
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Rizal dan Risa pun tiba, hari dimana mereka akan terikat dalam satu ikatan suci sehidup semati. Proses akad nikah akan di laksanakan di kediaman mempelai wanita tepat pukul delapan pagi. Seperti yang Risa usulkan pada Rizal beberapa hari yang lalu bahwa ia tidak akan mengundang terlalu banyak tamu dan benar saja ia hanya mengundang keluarga dari kedua pihak mempelai serta para tetangga dan juga teman Risa yang datang yaitu Lita
Para tetangga keluarga Risa awalnya sangat terkejut saat menerima undangan bahwa Risa akan menikah sampai banyak kabar tidak enak menyeruak di lingkungan nya, bagaimana tidak? Risa yang setahu mereka belum lama pulang dari Spanyol ke Indonesia tiba-tiba langsung akan menikah saja, tidak sedikit tetangga nya yang mengira bahwa Risa menikah karena sudah hamil duluan. Namun dengan buru-buru Mamah Risa membenarkan berita itu bahwa semua itu tidak benar, Risa menikah Memang sudah karena bertemu dengan jodohnya dan juga sudah waktunya
Rizal duduk di samping pak penghulu beserta Risa yang sudah duduk di samping dengan dandanan yang sederhana namun tetap terlihat sangat cantik. Di sekeliling mereka juga sudah berkumpul para kedua orang tua mereka, dan dengan beberapa orang saksi. Setelah semua siap, pak penghulu menjabat tangan Rizal erat-erat
"Saya nikahkan dan kawinkan Fakhrizal Alghiffari bin Fadli Alghiffari dengan Clarissa Andini binti Adinata Ilham dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 20 gram di bayar tunai." Ucap pak penghulu memulai
"Saya terima nikah dan kawin nya Adinata Ilham binti Claris--" Rizal tercekat
"Kebalik Oi kebalik!" Tegur salah seorang saksi
Semua para saksi yang lain tertawa riuh menertawakan kekeliruan Rizal, pak penghulu hanya geleng-geleng kepala karena baru kali ini ia menjumpai pengantin pria yang keliru menyebutkan nama calon istrinya. Sedangkan Risa hanya meringis malu melihat kesalahan Rizal
"Kita coba lagi ya, tenang. Tarik nafas dulu lalu buang, jangan grogi" pak penghulu memberikan pencerahan
"Maap ya pak" Rizal menyeringai seolah tak berdosa
"Saya terima nikah dan kawin nya Clarissa Andini binti Adinata Ilham dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 20 gram di bayar tunai." Kali ini Rizal berhasil mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas
Semua para saksi di sana langsung bernafas lega setelah mereka berfikir bahwa Rizal akan salah lagi mengucapkan ijab qobul nya
Meskipun perasaan Risa saat ini terasa begitu campur aduk namun ia juga tetap merasa bersyukur saat Rizal berhasil melafalkan ijab qobul nya dengan lantang dan pak penghulu mengatakan sah. Kini sekarang statusnya sudah menjadi istri sah dari seorang Rizal yang tak pernah ia mimpikan dan cita-cita kan
Mendambakan seorang suami yang dewasa dan bisa mengayomi nya kini ia malah mendapat suami berondong yang juga berstatus sebagai muridnya yang sudah membuat malu di tengah-tengah akad nikah. Bisa-bisanya ia keliru, dasar bocah!
