
Malam harinya, Risa menatap pantulan dirinya di depan cermin ia memeriksa penampilan nya apakah sudah pantas di lihat? Dan apakah pakaian nya sudah cocok digunakan untuk berkencan? Kali ini ia berpakaian simpel dan tidak terlalu ribet yakni dengan menggunakan celana baggy pants berwarna hitam dan di padukan dengan kaos berwarna putih polos serta jaket Levis berwarna kuning tak lupa juga dengan tas selendang kecilnya yang suka ia bawa di saat bepergian selain mengajar
Ia membiarkan rambut panjang nan indah nya tergerai bebas begitu saja, setelah memastikan penampilan nya oke ia pun keluar dari dalam kamar dan berjalan menuruni tangga rumahnya, Risa memutuskan untuk menunggu kedatangan Rizal di teras rumahnya karena orang tua nya masih tak kunjung pulang, Risa juga sudah izin pada orang tua nya melaui telfon bahwa ia akan pergi berkencan dengan Rizal malam ini dan lagipula orang tua nya juga akan pulang besok karena sibuk bersama keluarga besarnya disana menyiapkan sesuatu untuk acara pernikahan Risa
Sementara itu di kediaman Rizal
"Anjerr Lo ganteng bangett zal super keren kalau gini pasti makin banyak cewek yang ngejar" Rizal berkata pada dirinya sendiri di depan cermin dengan gaya yang so' PD dan super narsis nya
Ia meraba-raba saku celana nya apakah ada yang kurang disana? Dan ternyata ia masih belum memasukkan dompet ke dalam saku celananya untung saja ia ingat itu dan tidak ceroboh, kalau sampai saja ia lupa dengan dompet nya bisa hilang sudah harga dirinya sebagai seorang laki-laki karena sudah sok-sokan ngajak calon istri kencan eh malah engga bawa uang. Tentu saja itu akan sangat memalukan
Setelah memasukkan dompet ke dalam saku celananya ia mencium tubuh sendiri dan oke aroma nya sudah sangat wangi. jangankan manusia, nyamuk pun akan klepek-klepek jika mencium aroma wangi dari tubuh mas Rizal nan tampan
Ia kembali berdiri di depan cermin nya memastikan tidak ada yang ketinggalan di tubuhnya, baju? Oke?. Rambut? Oke. Jam tangan? Oke. Wangi? Oke. Nah udah Perfect! Tinggal otw ngebut. Rizal mengambil kunci mobil yang tersimpan di atas di atas meja kemudian ia berlari menuruni tangga dengan penuh semangat
"Hey zal? Mau kemana?" Tanya Bu Rina mamah Rizal heran, tidak seperti biasanya anaknya itu berpenampilan seperti itu di jam segini, biasanya pada saat jam segini Rizal hanya mengenakan kolor boxer beserta kaos putihnya saja kalau tidak ya sarung. Tapi berbeda dengan sekarang
"Kencan dong mah, biar kaya orang lain" jawab Rizal dengan wajah yang berseri-seri
Dahi Bu Rina mengernyit "hei anak nakal! Inget kamu 4 hari lagi udah jadi suami orang. Jangan macam-macam ya kamu!"
"Lah? Mamah aja belum tanya loh kalau aku mau kencan sama siapa? Eh malah langsung marah aja" Rizal tertawa melihat reaksi mamahnya yang tak di duga
"Sama Risa kan iya? Harus sama Risa dong harus pokoknya!"
Jawaban Mamahnya membuat Rizal bingung, sebenarnya mamahnya ini sedang menebak atau sedang maksa menyuruh nya?
"Iya dong mah sama Risa calon menantu mamah. Mau sama siapa lagi?"
