
"Mas, ini susu nya jangan lupa di minum" teriak Risa pada suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi dan hendak masuk ke kamar tidur
"Oh, iya baby. Makasih banyak loh, kamu emang yang terbaik deh" Rizal berjalan ke arah meja makan yang mana Disana sudah ada Risa yang tengah sarapan nasi dan berlauk telur ceplok, efek tanggal tua. Makan pun apa adanya
"Aku izinin kamu bolos hari ini bukan berati kamu boleh enak-enak aja, jangan lupa beres-beres rumah dulu sebelum berangkat ke studio" kata Risa pada suaminya yang tengah menyeruput susu
Hari ini Rizal memang meminta izin pada istrinya sebagai wali kelas supaya mengizinkan nya bolos sekolah dengan alasan karena pekerjaan nya kali ini yang cukup banyak sehingga ia tidak bisa menggabungkan antara jam sekolah dengan pekerjaan dalam satu hari apalagi Rizal sedang mengejar deadline tugasnya harus selesai besok supaya ia bisa mendapat bonus gaji dari bos nya
"Iya sayang, gampang masalah beres-beres mah. Bawel banget sih istriku"
"Awas aja kalau sampe nanti pas aku pulang dan rumah masih berantakan, nanti engga bakal aku kasih jatah" ancam Risa galak, memang ini sudah kebiasaan Risa jika sedang datang bulan maka emosi nya akan sedikit naik turun
Rizal memutarkan bola matanya malas mendengar ancaman dari sang istri "lagian walaupun aku beres-beres juga tetep aja engga bakal dapet jatah dari kamu malam ini"
"Kan nanti, kalau ini udah selesai" Risa mengedipkan sebelah matanya pada Rizal membuat sang suami menjadi gemas pada nya
Rizal pun berdiri dan mencium bibir istrinya dengan cepat
"Ih, hobi banget sih mas suka main cium-cium sembarangan aja" gerutu Risa
"Halah engga usah sok jual mahal cuma gara-gara lagi mens gitu, aku udah tau kok kalau kamu jatuh cinta sama aku gara-gara aku cium" kini giliran Rizal yang mengedipkan sebelah matanya
"Ih!" Risa hanya bisa mencebikan bibir nya sebal
...
Malam harinya, hari ini adalah hari pertama Rizal akan mulai meronda malam, sesuai usulan isterinya bahwa ia akan lebih baik jika menerima ajakan pak RT untuk meronda
Dikamar nya Rizal membuka-buka lemari kebingungan mencari sarung yang akan ia kenakan saat ronda, karena semua sarung yang tersimpan disana adalah sarung untuk ia kenakan saat sholat "baby.. sarung aku yang biasanya kemana ya? Mau aku pakek ngeronda"
"Ini mas, sarung sama senter nya udah aku siapin dari tadi loh, sekalian sama lotion anti nyamuk nya juga udah aku siapin" kata Risa sembari menyodorkan ketiga barang tersebut pada suaminya
Rizal menoleh dan mendapati Risa tengah berdiri di belakangnya dengan tangan membawa barang yang ia butuhkan, Rizal pun tersenyum senang "wah istriku sigap sekali, terima kasih sayang" kemudian ia berjalan keluar kamar dengan Risa yang membuntuti di belakang nya
"Engga ada yang ketinggalan lagi kan mas?" Tanya Risa memastikan
"Engga ada kok baby, ini udah lengkap semua" jawab Rizal sambil menyelendangkan sarungnya
"Mm.. mas" panggil Risa gugup
Rizal yang hendak membuka pintu keluar rumah nya pun menoleh "Iya baby?"
Risa menarik belakang ujung baju yang dikenakan Rizal, ia menunduk malu "sekarang aku bakal tidur sendirian, ya? Jadi engga bakal ada yang ngucapin selamat tidur pakek kecupan"
"Ya Allah ya Rabbi... Kenapa istriku harus terlihat menggemaskan di saat-saat seperti ini sih" Rizal berlari memeluk istrinya erat-erat "sini-sini sayang, mas Rizal peluk dulu yang erat"
"Itu.. udah eh mas nanti malah engga jadi berangkat" Risa malah mendorong pelan dada Rizal supaya mau melepaskan pelukan nya
"Ciee, mesra amat mas. Padahal kita bukan mau pergi buat perang loh. Hahahaha" celetuk seseorang di depan rumah mereka membuat pasutri yang tengah bermesraan itu terkejut
"Astaghfirullah, pak RT datang" Rizal langsung menutup kembali pintu rumah nya "bentar pak RT, satu menit lagi!" Teriaknya
__ADS_1
Pak RT hanya bisa membuang nafasnya karena merasa di kacangin "dasar pasutri muda!"
