adalah aset berharga punyaku, aku udah mahal-mahal ngeluarin uang buat koleksi ini waktu di spanyol, kalau aku tinggalin ini disini nanti pasti bakal ada orang yang sembarangan pakek" cerocos Risa menjelaskan panjang lebar


"Lagian ini juga udah selesai kok tinggal masukin baju ke dalam koper" Risa masuk ke dalam kamarnya untuk menata pakaian ke dalam koper


Rizal menghela nafasnya pasrah, walau bagaimanapun ia tidak akan pernah menang jika harus berdebat dengan istrinya, ujung-ujungnya pun pasti akan berakhir dengan pertengkaran, Rizal tidak mau itu terjadi. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan selalu menjaga keharmonisan rumah tangga nya sampai kapanpun walau harus dengan cara mengalah pada Risa setiap saat sekalipun itu tidak masalah yang penting istrinya senang


...


Kedua pasangan suami istri yang masih baru nikah alias sepasang pengantin baru itu tiba di tempat tujuan nya malam hari


Sesampainya mereka di rumah Rizal, kedatangan Risa di sambut dengan baik oleh keluarga Rizal terutama kedua orang tua nya. Dan ternyata mereka juga sudah menyewa orang yang akan membereskan semua barang-barang yang Risa bawa, jadi Risa dan Rizal tidak akan perlu repot-repot lagi membereskan barang-barang itu


Ini adalah pertama kalinya Risa menginjakkan kaki di rumah orang tua suaminya, maklum saja ia menikah tanpa pacaran jadi ia masih belum tau tentang suaminya itu sepenuhnya. Ternyata rumah Rizal cukup besar tidak seperti yang ia bayangkan


"Wah ternyata cukup besar juga" gumam Risa sembari memandang ke sekeliling rumah itu


"Selamat datang menantuku" ucap pak Fadli menyambut kedatangan menantunya dengan senyuman hangat "jangan sungkan ya nak Risa, mulai sekarang rumah ini juga sudah menjadi rumah kamu, jadi anggap aja seperti di rumah sendiri"


Risa hanya tersenyum canggung merespon perkataan mertuanya kemudian ia tak lupa juga menyalami tangan ayah mertuanya


"Ayah, ayo bantu dulu angkat barangnya sini" teriak Bu Rina dari arah luar


Kemudian Bu Rina berjalan masuk ke dalam menghampiri menantunya "ayo nak Risa masuk aja, kamar nya Rizal ada di sana" tunjuk bu Rina

__ADS_1


"Rizal juga, ayo zal istirahat dulu biar itu yang ngangkat barang mah si ayah sama mang qodir aja" tambah Bu Rina pada putra nya


"Iya mah. bentar lagi ini, ini cuma bantu dikit aja" kata Rizal sembari mengangkat sebuah dus dan msmasukkan ke dalam rumahnya


"Kamar Rizal luas juga ternyata" gumam Risa sembari melihat ke seluruh penjuru ruangan itu, ia duduk di tepi ranjang besar milik Rizal yang kini sekarang ranjang itu jadi miliknya juga "aku harap semoga bisa betah tinggal disini, dan lagipula mertuaku memperlakukan aku dengan sangat baik padahal aku baru datang hari ini, mereka baik banget"


Ceklek.. suara pintu di buka masuklah Rizal dengan bertelanjang dada sembari mengusap rambutnya menggunakan handuk sepertinya ia baru selesai mandi


"Aaaakkk telanjang" teriak Risa


Rizal yang terkejut mendengar teriakan dari dalam kamar nya, dengan reflek ia melemparkan handuk yang di pegang nya tepat mengenai wajah Risa


"Eh kamu, maaf baby aku engga tau kalau kamu ada disini dan aku juga engga tau kalau barusan itu suara kamu" kata Rizal dengan gelagapan ia mengambil handuk yang menempel di wajah Risa


"Huh!" Wajah Risa terlihat memerah kesal


"Maaf baby, kamu engga apa-apa kan?" Tanya nya lagi khawatir


Risa menarik nafasnya dalam-dalam kemudian ia membuangnya secara perlahan guna meredam emosinya yang sudah hampir meledak-ledak


"aku engga apa-apa kok" Risa tersenyum namun senyuman nya tampak terlihat menyeramkan di mata Rizal "Tapi, SAMPE KAPAN KAMU MAU ENGGA PAKEK BAJU???" Teriak nya membuat Rizal langsung mengambil kaos yang berada di depan nya dan langsung memakaikan kaos itu


Risa yang melihat wajah suaminya seperti sedang kelelahan langsung menyesal dengan di selimuti rasa bersalah karena sudah berani membentak suaminya, Ia khilaf "maaf, udah ngebentak kamu" cicitnya pelan


Rizal langsung terbangun duduk mendengar suara Risa


"engga masalah, aku bisa fahami sifat bar-bar kamu kok" ia mengusap pelan rambut istrinya "kamu engga akan mandi dulu?"