Rizal memasangkan cincin nikah di jari mani Risa dan begitupun Risa memasangkan cincin nya di jari manis Rizal. Kemudian laki-laki itu mencium kening Risa, dan Risa pun bergantian mencium tangan lelaki yang kini sudah menjadi suami sah nya. Di ikuti dengan tangis haru para keluarga terutama Bu Rina ibu dari Rizal yang menangis histeris karena pertama kali nya ia melihat salah satu nya anaknya sudah menikah. Setelah semua prosesi selesai, Risa dan Rizal menyambut para tamu yang datang
"Aduh Ris, aku masih engga nyangka kalau sekarang kamu udah jadi istri orang" kata Lita heboh sembari memeluk Risa
Risa hanya terkekeh menanggapi ucapan sahabatnya
"Kamu masih inget engga ris? Tempo hari itu waktu kamu bilang kalau kamu butuhnya suami bukan pacar? Eh ternyata do'a kamu langsung di kabulkan" Lisa berbicara dengan tawa nya membuat Risa tersenyum malu mengingat kebodohan nya yang asal berbicara tanpa berfikir panjang
Rizal yang mendengar cerita dari teman istrinya itu langsung ikut tertawa, ia juga jadi teringat akan kejadian di klub bersama Bayu yang mana Bayu mengatakan bahwa acara pergi ke klub nya ia ganti dengan cari jodoh supaya lebih berfaedah, eh malah dapet jodoh beneran. Rizal merasa bahwa Risa memang sudah jodohnya yang kemudian Allah satukan melalui jalan yang tak terduga
"Aku malah seneng banget, padahal engga minta apa-apa eh malah di kasih istri se-perfect Bu Risa, mana bisa aku nolak" Rizal ikut nimbrung berbicara
Lita bersama tunangan nya kembali tertawa sementara Risa hanya meringis geli
"Ternyata kamu tambah cantik juga ya kalau dandan kaya gini" puji Rizal pada istrinya setelah kepergian Lita
__ADS_1
Risa melirik ke arah suaminya dengan wajah tanpa ekspresi "Mulai lagi ya gombalnya di hari pertama jadi suami"
"Senyum dong baby, senyum itu ibadah, apalagi senyum nya sama suami bisa jadi pahala yang berlipat-lipat ganda" ujar Rizal dengan senyum lebarnya berharap senyum itu mau menular pada istrinya namun bukan senyuman yang di dapat dari Risa, ia malah mendapati pipi istri nya berkedut
"Barusan kamu manggil aku pakek sebutan apa?" Risa bertanya dengan ekspresi yang aneh
"Baby" jawab Rizal masih dengan senyuman nya
"Ih engga engga engga, engga mau! Engga mau di panggil kaya gitu ih kekanakan banget" Kilah Risa menolak. Ia benar-benar merasa geli dengan panggilan Rizal sudah terlihat seperti anak SMP yang baru saja jadian dengan gebetan nya
"Engga apa-apa dong, kan biar awet muda" Rizal mengedip-ngedipkan matanya genit membuat Risa semakin geli melihat nya.
...
Saat malam hari tiba, rumah orang tua Risa masih ramai dengan sanak saudara Risa yang masih betah di sana dan juga orang tua Rizal yang masih disana berniat bermalam di rumah orang tua Risa untuk satu malam ini, mereka juga beralasan guna untuk mengakrabkan mereka sebagai besanan karena besok mereka juga akan pulang bersama Risa dan Rizal yang memutuskan untuk tinggal di rumah orang tua Rizal. Banyak saudara Risa yang merasa iri pada Risa karena bisa mendapat laki-laki setampan Rizal namun mereka juga sangat menyayangkan karena laki-laki itu usia nya lebih muda dari Risa dan juga yang lebih parah lagi dia adalah murid Risa Di sekolah
Sekarang Rizal dan Risa sudah terjebak dalam satu kamar membuat suasana di dalam kamar itu terasa canggung, waktu sudah semakin larut malam. Namun kedua pasangan pengantin baru itu masih belum ada yang mau memejamkan matanya, Rizal yang memilih bermain game sedangkan Risa yang sedari tadi hanya membolak-balikkan tubuhnya kesana kesini mencari posisi yang nyaman untuk tidur
"Kamu sedari tadi bolak-balik gitu aja, apa engga capek?" Tanya Rizal yang sudah mulai jengah melihat tingkah laku istrinya
"Tau ah" jawab Risa ketus
"Kalau kamu emang engga bisa tidur gara-gara ada aku disini, ya udah aku ngalah. Biar aku tidur di luar aja gabung sama Faris" ujar Rizal
"Tuh kan" Rizal tersenyum penuh kemenangan
"Udah ah, cepet tidur jangan main hp terus. Aku engga masalah kok lagi pula ini cuma semalem doang" peringat Risa sembari membalikkan badan nya memunggungi Rizal
"Apanya yang semalam? Emang besok kalau udah pindah ke rumah orang tuaku, kita Mau pisah kamar, gitu?" Tanya Rizal
Risa kembali membalikkan tubuhnya menghadap Rizal "ya iyalah, enak aja kamu mau kita tidur satu kamar? Jangan mimpi!"