"Kenapa lagi mas?" Tanya Risa
Bukan nya langsung menjawab, Rizal malah ******* bibir istrinya terlebih dahulu "dengerin peringatan aku baby, ingat! Tutup rapat semua pintu dan jendela jangan lupa juga di kunci!"
"Siap!" Timpal Risa dengan raut wajah yang tegas
"Kalau ada apa-apa langsung aja telfon mas Rizal-Mu ini!"
Risa mengangkat kedua jempolnya "pasti!"
Rizal kembali membuka pintu rumah nya "aku berangkat dulu, ingat yang barusan aku bilang ya! Dadah baby!"
"Dadah mas Rizal.. hati-hati di jalan mas" teriak Risa sembari melambaikan tangan nya
Setelah punggung suaminya tidak lagi terlihat, dengan buru-buru Risa masuk kembali ke dalam rumah nya dan memastikan seluruh pintu beserta jendela nya terkunci sesuai perintah suaminya tadi "karena semua sudah aman, sebaiknya aku tidur lebih awal aja, deh!"
Terdengar suara jangkrik bersahutan dari arah belakang pos ronda itu semua bapak-bapak yang punya jadwal ronda sudah berkumpul disana menunggui kedatangan pak RT yang tengah menjemput Rizal si anggota baru
"Nah itu dia, pak RT datang" tunjuk pak Biman ke arah pak RT yang tengah berjalan menuju pos ronda bersama Rizal
Pak Rusdi menoleh "wah, bener ternyata pak RT bawa orang baru"
Rizal mendekat ke arah bapak-bapak yang sudah berkumpul di pos ronda, bapak-bapak itu terlihat asing di matanya, tidak! Maksud asing bagi Rizal disini adalah bapak-bapak kelompok ronda nya itu bukan bapak-bapak yang pernah menggerebek rumah nya beberapa hari yang lalu
"Oh ini pengantin muda itu kan, ya? Wah tenyata ganteng" pak Rusdi menerima uluran tangan Rizal yang hendak bersalaman
"Saya Biman, kalau di lihat-lihat kayanya seumuran sama anak saya nih"
"Ayo kita mulai jaga!" Seru pak RT
Tercium bau obat nyamuk terbakar disana guna mencegah nyamuk berterbangan yang akan mengganggu para bapak-bapak yang sedang meronda, Rizal mengibas-ibaskan tanya menghalau bau asap obat nyamuk yang menyengat hidungnya, ia paling anti pada bau-bauan yang berasal dari asap, itulah sebabnya alasan ia tidak merokok
"Mas Rizal ini udah kerja belum, ya?" Tanya pak Biman sembari menggaruk-garuk dagunya
"Oh, itu pak. Saya kerja sambil sekolah" jawab Rizal ia juga tengah menggaruk sikunya yang terasa gatal
"Kerja dimana ya mas?" Pak Rusdi ikut bertanya
"Di studio pemotretan, pak. Lokasi nya tepat di samping sekolah saya"
"Oh gitu" pak Rusdi mengangguk "ini kok banyak nyamuk, ya? Percuma bakar obat nyamuk tapi engga mempan gini"
Pak Biman memutar-mutar kan wadah obat nyamuk di sana "kayanya arah angin nya salah ini mah, pak"
"Aduh gatal" pak RT menepuk kakinya
"Ini pak, saya bawa lotion anti nyamuk kalau bapak-bapak mau." Rizal menawarkan sebungkus besar lotion yang tadi ia bawa dari rumahnya itu juga berkat Risa sang istri yang sigap, ia merasa sangat bangga memiliki istri seperti Risa yang bisa begitu peduli padanya sampai sejauh ini
Dengan cepat, pak RT langsung merebut lotion dari tangan Rizal dan melulurkan pada tangan beserta kakinya, kemudian ia operkan pada pak Rusdi setelahnya ia operkan lagi pada pak Biman hingga lotion itu tersisa sedikit lagi barulah mereka kembalikan lagi pada Rizal. padahal Rizal sang pemilik lotion itu masih belum menggunakan nya sama sekali
__ADS_1
"Minggu depan jangan lupa bawa lagi ya mas" kata pak Rusdi senang
"Dasar bapak-bapak ini, engga tau diri banget, udah di kasih terus ngehabisin, sekarang malah nyuruh bawa lagi" gerutu Rizal dalam hati
"Siap pak!" Jawab nya
"Wah engga terasa sudah semakin malam nih, ayo waktu nya kita keliling!" Seru pak RT "kita berpencar jadi dua kelompok, ya bapak-bapak!"