"Pengen, tapi dingin" jawab Risa pelan


Tanpa menjawab lagi Rizal bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar


"Eh, kamu mau kemana?" Tanya Risa heran tiba-tiba saja suaminya langsung berdiri keluar


Rizal menoleh "mau masak air di kompor buat mandi kamu, soalnya rumahku ini engga elite kaya rumah sultan, jadi engga ada fitur air panas di kamar mandinya, terus mandinya juga pake gayung bukan pake shower, kamu engga masalah kan?"


Risa terkekeh mendengar penjelasan suaminya "emang kenapa? Toh aku juga tiap hari mandi di rumah pakek gayung, engga ada tuh yang namanya shower"

__ADS_1


"Oh Syukur lah, kamu tunggu disini dulu ya, aku mau panasin air nya" pamit Rizal


"Tapi, engga ngerepotin kamu kan?" Tanya Risa lagi yang merasa tidak enakan


"Baby, aku ini suami kamu loh bukan orang lain, jadi jangan nganggap aku kaya orang lain dong, masa ada apa-apa engga enakan kaya gini sama suami, ini juga sudah tugasku kan" jelas Rizal


"Hehe, ya udah makasih sebelumnya"


Rizal berlalu pergi keluar tanpa berniat menjawab ucapan istrinya


Sedangkan Risa merasa takjub, ia juga baru saja menemukan kepribadian Rizal yang baru ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, ia merasa yakin bahwa suaminya itu tidak seburuk yang ia duga selama ini. Risa juga berharap bahwa Rizal akan bisa menjadi seorang suami yang sangat bertanggung jawab lebih dari apa yang ia harapkan


Di dapurnya Rizal mengambil panci berukuran sedang kemudian ia mengisi panci itu dari air yang berada di kran wastafel nya lalu ia mengangkat panci yang sudah berisi penuh dengan air dan menyimpan nya di atas kompor itu untuk ia panaskan, nantinya biar ia campurkan air itu dengan air dingin yang berada di kamar mandi supaya tidak terlalu panas dan akan membuat istrinya nyaman


Tiba-tiba ayahnya datang menghampiri Rizal "mau bikin kopi, zal? Padahal itu masih banyak air di termos kalau mau bikin kopi mah engga usah repot-repot masak air lagi"


"Eh ayah, engga yah. Aku cuma mau manasin air buat mandi Risa, dia pengen mandi tapi dingin katanya. Jadi aku manasin air ini biar dia mandi pakai air anget"


Pak Fadli tersenyum bangga sembari menepuk-nepuk pundak Rizal, melihat apa yang putra nya itu lakukan, rupanya Rizal sudah bisa mengerti dengan kewajiban nya sebagai suami walaupun masih baru sampai disini saja


"Kapan kamu mulai kerja lagi, zal?" Tanya pak Fadli


"Kayanya besok ayah, tadi juga aku dapet kabar kalau besok bakal ada job pemotretan model baru" jawab Rizal


"Bagus, ayah mengerti sama keadaan kamu yang masih sekolah. Jadi kalau kamu butuh uang buat kebutuhan istri kamu atau apa aja, kamu jangan sungkan bilang sama ayah"


"Iya ayah insya Allah, tapi Rizal akan usahakan kebutuhan Risa pasti bakal selalu Rizal penuhi, Rizal juga sebenarnya berencana mau ngontrak rumah. Pengen hidup mandiri sama Risa berdua, tapi nanti Rizal harus diskusikan ini dulu sama Risa"


"Ayah setuju sama rencana kamu. Semoga berhasil, ayah selalu mendukung selama itu yang terbaik buat kamu"


Sepasang ayah dan anak itu terus berbincang-bincang mengenai banyak hal sampai suara air mendidih menghentikan obrolan mereka, Rizal mengangkat panci panas tersebut dengan tangan yang beralaskan serbet dan memasukkan nya ke dalam ember besar kemudian ia menambahkan beberapa gayung air dingin


Sesudah semua siap, Rizal bergegas memanggil Risa untuk segera mandi


"baby, air nya udah siap, silahkan mandi dulu" kata Rizal dengan hanya melongok dari pintu kamar


"Eh iya, sebentar" saat itu Risa sedang melihat foto-foto Rizal yang terpajang di atas meja

__ADS_1


"Aku tunggu di ruang sana ngobrol sama ayah" teriak Rizal


"Iyaa" jawab Risa


__ADS_2