"Lah? Kok pisah sih baby? mana bisa suami istri pisah ranjang? Udah kaya mau cerai aja padahal baru juga mulai, dan lagian di rumahku engga ada kamar kosong lagi, semua udah penuh"
"Kamu yakin? Setau aku kamar si Farah sering kosong loh kan dia jarang pulang, jadi aku tidur di kamar dia aja"
"Eh engga bisa gitu, kan ada masanya juga kak Farah bakal pulang" kilah Rizal
Risa memutar bola matanya "Kenapa engga?, yang penting kan kita engga tidur satu kamar setiap hari"
"Ha? Tapi kan salah satu cara kita untuk saling mendekatkan diri dan mengenal satu sama lain lebih dalam lagi itu dengan cara tidur satu kamar" Rizal menjelaskan "kalau caranya kaya gini sama aja dong aku masih tetep kaya bujangan padahal udah jadi suami orang tapi engga bisa ngerasain yang namanya kelonan sama istri"
__ADS_1
Risa mencubit lengan suaminya cukup keras "aww, sakit ih baby. Padahal baru tadi pagi aja kita nikah eh malemnya kamu udah berani kdrt sih" Rizal mengusap-usap tangan nya bekas cubitan Risa yang terasa panas
Belum cukup sampai disitu Risa malah menambahkan sentilan pada kening Rizal membuat laki-laki itu kembali mengaduh kesakitan "engga ada yang namanya kelonan disini, masih kecil engga boleh mikirin hal-hal yang kaya gitu. Ingat, kamu tuh masih belum cukup umur!"
"Enak aja, masa aku di bilang anak kecil sih baby? Mana ada anak kecil udah bisa bikin anak kecil?" Rizal menaik turunkan alisnya menggoda
"Ih Pikiran kamu itu mesum banget sih, rasain ini." Risa mengambil bantal kemudian memukul kan nya pada Rizal
"Aduh, aduh. Pelan dong baby jangan bar-bar gini sakit tahu, kamu ini kok hobi banget sih kdrt" Rizal mengacak gemas rambut istri nya dan akhirnya terjadilah perang mukul memukul bantal sampai suara ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka
Dengan cepat-cepat Risa berdiri membukakan pintu melihat siapa yang orang yang mengganggunya
"Eh, mamah" kata Risa saat pintu terbuka
Rizal langsung bangkit menguping di balik pintu ingin tahu sebenarnya ada apa mertuanya mengetuk pintu di malam hari begini
"Risa, mamah dari tadi perhatikan kayanya suami kamu belum makan, ambilin makan dulu sana tuh masih ada nasi sama lauknya di dapur" kata Mamah Risa memerintahkan putrinya, walau sebenarnya mamah Risa kurang suka pada Rizal karena tidak termasuk dalam kategori menantu yang ia dambakan sebagai suami putri kedua nya. Akan tetapi tetap saja ia mengerti bahwa ia harus mengajari putri nya bagaimana cara supaya bisa berbakti pada seorang suami
"Kalau emang lapar dia bisa ambil sendiri kali, mah. Kenapa harus repot-repot aku yang ambilin" jawab Risa malas
"Eh sama suami engga boleh gitu jangan cuma pengen enak nya aja" nasihat mamah Risa lagi
"Iya mah iyaa" Risa mengangguk malas
"Bukan nya ambilin makan dulu, eh ini mah malah langsung sikat aja olahraga malam" mamah Risa masih terus mengomel
"Hah? Olahraga malam? Maksud mamah?" Risa mengerjap bingung
"Udah engga usah pura-pura engga tau, Dari tadi juga mamah udah denger suara kalian. Risa, mamah tau kok kalau suami kamu itu lebih muda dari kamu. Tapi kamu sebagai istri pelan-pelan dong ngajarin nya jangan main kasar itu rambut kamu sampe acak-acakan gitu. berisik telinga ibu dari tadi denger suara teriakan Rizal"
"Ha?" Risa masih terbengong-bengong di tempatnya kebingungan
"Udah sana cepet ambilin masih buat suami kamu makan" kata mamah Risa sebelum berlalu pergi
"Si mamah ini ngomong apa sih?" Risa menggaruk-garuk rambut nya kemudian ia kembali menutup pintu nya dan mengerjap kaget saat melihat Rizal menyeringai di balik pintu
"Heh, ngapain kamu disitu ngagetin aja" Risa mengusap-usap dadanya saat merasakan jantungnya seperti hampir copot "jangan-jangan kamu lagi nguping?"
"Tuh denger kan, mertuaku aja engga rela liat aku di kasarin sama kamu, baby" Rizal merapihkan rambut Risa menggunakan tangan nya yang memang rambut Risa terlihat acak-acakan kemudian ia menangkup kedua pipi istri nya dan mencium keningnya lama
Risa langsung membelalakkan matanya lebar terkejut dengan perlakuan Rizal yang tak pernah ia duga "eh itu.. aku ambilin kamu makan dulu bentar, ya" kemudian ia pergi keluar demi menyembunyikan wajahnya yang Risa yakini pasti sekarang sudah memerah seperti kepiting rebus
__ADS_1
Sedangkan Rizal hanya terkekeh melihat tingkah istrinya yang menurutnya terlihat menggemaskan itu