Ke empat orang itu pun bubar dari pos ronda dan mulai berpencar sesuai kelompok masing-masing yakni pak RT bersama pak Rusdi dan pak Biman bersama mas Rizal
"Perumahan sini sering kemalingan ya, pak Biman?" Tanya Rizal mengajak pak Biman mengobrol di tengah-tengah ia berkeliling guna memecahkan kesunyian
"Perumahan sini mah belum pernah mas, karena bukan target si malingnya. Tapi perumahan sebelah yang sering soalnya engga ada keamanan, hansip engga ada, yang ronda juga engga ada. Walaupun demikian kita berjaga-jaga aja engga boleh lengah dari maling" jawab pak Biman sembari memutarkan senternya ke sekeliling arah
Jantung Rizal berdebar saat tanpa sengaja ia menyoroti sebuah pohon nangka "tadi itu sekilas kaya.. kenapa perasaan ku jadi engga enak gini" gumam Rizal
"Jangan dilihat terus, udah abaikan aja mas Rizal. Fokus ke depan" peringat pak Biman seolah tahu bahwa teman ronda nya tengah ketakutan "di perumahan ini ya gitu mas, memang ada itu nya. Apalagi ini di malam Jum'at gini"
Mulut Rizal tak henti-hentinya komat Kamit baca do'a karena saking ketakutan ia membaca do'a dengan asal sekenanya, awalnya bacaan ayat kursi namun ujungnya bukan ayat akhir dari ayat kursi melainkan bacaan do'a qunut
"Mas Rizal! Engga usah takut!" Tiba-tiba pak Biman menoleh pada Rizal yang berdiri di belakangnya dengan senter yang di sodorkan pada wajahnya sendiri
"Alhamdulillahilladzi ahyana..." Rizal melemparkan senternya ke sembarang arah karena kaget
"Ba'dama amatana wailaihin nusur?" Tambah pak Biman meneruskan
"Astaghfirullah, pak Biman ngagetin saya" Rizal mengusap-usap dadanya
"Hahahaha, mas Rizal ada-ada saja, masa ketemu hantu malah baca do'a bangun tidur?" Tawa pak Biman pecah "sudah yuk, kita balik ke pos"
Pukul setengah empat subuh, akhirnya ronda Minggu pertama selesai dan berjalan kurang lancar karena insiden yang menakuti Rizal, entah akan ada kejadian apa lagi di kegiatan ronda malam berikutnya
Tok.. tok.. tok.. "assalamu'alaikum, baby.. mas Rizal pulang, tolong bukain pintu nya" teriak Rizal dengan mata yang terasa lengket ingin terpejam dan dengan menenteng sebuah kantong plastik berwarna hitam
"Loh, masih pagi banget ya selesainya, untung aku udah bangun" kata Risa yang baru membukakan pintu
"Kyaaaaaa... Emak tulungan Aya Jurig!!!" Teriak Rizal spontan saat melihat seseorang berdiri di depan nya dengan wajah yang tampak putih seluruh nya, tadi ia tidak menyadari karena matanya setengah tertutup saking lengket nya menahan kantuk
"Hah? Jurig? Hantu? Hei mas istighfar, mana ada hantu? Ini aku loh Risa, cuma pakai masker doang"
"Terus, ngapain kamu jam segini pakek masker sih?"
"Semalam aku engga bisa tidur mas, satu jam tidur bangun lagi, gitu aja terus sampe jam tiga tadi ya udah aku mutusin maskeran aja buat ngedinginin wajah" tukas Risa
Mendengar istrinya bercerita seperti itu, jika Rizal sedang dalam keadaan bersemangat tentu saja ia akan menggoda istrinya, namun keadaan ini sedang tidak mendukung, ia sangat mengantuk matanya terasa perih berat, Rizal pun memilih masuk ke dalam tanpa menghiraukan perkataan istrinya
"Nih sate, tadi di traktir sama pak RT, sengaja aku bawa pulang buat kamu, angetin aja buat nanti sarapan" Rizal menyimpan kantong kresek yang ia bawa di atas meja makan, kemudian dengan langkah gontai ia berjalan masuk ke dalam kamarnya
"Mas Rizal engga boleh tidur dulu ih, nanti aja abis sholat subuh baru tidur!" Kata Risa yang tengah dari ambang pintu kamarnya
"Aku lagi capek, by"
__ADS_1