"Bagus, ingat--" perkataan Bu Rina terpotong
"Kalau sampe kamu macam-macam, mamah bakal sunat lagi itu kamu sampai jadi dua!" Tambah Rizal sembari menirukan suara ancaman mamahnya
"Anak pinter!" Puji Bu Rina bangga
"Iya dong, namanya juga anak mamah, ya udah Rizal pamit dulu ya mah. Assalamu'alaikum" Rizal menyalami tangan Mamahnya
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan"
Rizal langsung masuk ke dalam mobilnya "bismillahirrahmanirrahim. hey baby, tungguin mas Ijal tampan datang menjemputmu" Rizal terkikik menertawakan perkataan nya sendiri kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil tersebut dengan kecepatan santai menuju rumah calon istri. Namun tiba-tiba fikiran jelek datang kembali merasuki otaknya, ia takut Risa akan membatalkan kencan pertama nya malam ini mengingat tadi saja Risa tidak mengatakan bahwa ia setuju dengan ajakan nya melainkan Rizal sendiri lah yang memaksa Risa untuk setuju
Rizal takut sesampainya disana ia malah mendapati Risa tengah rebahan diatas kasur dengan pakaian santai nya ia menolak ajakan Rizal yang sudah berdandan setampan mungkin untuk dirinya. Jika itu benar terjadi maka ia akan merasa sangat malu di hadapan orang tua Risa karena sudah di tolak secara mentah-mentah, apakah ia harus putar balik kerumahnya? Ataukah lanjut saja? Jika ia putar balik maka sangat di sayangkan karena ini sudah sangat jauh dan sedikit lagi juga ia sampai di rumah Risa
Ia tidak tahu saja bahwa di lain tempat yaitu di kediaman Risa. Risa tengah mondar mandir saja di teras rumahnya karena sudah lama menunggu kedatangan Rizal, ia sangat kesal karena takut perkataan Rizal tadi hanyalah bercandaan belaka karena mengingat bocah itu memang tidak pernah serius bahkan dalam pelajaran di sekolahnya sekali pun, jika benar Rizal hanya bercanda saja maka ia akan marah dan sangat kecewa pada Rizal karena merasa di beri harapan palsu. Namun, kekesalan Risa langsung sirna seketika saat ia melihat sebuah mobil masuk ke dalam gerbang rumahnya, ia sudah hafal betul bahwa itu adalah mobil pasangan nya yang selama ini sudah ia tunggu yaitu Rizal
Begitu pun yang di rasakan oleh Rizal, dalam sekejap rasa khawatirnya akan tanggapan Risa langsung lenyap kala ia melihat seorang perempuan cantik tengah mondar-mandir di teras rumahnya, ia merasa senang ternyata kedatangan nya sangat di tunggu-tunggu oleh Risa. Tapi, tiba-tiba keningnya berkerut aneh saat Risa nyelonong langsung masuk ke dalam mobilnya
"Kok Langsung masuk? Seharusnya kan aku keluar dulu nemuin orang tua kami minta izin sama beliau kalau aku mau bawa putri nya kencan di luar" jelas Rizal
"Mamah sama ayah engga lagi di rumah" kata Risa santai sembari mengenakan sabuk pengaman nya sebelum Rizal yang menyuruh
"Pada kemana?" Rizal celingukan melihat sekitar rumah Risa
"Kamu engga inget kalau 4 hari lagi kita nikah? Jadi orang tuaku pada sibuk nyiapin kebutuhan acara kita di rumah saudara di kota sebelah" ujar Risa
"Oh gitu" Rizal mengangguk faham
"Ya engga lah enak aja, kita mau kemana ya?" Rizal menggaruk belakang rambutnya mendadak bingung
"Terserah ah kemana aja yang penting makan, aku udah laper banget di rumah engga ada makanan, mana dari tadi belum makan" Risa memegangi perutnya yang sedari tadi berbunyi
Rizal tersentak dan tertawa di dalam hatinya, sungguh kelakuan Risa di luar dugaan selalu membuat kejutan dengan sendirinya, tak di sangka seorang Risa yang galak seperti singa ini tidak memiliki rasa gengsi yang besar seperti yang ia duga, itu membuat Rizal suka padanya karena baginya itu terlihat sangat menggemaskan
Rizal langsung membelokkan mobilnya dengan cepat "kita ke studio mall aja yuk"
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya akhirnya mobil yang di kendarai oleh Rizal masuk ke tempat parkiran yang sangat luas milik studio mall. Ia turun dari mobil dan langsung menuju tempat makan yang Risa inginkan karena ia tidak mau jika Risa harus terus menahan lapar di perutnya dan pilihan nya jatuh pada restoran Kentucky yang berada di dalam mall yang luas itu
"Makasih banyak loh udah mau Nerima ajakan kencan sama aku" Rizal berkata sembari mencondongkan tubuhnya ke depan dan jangan lupakan senyuman manisnya
Risa yang sedang menunduk memakan makanan pesanan nya langsung mengangkat kedua alisnya saat mendengar Rizal berkata demikian secara tiba-tiba
"Ha? Apaan sih kok ngomong nya kaya gitu?" Tanya Risa heran
__ADS_1
"Ya, asal kamu tahu aja Ris, di sepanjang perjalanan aku jemput kamu ke rumah, aku benar-benar khawatir takut kamu nolak ajakan aku waktu aku udah sampai di rumah kamu" jawab Rizal
Risa kembali teringat dengan apa yang tadi ia fikirkan yaitu ia sangat ingin tahu apa alasan laki-laki itu terlihat bersemangat mengajaknya kencan, apa karena rasa cinta? Sayang? Suka? Ataukah ia punya alasan lain yang Tersembunyi di dalam dirinya sendiri dan tak bisa Risa ketahui?. Akan tetapi, Risa tidak berani bertanya. Ia masih sempat berfikir dua kali karena takut pertanyaan nya itu malah akan membuat Rizal terluka atau merasa tidak nyaman padanya
"Emangnya kamu aja yang khawatir? Aku jauh lebih khawatir tau, apalagi di campur rasa kesal banget sama kamu karena kelamaan nungguin kamu sampe mondar-mandir di teras rumah. Huh" Risa melipat tangan nya di dada mengingat kekesalan nya tadi
Rizal tertawa "wah masa sih? Ngomong-ngomong penampilan kamu malam ini cantik banget beda dari biasanya"
"Emang biasanya aku engga cantik? Gitu? Iya?" Sentak Risa seperti biasa dengan jiwa bar-bar nya
"Engga, bukan gitu. Kamu emang udah yang paling cantik di hati mas Ijal" goda Rizal
Alih-alih bukan nya ia merasa senang karena di gombalin oleh Rizal, Risa malah bergidik ngeri "Ish apaan sih berhenti ngegombal ah jijik aku dengernya. Gombalan kamu receh"
"Emang sulit banget ya naklukin singa" gumam Rizal pelan
Walaupun suara Rizal sangat pelan namun ternyata masih terdengar jelas di telinga Risa "Kalau kamu mau naklukin singa ya harus jadi pawang nya dulu"
"Udah, udah jangan ngomong terus. Habisin dulu makan nya, katanya lapar, tuh nasinya masih banyak" Rizal menunjuk pada piring berisi nasi di atas meja itu dengan menggunakan dagunya
"Rizal" Risa kembali membuka sesi obrolan nya setelah ia berhasil menghabiskan makanannya sampai bersih "alasan kamu Nerima rencana ayahku buat menikah ini karena apa sih? Kan kamu juga masih sekolah"
"Itu? Aku juga engga tau, aku cuma ikutin apa kata hati aku aja, hati aku senang waktu ayah kamu ngasih saran itu, seolah hati aku ini tau bahwa ini adalah jalan terbaiknya"
Di dalam hatinya Risa merasa sedikit puas dengan jawaban Rizal yang tampak terlihat jujur apa ada nya tanpa menunjukkan ciri-ciri jawaban yang mengada-ada sedikitpun
"Maaf aja sebelumnya bukan maksud aku matre karena aku tanya kaya gini ya, sebenernya kamu kerja apa?" Risa bertanya dengan hati-hati
"Santai aja kali ris, kamu juga berhak tau kan. Aku kerja jadi fotografer di perusahaan punya ayah Bayu temenku, itu loh lokasi gedung nya juga di samping sekolah" Rizal menopang dagu "masalah gajinya juga cukup kok lumayan buat kebutuhan kita setelah menikah, kamu jangan khawatir aku pasti bisa menuhin kebutuhan kamu. Aku juga bisa jamin engga akan ngebiarin kamu makan cuma pake lauk garam sama kecap doang"
Risa tertawa mendengar penuturan Rizal yang cukup bertanggung jawab namun terdengar lucu
"Iya aku percaya itu sama kamu kok, tapi aku juga kasian kan kamu masih sekolah gimana cara kamu ngejalanin dua-duanya? Kerja sambil sekolah?"
"Kamu tenang aja engga usah mikirin itu, pemotretan model disana biasa nya suka sore-sore jadi aku bisa sepulang sekolah terus malem atau subuh nya aku edit foto atau video itu sebelum paginya tugas itu aku kirim ke perusahaan"
__ADS_1
Risa sangat takjub dan kagum melihat ketekunan dan kemandirian suaminya, jaman sekarang sudah jarang-jarang ada anak lelaki yang segiat Rizal.